Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Jelang Lebaran, Pasar Tradisional di Bantul Disidak

Jum'at, 11 September 2009 - 17:22 wib

BANTUL - Menjelang Lebaran berbagai instansi melakukan razia makanan dan minuman tidak layak konsumsi. Seperti yang dilakukan petugas gabungan dari Balai POM Yogyakarta, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, dan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bantul.

Tak ingin kecolongan dengan masih maraknya makanan dan minuman tidak layak konsumsi di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bantul, jajaran Polres Bantul yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bantul, AKBP Stepen M Napiun juga melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Jumat, 11/9/2009).

Rombongan Kapolres dalam sidak pertama di Pasar Tradisional Bantul Kota, langsung menanyai sejumlah pedagang makanan dan minuman.

Kedatangan dari rombongan Kapolres sendiri disambut oleh pedagang dengan sikap ramah karena pedagang sudah lazim menerima sidak dari petugas menjelang perayaan hari besar keagamaan.

"Jualan saya tidak ada yang kedaluwarsa, semua aman untuk dikonsumsi," kata salah seorang pedagang makanan di pasar Bantul, Ny Parmi.

Sementara Narti, seorang pedagang daging sapi ketika ditanya Kapolres Bantul tentang harga dan asal muasal daging sapi mengatakan, harga daging sapi hingga menjelang Lebaran masih stabil, dalam kisaran harga Rp64 ribu per kilon.

"Daging kita tidak ada yang gelonggongan. Kita mendapatkan pasokan daging sapi dari Desa Segoroyoso, Pleret, Bantul," katanya.

Dari hasil sidak yang dilakukan jajaran Kapolres Bantul, beberapa harga sayuran khususnya cabe merah yang sebelum puasa mencapai di atas Rp17.000, menjelang Lebaran justru turun menjadi Rp5.000 per kilo.

"Harga bawang merah juga turun, karena saat ini petani bawang merah dan cabe di Bantul sedang panen," kata salah seorang pedagang sayuran di Pasar Tradisional Bantul Kota.

Stepen menambahkan, para pedagang diharapkan menjual makanan dan minuman sesuai dengan aturan, sehingga tidak membahayakan pembeli serta tidak merugikan pembeli.

"Jualan yang jujur ya bu, semoga mendapatkan rejeki yang melimpah menjelang Lebaran ini," imbuh Stepen kepada sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Bantul Kota. (lsi)

http://ramadan.okezone.com/read/2009/09/11/335/256766/jelang-lebaran-pasar-tradisional-di-bantul-disidak
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts