11 Juli 2009 18:16 WIB
JAKARTA--MI: Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam mengatakan, data kemiskinan yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) sangat aneh dan justru bisa menjadi bahan tertawaan orang.
"Orang jadi tertawakan kita karena ditengah gencarnya pemberitaan mengenai PHK, BPS justru mengumumkan hasil survei yang memperlihatkan telah terjadi penurunan angka kemiskinan di tanah air," kata Latif Adam di Jakarta, Sabtu (11/7), berkaitan dengan hasil survei BPS tentang kemiskinan di Indonesia.
Data BPS menunjukkan telah terjadi penurunan angka kemiskinan sekitar 2,4% atau menjadi 31,5 juta jiwa dari total penduduk Indonesia.
Menurutnya, hasil survei yang diumumkan BPS itu lebih bersifat politis dan diduga dilakukan dengan memanipulasi metodologi survei karena hasilnya jauh dari kenyataan yang terjadi di lapangan saat ini, dimana ada begitu banyak rakyat Indonesia yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
Latif Adam mengakui memang ada inflasi tetapi hanya kecil sekali . Selebihnya adalah deflasi dan itu mencerminkan kemiskinan karena berhubungan dengan penurunan daya beli masyarakat. Latif Adam mengatakan, mestinya tidak boleh ada manipulasi data dalam melakukan survei karena datanya digunakan untuk proses perencanaan. (Ant/OL-01)
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/84791/23/2/Data-Kemiskinan-BPS-Jadi-Bahan-Tertawaan

Post a Comment