Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Warga Keluhkan Biaya Daftar Ulang

Rabu, 15 Juli 2009

NATAR (Lampost): Orang tua dan wali murid SMA Negeri 1 Natar, Lampung Selatan, mempertanyakan kebijakan sekolah yang memberlakukan biaya daftara ulang untuk kenaikan kelas sebesar Rp314 ribu. Nilai tersebut belum termasuk biaya SPP Rp105 ribu.

Para orang tua dan wali murid SMA 1 Negeri Natar juga mempertanyakan proses penetapan biaya daftar ulang tersebut karena tanpa persetujuan dan rapat dengan wali murid. Jika tidak ada reaksi dari pihak sekolah, ratusan orang tua dan wali murid mengancam akan melakukan unjuk rasa dan melaporkan masalah tersebut ke Dinas Pendidikan. Sebab, wali murid mencurigai kebijakan tersebut dilakukan atas kepentingan kepala sekolah, benhadara sekolah, dan oknum ketua komite sekolah.

"Kami tidak pernah tahu, apalagi diundang untuk menentukan biaya-biaya itu. Sekolah negeri itu kan sekolah milik pemerintah yang banyak dibiayai negara. Kok masih ada yang seperti ini," kata seorang wali murid, yang minta namanya tidak disebutkan, karena khawatir dengan nasib anaknya yang ada di sekolah tersebut.

Para wali murid yang mendatangi kantor HU Lampung Post, Selasa (14-7), pagi mengatakan mereka kaget mendapatkan surat dari pihak sekolah yang dibawa anak mereka pulang ke rumah. Mereka diminta membayar uang daftar ulang Rp314 ribu, dengan alasan untuk dana komite sekolah. Surat itu ditandatangani Kepala Sekolah Mujiati, Komite Sekolah Aliudin, dan Bendahara Sekolah Sihombing.

Para wali murid mencurigai adanya indikasi para oknum pengurus pihak sekolah dan komite sekolah memperkaya diri dengan mencari keuntungan dari biaya yang ditarik dari pelajar dengan berdalih untuk kepentingan komite sekolah.

"Ada ratusan murid yang sekolah di SMA Negeri 1 Natar itu. Jika 500 siswa saja dikalikan Rp314 ribu itu sudah Rp157 juta. Jika tiga tahun sudah 471 juta. Seharusnya penarikan dilakukan satu angkatan saja, sekolah itu sudah sangat mewah. Keadaan sekolahnya, Mas bisa lihat sendiri," kata dia, yang juga diamini tiga wali murid lainnya yang tinggal di Haji Mena, Natar.

Saat di komfirmasi, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Natar Dra. Mujiati sedang tidak ada di tempat. Pihak sekolah menyebutkan bahwa kepala sekolah sedang ke kantor Cabang Dinas. Ketika dihubungi melalui telepon, Mujiati tidak menjawab. n JUN/K-2

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009071423291019
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts