Kamis, 16 Juli 2009 14:15
OLEH: WEB WAROUW
Jakarta – Sehubungan dengan wabah penyakit menular influenza A H1N1 (flu babi) dan H5N1 (flu burung) di Indonesia, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari membangun koordinasi antara Departemen Kesehatan, Departemen Pertahanan, Menko Polhukam, dan Badan Intelijen Negara (BIN).
ANTARA/Eric Ireng
”Tentang pervirusan ini kita bekerja dengan Menhan, Menko Polhukam dan BIN. Kita tidak boleh menyepelekan peran senjata biologi. Ini sudah urusan pertahanan nasional,” tegas Menkes.
Ia menambahkan, saat ini ketahanan nasional tidak hanya berurusan dengan peluru dan baja, tetapi ke depan akan berhadapan dengan virus penyakit. Saat ini masih banyak pihak yang menertawakan keberadaan senjata biologis, tetapi semua harus sadar bahwa itu nyata mengancam umat manusia di dunia ini.
Menurutnya, kondisi luar biasa (KLB) flu A H1N1 saat ini tidak bisa dihadapi dengan ilmu public health biasa, tetapi harus dengan bekerja sama sebaik mungkin. Untuk itu, semua pihak harus bersatu menghadapi berbagai kemungkinan saat ini dan di masa depan. ”Saya maunya surveillance yang terpusat, centralized (tersentralisasi). Karena surveillance tugasnya pelacakan seperti detektif. Tim khusus sudah kami siapkan. Kami akan bentuk Pusat Surveillance Nasional,” jelasnya.
Siti Fadilah juga menjelaskan bahwa perizinan dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) sudah turun. ”Tinggal memilih siapa yang bisa mimpin. Surveillance adalah pilar ketahanan nasional di bidang penyakit. Tahun ini sudah terbentuk,” tambahnya. Indonesia akan mengambil langkah sama seperti negara lain, jika jumlah kasus flu A H1N1 terus meningkat.
“Kalau sudah banyak jumlahnya, maka kita akan meniru Amerika saja. Amerika tidak perlu merawat orang yang sakit, tidak perlu diambil swap tenggorokannya. Ngerjain satu swap tenggorokan cukup mahal, itu Rp 3 juta lho harganya. Jadi kalau sudah ribuan orang jatuhnya mahal banget. Lebih irit lagi enggak usah dikasih Tamiflu, tapi diganti obat penurun panas,” lanjutnya.
Dalam keadaan demikian, siapa saja yang sakit dianjurkan jangan keluar dari rumah dan memakai masker. ”Jadi siapa yang sakit, tolong pakai masker dan duduk di rumah saja, tidak jalan-jalan ke mal, jangan pergi kerja dan sekolah,” jelasnya lagi. Menurut Menkes, Indonesia tidak perlu meliburkan sekolah, karena malah akan menimbulkan kepanikan.
Pasien Kabur
Sementara itu, pihak Rumah Sakit (RS) Sanglah Denpasar masih terus mencari pasien suspect flu A H1N1, Dewi, warga Denpasar Barat yang kabur dari RS Sanglah, Selasa (14/7), saat dirawat di ruang isolasi. Menurut Kepala Humas RS Sanglah, Gusti Agung Putra Wibawa, pihaknya kesulitan mencari Dewi karena belum sempat mendata identitasnya secara lengkap. Tetapi dikhawatirkan Dewi dapat menularkan virus flu A H1N1 kepada orang lain. Sementara itu, tiga orang positif terinfeksi flu A H1N1 saat ini dirawat di ruang isolasi RSUP Kariadi Semarang.
(cinta malem ginting/su herdjoko)
http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/virus-jadi-urusan-pertahanan-nasional/

Post a Comment