Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Siswa Tak Mampu Pilih Mengundurkan Diri

15 Juli 2009 | 08:49 wib

Tegal, CyberNews. Beberapa sekolah menengah atas (SMA) negeri di Kabupaten Tegal memungut biaya daftar ulang kepada siswa baru dengan besaran antara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Akibatnya, banyak siswa dari keluarga miskin memilih mengundurkan diri karena tidak mampu memenuhinya. DPRD Kabupaten Tegal mengecam kebijakan sekolah yang dinilai membatasi akses masyarakat untuk mendapatkan pendidikan bermutu.”Kami sangat kecewa dengan kebijakan beberapa SMA negeri yang mewajibkan membayar biaya daftar ulang rata-rata Rp 2 juta.

Dan kalau tidak dibayar lunas, maka dianggap mengundurkan diri. Laporan yang kami terima, banyak calon siswa yang sudah diterima terpaksa mengundurkan diri karena tidak mampu membayar lunas,” kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tegal, Sofiudin.

Penentuan besaran pungutan itupun tidak dibahas bersama wali murid. Selain itu, rincian penggunaan biaya pendaftaran ulang itu juga tidak jelas. ”Kalau ada rinciannya tidak jadi soal, tapi tidak ada sama sekali,” ujar Sofiudin.

Dia menjelaskan, beberapa sekolah yang menerapkan kebijakan itu antara lain SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMKN 1 Slawi. Menurutnya, alasan pihak sekolah menarik biaya pendaftaran ulang itu untuk biaya operasional. Karena itu, DPRD akan mengundang pihak sekolah untuk meminta klarifikasi atas masalah tersebut.

Berlomba
Wakil Ketua Komisi D DPRD, Wahidin menilai kebijakan yang ditempuh sekolah negeri itu bagaikan perlombaan dalam menarik biaya sekolah. ”Sekolah seperti berlomba-lomba memungut biaya sekolah dari siswa baru. Semestinya, mengacu pada rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS), bukan melihat sekolah lain,” jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi di Kota Tegal. Anggota Komisi A DPRD Kota Tegal, Darni Imaduddin menyatakan, semestinya biaya daftar ulang yang notabene untuk kegiatan siswa tidak harus dibayar lunas. Karena hal itu dinilai hanya akan membebani wali murid terutama dari kalangan warga tidak mampu. ”Kalau bisa, biaya kegiatan itu dibayar setiap bulan sehingga tidak terlalu membebani wali murid,” ujarnya.

( Wws / smcn )

http://www.suaramerdeka.com/
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts