Senin, 03 Agustus 2009 | 06:10 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor - Departemen Pendidikan Nasional menargetkan jumlah sekolah bertaraf internasional terus bertambah dalam lima tahun mendatang. Paling tidak, menurut Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Bambang Indriyanto, sekolah tersebut tersedia tiap di kabupaten. "Jenis sekolah ini merupakan cara tercepat untuk mengukur mutu pendidikan," kata Bambang dalam diskusi tentang pendidikan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Bambang menjelaskan, target pendirian sekolah bertaraf internasional diukur melalui keberhasilan hasil ujian nasional. Sehingga, dia melanjutkan, dalam lima tahun ke depan Departemen Pendidikan Nasional berharap jumlah sekolah bertaraf internasional akan terus bertambah. "Agar mutu pendidikan Indonesia juga meningkat," katanya.
Hasil ujian sekolah bertaraf internasional itu, kata dia, nantinya akan dibandingkan dengan sekolah-sekolah di semua negara anggota Organisasi untuk Ekonomi, Kerja Sama, dan Pembangunan (OECD), misalnya Korea Selatan dan Jepang.
Bambang menegaskan, pendirian sekolah bertaraf internasional bukanlah untuk komersialisasi pendidikan, meski ada kelonggaran dari Departemen Pendidikan bahwa sekolah bertaraf internasional dibolehkan memungut sumbangan dari siswanya.
Di Jakarta, sekolah bertaraf internasional ada enam buah. Wakil Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jakarta Kamaludin menyatakan Pemerintah Kota Jakarta setiap tahun menargetkan jumlah sekolah bertaraf internasional bertambah 10 sekolah.
Meski dibolehkan memungut sumbangan, Kamaludin menyatakan bahwa pihaknya sedang menghitung kebutuhan untuk menggratiskan sekolah bertaraf internasional. Bahkan, kata dia, "Kami juga mempertimbangkan penggratisan dalam program wajib belajar 12 tahun, termasuk bagi sekolah kejuruan."
DIANING SARI
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2009/08/03/brk,20090803-190346,id.html

Post a Comment