Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Askeskin di Flotim untuk Aparat

Jumat, 31 Juli 2009 | 08:47 WITA

LARANTUKA, POS-KUPANG.COM---Sejumlah warga di Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur mengeluh tidak meratanya pembagian kartu asuransi kesehatan masyarakat miskin (askeskin) yang mestinya diperuntukan bagi masyarakat dari keluarga miskin. Askeskin lebih difokuskan untuk keluarga oknum aparat desa. Ada warga dari kalangan keluarga miskin yang meninggal dunia karena tidak memiliki biaya untuk pengobatan.

Hal itu diungkapkan fasilitator desa dari 16 desa di Kecamatan Adonara Barat saat mengikuti kegiatan penguatan kapasitas masyarakat untuk mengenal dan memahami sistem perencanaan, penganggaran dan pelayanan publik yang digelar Oxford Committee For Femine Relief di Susteran PRR, Weri, Larantuka, Selasa (28/7/2009).

Kegiatan itu diikuti masyarakat Adonara Barat, beberapa kepala desa dan staf PNS lingkup Pemkab Flotim. Namun, staf PNS lingkup Pemkab Flotim tidak hadir.

Dalam materi yang difasilitasi Patrisius Usfomeni dan Rinto Andriyono dibahas masalah kesehatan, pendidikan, gender dan peran serta masyarakat di desa. Para peserta yang umumnya berasal dari warga pedalaman dan pesisir mengungkapkan, sering terjadi korban warga meninggal dunia karena ketiadaan biaya.

"Dua tahun lalu seorang bocah yang orangtuanya miskin harus meninggal dunia karena tidak punya uang untuk berobat. Padahal di desa ada askeskin, tapi si bocah dan orangtuanya tidak dapat askeskin. Bukan kasus ini saja tapi masih banyak warga miskin lainnya juga tak dapat askeskin. Yang dapat askeskin umumnya keluarga dari lingkungan aparat desa, mulai dari kepala desa hingga aparatnya," keluh puluhan warga peserta kegiatan itu.

Selain itu, ungkap mereka, kurangnya tenaga medis khususnya bidan desa (bides) dan perawat yang bertugas di pustu dan polindes juga mengakibatkan tingginya angka kesakitan di masyarakat.

"Kalaupun ada bidan dan perawat, mereka sering meninggalkan tempat tugas karena sarana prasarana yang tersedia di pustu atau polindes sangat terbatas. Apalagi jalan di desa sangat buruk, terutama menuju ke pustu dan polindes. Hal ini berakibat pada tingginya angka kesakitan," ungkap warga.
Mereka juga mengungkapkan, banyak anak-anak kurang gizi akibat rendahnya fasilitas, sarana prasarana kesehatan.

"Anak yang sehat mestinya mendapat asupan yang cukup serta perlu ada pencerahan tentang kesehatan oleh tenaga medis dan lainnya. Namun di desa kami kurang ada penjelasan soal ini sehingga banyak anak kami buncit perut alias gizi buruk," tambah mereka.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Mikael Leu Ape, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan keterbukaan, tanggung jawab dan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan penganggaran, membangun kapasitas masyarakat dan lokal media untuk ikut mempengaruhi sistem penganggaran sehingga bisa menyentuh kebutuhan kaum marginal, dan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk bisa dapat melakukan perencanaan dan penganggaran bersama. (*)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/32044/askeskin-di-flotim-untuk-aparat
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts