Selasa, 14 Juli 2009 17:44
Suhu panas di Gurun Sahara dimanfaatkan Eropa untuk menghasilkan listrik tenaga panas.
MUNICH (SuaraMedia News) – Sebanyak 12 buah perusahaan Eropa pada hari Senin waktu setempat menandatangani kesepakatan dari sebuah proyek besar senilai 400 miliar euro ($560 miliar) untuk membangun “pertanian” untuk menyerap tenaga matahari di Afrika dan Timur Tengah.
Energi yang dihasilkan nantinya akan dipergunakan hanya untuk kepentingan Eropa. 12 perusahaan tersebut, yang diantaranya termasuk raksasa energi Jerman, RWE dan E.ON, kelompok teknik elektronika Siemens, dan perusahaan asuransi beasr, Munich Re, menandatangani sebuah kesepakatan yang bertempat di kota Munich pada hari Senin waktu setempat.
“Hari ini, kita semua telah mengambil sebuah langkah maju (menuju realisasi proyek),” kata Nikolaus von Momhard, kepala Munich Re, yang memandu acara penandatanganan tersebut.
Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam kelompok Desertec Industrial Initiative (DII) berencana untuk membangun generator tenaga surya di Afrika Utara dan di kawasan Timur Tengah, total energi yang dihasilkan diharapkan dapat menyuplai hingga 15 persen dari kebutuhan listrik Eropa tersebut pada tahun 2050.
Proyek raksasa tersebut menantikan datangnya investasi sebesar 400 juta euro dalam jangka waktu 40 hari.
“Tentu saja jalan yang harus dilalui masih panjang, namun munculnya minat yang besar terhadap rencana ini menunjukkan bahwa kita semua sudah ada pada jalur yang benar,” kata juru biara Munich Re.
Sebuah studi yang menyarankan bahwa dengan tenaga sendiri dari sebuah pembangkit listrik bertegangan tinggi menghantarkan saluran transmisi, Deserteclah yang mengawali langkah awal untuk gurun pasir tersebut, dan yang menguntungkan, tenaga listrik yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan energi listrik Eropa menjelang akhir tahun 2020.
Gerhard Knies, kepala dewan pengawas Desertec mengatakan bahwa gurun pasir adalah sebuah sumber energi bersih yang amat beasr. “Hanya dalam waktu enam bulan, gurun pasir dapat menghasilkan energi yang lebig banyak dari matahari dibandingkan dengan konsumsi energi manusia setiap tahunnya,” katanya, ia juga menambahkan bahwa “tampaknya sekaranglah waktu yang tepat untuk melakukan manuver dalam memerangi perubahan iklim yang terjadi.”
Sejumlah perusahaan lainnya yang terlibat dalam kelompok gabungan tersebut adalah perusahaan Spanyol, Abengoa Solar dan perusahaan kaya Algeria, Cevital demikian halnya dengan sejumlah bank Jerman dan perusahaan teknik permesinan.
Dibawah perjanjian tersebut, maka kantor studi Desertec yang akan diselesaikan pada bulan Oktober, memiliki jangka waktu tiga tahun untuk mendapatkan rencana terperinci untuk menciptakan jaringan “pertanian” matahari.
Para perwakilan dari Liga Arab dan kementerian energi Mesir juga turut hadir dalam penandatanganan protokol tersebut.
Anggota dewan pengurus Munich Re, Torsten Jeworrek, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Eropa yang terlibat telah berjanji untuk bekerja secara jujur dan adil dengan negara-negara produsen.
“Jika kami berhasil, maka kami akan memberikan sebuah kontribusi besar untuk memerangi perubahan iklim,” kata Jeworrek.
Namun, para kritikus dari proyek Desertec tersebut memperingatkan bahwa situasi politik di sebagian besar negara produsen di Afrika Utara tidaklah stabil. Asosiasi sumber energi baru Eropa, Eurosolar, telah mengatakan bahwa inisiatif proyek Desertec sama sekali tidak akan dapat berjalan dengan baik.
Herman Scheer, kepala Eurosolar dan seorang anggota legislatif sosial demokrat di parlemen Jerman mengatakan bahwa sama sekali tidak perlu harus jauh-jauh ke Afrika Utara hanya untuk mengumpulkan tenaga matahari.
“Kita bisa saja menginvestasikan dana sebesar 400 miliar Euro tersebut di sini (Eropa),” kata Scheer, merujuk pada resesi ekonomi yang juga melanda Eropa.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya lebih mengutamakan sebuah jaringan operator yang terdesentralisasi yang mampu memproduksi energi dari berbagai sumber daya dibandingkan dengan melakukan satu buah proyek dan kemudian diserahkan di tangan perusahaan besar.
“Proyek tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa,” kata Scheer. Dia menambahkan bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk proyek besar tersebut amat meragukan. (dn/dwd) Dikutip oleh www.suaramedia.com
http://www.suaramedia.com/eropa/penjajahan-eropa-di-afrika-lewat-pertanian-matahari.html

Post a Comment