Rabu, 08 Juli 2009 21:22 WIB
JAKARTA--MI: Saat ini sektor pertanian dinilai masih dibebani hanya sekedar sebagai penghasil bahan baku industri atau produk pangan yang murah sehingga berdampak pada sulitnya mensejahterakan petani.
Pengamat Pertanian M Jafar Hafsah di Jakarta, Rabu (8/7) mengatakan, selama ini penilaian produk pertanian hanya didasarkan atas produk jadinya sementara proses produksi tidak pernah diperhatikan.
"Ke depan tidak bisa lagi pertanian hanya dijadikan penyedia bahan baku murah, pangan murah ataupun tenaga kerja murah," katanya.
Menurut dia, harga komoditas pertanian saat ini hanya sepersepuluh dari harga faktor produksi yang sesungguhnya sehingga pertanian tak bisa masuk ke ekonomi secara umum. Dia mencontohkan komoditas beras, jika dihargai secara benar sesuai dengan faktor produksinya bisa mencapai Rp50.000/kg namun kenyataannya hanya Rp5.000/kg.
Jafar yang juga Ketua Koordinasi bidang Pertanian, Kelautan dan Kehutanan Partai Demokrat itu mengatakan, sesungguhnya pertanian mempunyai harga sebagai martabat bangsa. Oleh karena itu, untuk meningkatkan martabat bangsa sudah seharusnya petani ditingkatkan kesejahteraannya, termasuk pedagang di sektor pertanian, menurunkan kemiskinan dan membuka kesempatan kerja sebesar-besarnya.
Mantan Dirjen Tanaman Pangan itu menyatakan, pertanian merupakan induk segala sektor bahkan tak ada satupun negara yang meninggalkan pertanianannya termasuk negara maju sekalipun. Amerika Serikat, serta negara-negara Eropa, tambahnya, bahkan memberikan subsidi yang besar kepada pertaniannya untuk bersaing di pasar internasional. Â
Menurut dia, sektor pertanian sudah seharusnya dijadikan prime mover atau penggerak utama perekonomian nasional oleh pemerintahan yang akan datang. Perlu dukungan sektor lain seperti PU untuk pembangunan infrastruktur jalan pertanian maupun irigasi sehingga meningkatkan efisiensi produk pertanian.
Selain itu, perlunya dukungan permodalan yang hingga saat ini sangat sulit diakses oleh petani maupun pelaku usaha sektor pertanian lainnya. (Ant/OL-03)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/84342/23/2/Pertanian-Jangan-untuk-Sediakan-Pangan-Murah

Post a Comment