PadangKini.com | Selasa, 04/08/2009, 11:55 WIB
PADANG--Hujan buatan yang dilakukan PLN bekerjasama dengan BPPT di tiga lokasi PLTA di Sumatera Barat tidak optimal, akibatnya target menambah debit air danau gagal dan pemadaman bergilir terjadi lagi di Sumatera Barat.
Hal itu dikatakan staf Humas PT PLN Persero Wilayah Sumbar Asep Irman kepada PadangKini.com, Selasa (04/08/2009).
"Program hujan buatan di daerah tangkapan air Danau Singkarak, Maninjau dan waduk Koto Panjang tidak maksimal, meski bibit garam sudah disebar namun kurangnya awan mempengaruhi, memang sempat turun hujan namun tidak bisa menambah elevasi muka air danau," kata Asep.
Akibatnya, pemadaman bergilir tidak bisa dihindari di Sumatera Barat. Di Padang misalnya, pemadaman bergilir terjadi hampir setiap hari dengan durasi dua hingga tiga jam.
"Pemadaman bergilir karena memang tiga PLTA (Maninjau, Singkarak, KotoPanjang) hanya mampu beroperasi sekitar 30 persen hingga 40 persen, akibatnya Sumbar mengalami defisit listrik sekitar 70-100 MW tiap hari," tambahnya.
Meskipun saat ini sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan sudah terinterkoneksi dengan Sumatera Selatan dan defisit di Sumbar dapat dibantu dari suplai listrik Palembang, namun belum juga optimal.
"Setidaknya Sumbar juga memiliki pembangkit yang bisa menjadi pengangga sehingga bisa mengantisipasi kondisi PLTA di Sumbar yang setiap tahun sumber airnya selalu menghadapi kekeringan," lanjut Asep. (o)
http://www.padangkini.com/berita/single.php?id=5644

Post a Comment