Sabtu, 11-07-09 | 21:30
ENREKANG -- Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Perumahan Pinang, Kecamatan Enrekang mengeluh akibat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Pasalnya, air dari PDAM yang melayani warga di perumahan itu tidak mengalir sejak delapan hari terakhir.
Akibatnya, ratusan warga yang bermukim di perumahan yang berhadapan dengan kantor Bupati Enrekang tersebut harus begadang hingga dinihari untuk mendapatkan air bersih. Setiap malam hingga pagi hari, warga Perumahan Pinang mengantre di halaman samping Kantor Bupati Enrekang untuk menadah air PDAM yang selama ini digunakan pegawai di Sekretariat Daerah.
Akibatnya, tagihan air harus ditanggung oleh pemerintah daerah. "Kita terpaksa mengambil air dalam kantor bupati, karena hanya itu satu-satunya sumber air yang mengalir pada malam hari. Jumlah KK yang ada dalam Perumahan Pinang saat ini, kurang lebih 250 KK, semua kesulitan air bersih," kata Amrul, 35, warga Perumahan Pinang, Jumat, 10 Juli.
Direktur Utama PDAM Enrekang, Saman Bompeng, mengakui distribusi air di perumahan tersebut saat ini terhambat lantaran kemarau yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir. "Debit air kita menurun akibat kemarau dari kemampuan produksi 40 liter per detik kini menurun menjadi 20 liter per detik, sehingga tidak mampu melayani seluruh pelanggan yang ada," jelas Saman.
Dengan kondisi produksi yang hanya 20 liter per detik, maka itu hanya mampu melayani 2.000 pelanggan, sementara jumlah pelangan PDAM dalam Kota Enrekang saat ini mencapai 4.000 lebih.
Salah satu solusi yang akan dilakukan PDAM, yakni dengan melakukan pembagian distribusi air secara bergiliran. "Jadi kita bagi zona. Misalnya zona satu dialirkan hari ini, maka besok giliran zona dua dan zona satu akan ditutup sementara," paparnya. (kas)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=63871

Post a Comment