Jumat, 26 Juni 2009 pukul 11:58:00
KIMIAWI: Bagi para wanita, sebaiknya lebih berhati-hati terhadap kandungan kimia dari kosmetika termasuk shampo yang dapat mengganggu bayi dalam kandungan
LONDON-- Bahan kimia yang digunakan pada sampo, mainan, hairspray dan kosmetik diduga turut andil pada penurunan berat bayi ketika lahir. Demikian sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini di Universitas Fudan dan Rumah Sakit Militer di Shangai China.
Para peneliti menyatakan penemuan tak hanya menghubungkan kandungan kimia dengan penurunan berat badan bayi saat lahir tetapi juga potensi kematian bayi diawal minggu pertama pasca kelahiran dan masalah kesehatan bayi di masa depan. Selain itu, bayi-bayi yang terkontaminasi rentan pula terkena penyakit jantung nantinya seperti dilansir Telegraph, Kamis (25/6).
Studi kemudian menyebut Pthalates, senyawa kimia yang biasa digunakan pada proses pembuatan plastik. Pthalates memungkinkan plastik berkarakteristik lentur dan transparan namun sangat berbahaya terhadap kekebalan tubuhan manusia bahkan menyebabkan kemandulan pada pria.
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah pengambilan contoh darah dari 201 bayi yang baru lahir. Sekitar 30 % atau sebanyak 88 bayi memiliki berat kurang dari 2.5 kg. Peneliti kemudian menemukan 7 dari 10 bayi memiliki kadar siginifikan dari Pthatalates dalam tubuhnya. Bayi dengan berat badan ringan sekitar 30% jauh lebih banyak ketimbang bayi normal kandungan kimianya.
Peneliti dari Universitas Fudan dan Rumah Sakit Militer di Shanghai, CIna,.Dr. Reshan Ge mengatakan hasil penelitian menunjukan kandungan Pthalates pada kelahiran dan sebelum kelahiran menandakan kemungkinan penyebab resiko penurunan berat pada bayi.
Namun, pernyataan tersebut segera dibantah ahli Pthalates dari Univeritas Exeter, Prof. Charles Tyler. Menurut Tyler, penelitian seharusnya menambahkan pertumbuhan badan sebagai pembanding dengan pertimbangan Pthalates memiliki efek meluas pada tubuh."Hal itu, kemudian akan bertalian antara pthalates dan penurunan berat badan. Korelasi ini terlihat nyata tapi itu hanya sebatas korelasi saja tidak lebih," tutur Tyler.
Dia menganalogikan penelitian tentang bahaya Pthalates diibaratkan seperti akhir dari sebuah hari diperlukan pengetahuan manusia untuk memprediksi cuaca, apakah sangat mendukung dengan melihat komponen-komponen yang diketahui pada aktivitas manusia selanjutnya.
Peneiltian sebelumnya telah menunjukan kandungan kimia dalam tubuh akan berdampak pada produksi hormaon. Artinya, berpotensi berhubungan dengan masalah kesuburan. Secara luas, Pthalates telah digunakan dalam industri pada tahun 1930an, kandungan Phtalates juga terdapat pada lem dan cat serta bahan tambahan pada pembuatan plastik untuk memunculkan efek melentur.
Di Eropa, semenjak tahun 2005, penggunaan Phtalates pada sampo dan produk lain dilarang. Namun tetap saja ditemukan pada berbagai jeni kosmetik, parfum dan lainya. (cr2/rin)
http://www.republika.co.id/berita/58659/Waspada_Zat_Kimia_Kosmetik

Post a Comment