Rabu, 15 Juli 2009 | 21:45 WITA
JAKARTA, TRIBUN -- Teori marketing yang ada di Indonesia adalah hasil plagiat dari teori marketing dari Amerika. Menurut Rheinald Kasali pakar marketing, hal itu disebabkan banyak kalangan hanya mempelajari ilmu marketing dari buku tanpa mendapat pendidikan tentang marketing yang sesungguhnya.
"Mereka langsung mengambil teori marketing Philip Kotler atau pakar lainya," ujarnya saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu ( 15/7 ) malam.
Hal itu justru tidak menguntungkan bagi marketer, kondisi Indonesia berbeda dengan Amerika. Di negeri Paman Sam semuanya lebih bisa diprediktif ramalan cuaca akurat, partaipun hanya dua yaitu republik dan demokrat, selain itu masyarakat Amerika sudah bersifat fungsional.
Sedangkan masyarakat Indonesia lebih demonstratif dan susah diprediksi, sehingga teori marketing Amerika tidak dapat diterapkan seutuhnya di Indonesia. Akan lebih efektif jika teori tersebut diadaptasikan dengan budaya yang berlaku pada masyarakat Indonesia.
Lebih jauh Rheinald menerangkan, kesalahan lain yang dilakukan para marketer, saat ini marketer memusatkan kegiatan mereka di Jabodetabek. "Padahal perputaran uang tidak hanya di Jabodetabek, di daerah seperti Palembang lebih banyak uang yang beredar. Akan lebih baik jika usaha dilakukan secara desentralisasi" sarannya.(*)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/38845

Post a Comment