Minggu, 31 Mei 2009 03:43
Bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidak perlu bingung mencari lokasi sekolah bagi buah hatinya. Saat ini sudah hadir sekolah inklusi untuk memenuhi sekaligus melindungi hak asasi anak dalam memperoleh layanan sistem pendidikan berkualitas.
SETIDAKNYA, melalui sistem pendidikan ini anak yang mengalami kebutuhan khusus bisa belajar dari teman sebayanya yang normal. Salah satu sekolah yang memperhatikan anak-anak kebutuhan khusus adalah Sekolah Cikal yang berlokasi di Jl Tb Simatupang, Jakarta Selatan.
Academic General Manager Lestari Sandjojo mengatakan, dalam proses belajar-mengajar di sekolah ini semua anak tidak dibedakan. Kendati demikian, lanjut wanita cantik ini, anak yang memiliki kebutuhan khusus memerlukan pendamping khusus dalam ruangan atau saat belajar.
“Dalam proses belajar mengajar, anak yang memiliki kebutuhan khusus itu memerlukan bimbingan khusus atau pendamping. Tapi itupun dilihat dari tingkat kebutuhan yang diperlukan anak tadi. Karena ada juga yang tidak memerlukan pendamping khusus. Bahkan terkadang teman sekelasnyalah yang menjadi pendamping mereka,” jelasnya.
Menurut dia, salah satu tujuan tidak dipisahnya antara anak yang tidak memiliki kebutuhan khusus dan anak yang memiliki kebutuhan khusus ini agar tercipta rasa memiliki dan menumbuhkan jiwa sosialisasi anak. Paling tidak, lanjut dia, jiwa sosial anak dikembangkan agar lebih responsif terhadap keadaan lingkungannya.
“Di sekolah Cikal ini, semua anak harus aktif dan kreatif. Artinya, aktif berpikir dan kreatif melakukan sesuatu hal yang positif. Salah satunya ada rasa peduli dengan teman yang ada di sekitarnya,” ungkapnya.
Disebutkan, untuk anak berkebutuhan khusus jam waktu sekolah sama dengan teman sebayanya. Hanya saja, jelasnya, selama waktu jam sekolah itu ada beberapa jam untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus diberikan pelatihan sendiri.
“Kebanyakan anak yang memiliki kebutuhan itu tidak terlihat secara sekilas, karena memiliki tingkatan berbeda. Meskipun demikian, para pengajar harus melihat kebutuhan apa yang mereka inginkan. Contohnya, para pengajar kerap menyampaikan kepada anak-anak yang tidak bermasalah tentang temannya yang memiliki kebutuhan khusus. Tujuannya supaya mereka juga ikut membantu. Kami suka bilang, ‘anak itu’ inginnya didekati sambil dibelai-belai. Selanjutnya, jika ada anak yang memiliki kebutuhan khusus gelisah, salah seorang temannya mendekati dan membelai-belai temannya supaya tenang,” ujarnya.
Peran sekolah memungkinkan anak belajar hidup di tengah masyarakat yang beraneka ragam. Untuk itu, Sekolah Cikal tidak memberikan rapor nilai dengan urutan ranking namun dibuat tingkatan yang bisa memacu perilaku anak, yaitu dengan penilaian baik, cukup, dan seterusnya.
“Tujuan dari penilaian ini supaya anak lebih terpacu dengan teman-teman sebayanya. Penilaian dengan angka tidak baik, karena namanya anak-anak itu pasti memiliki keahlian sendiri,” jelasnya.
Selama ini, dalam penilaian rapor di Sekolah Cikal sebisa mungkin tidak ada yang tidak naik kelas. Artinya, semua anak yang sekolah pasti naik kelas. “Anak itu sebenarnya bisa mendapatkan nilai yang baik jika arahan orangtua maupun gurunya baik. Untuk itu, di sekolah ini sebisa mungkin setiap anak mendapatkan pengawasan satu orang guru. Namun di rumah juga harus diperhatikan karena itu pun akan berpengaruh,” imbuhnya. O ema
Berbaur dengan Anak Normal
BK/EMA
SEMUA anak dengan kebutuhan khusus apa saja bisa diterima di sekolah inklusi. Hanya saja selain harus didukung dengan sarana dan prasarana yang mematok persyaratan khusus, dimana anak tersebut harus high functioning yaitu mampu mandiri juga bisa mengikuti proses belajar klasikal. Juga ada persetujuan maupun kesepakatan antara orangtua dan guru untuk mengembangkan tingkat berpikir maupun gerak tubuhnya.
Tina, salah seorang orangtua yang memiliki anak kebutuhan khusus mengatakan, perkembangan anaknya tidak sama dengan anak-anak lain pada umumnya. Artinya, anaknya memiliki kemampuan berpikir maupun tingkah laku lebih. Misalnya mudah marah atau terkadang tingkat konsentrasi yang dimilikinya cepat menurun.
“Waktu itu, saya sempat bingung juga mau menyekolahkan anak itu kemana. Tapi untungnya sekarang ini banyak sekolah yang juga menyediakan pelatihan untuk anak-anak memiliki kebutuhan khusus atau sekolah inklusi,” ujarnya.
Diakui, kondisi buah hatinya itu sempat membuatnya bingung karena usia anak semakin lama semakin bertambah. Sementara secara normal, ia harus mendapatkan pendidikan formal sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
“Di sekolah inklusi ini, anak saya tidak dipisahkan dengan anak yang tidak memiliki kebutuhan khusus sehingga tidak minder. Malah pengajar terlihat mengawasinya dengan baik dan mengikuti perkembangan anak,” akunya.
Lestari Sandjojo, Academik General Manager Sekolah Cikal mengatakan, orangtua yang akan menyekolahkan anaknya di sekolah ini harus ada perjanjian dan keterikatan yang jelas. Artinya, pihak orangtua mempercayakan anaknya ke sekolah.
“Untuk menyekolahkan anaknya, para orangtua harus melakukan keterikatan yang jelas dengan pihak sekolah. Sebelum sekolah dimulai, orangtua diberikan tes atau wawancara dengan tujuan agar para orangtua tidak menekan pihak sekolah tapi introspeksi diri,” tuturnya.
Menurut dia, untuk anak-anak kebutuhan khusus tidak dibedakan dengan anak-anak normal. Dalam pemilihan kelas pun dilakukan beberapa tahap, di antaranya melalui pengisian formulir untuk mengetahui kemampuan anak.
“Jadi, sebelum masuk sekolah dilakukan tes yang intinya untuk pemilihan kelas. Dibedakan menjadi tiga, yaitu penglihatan, pendengaran, dan kinestetis. Pemilihan kelas itu paling tidak untuk melihat bagaimana proses belajar si anak sehingga penangkapannya cepat,” jelasnya. O ema
DAFTAR SEKOLAH INKLUSI di DKI
Sekolah Dasar Negeri
1. SDN Bendunganhilir Jakpus. Telp 5720347
2. SDN Joharbaru 29 Jakpus. Telp 4286189
3. SDN Cempakaputih Barat 16 pg Jakpus. Telp 4284357
4. SDN Sungai Bambu 02 pt Jakut. Telp 43931487
5. SDN Pluit 06 pt Jakut. Telp 6618555
6. SDN Kelapagading Timur 04 pg Jakut. Telp 4517505
7. SDN Marunda 02 pg (SDN Model) Jakut. Telp 91S2127
Sekolah Swasta
1. SD Madaniah Parung, Bogor
2. Sekolah SUBUD PasarMinggu, Jaksel
3. Sekolah GLOBAL JAYA Bintaro
4. Sekolah Lazuardi Cinere, Jaksel
5. Sekolah GLOBAL MANDIRI Cibubur
6. Sekolah AL-FATH Jaktim
7. Sekolah MONTESORY Kelapagading
8. Sekolah CIKAL Jaksel
9. Sekolah HIGH Scope Jaksel
10. Sekolah Mutiara Indonesia Jaksel
11. Sekolah Dua Mei Jaksel
http://www.beritakota.co.id/bk-minggu/keluarga/6333-sekolah-inklusi-untuk-anak-kebutuhan-khusus.html

Post a Comment