Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Kadin G-20 Sepakat Kurangi Proteksionisme

Jum'at, 18 September 2009 | 20:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari seluruh negara yang tergabung dalam G-20--minus Amerika Serikat--sepakat akan mengurangi kebijakan proteksionisme demi pemulihan ekonomi dunia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), M.S. Hidayat mengatakan ini merupakan salah satu kesepakatan yang akan dideklarasikan dalam Konfrensi Tingkat Tinggi G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat pada 24 - 26 September mendatang. “Kadin dari G-20 juga akan ada pertemuan khusus dan membuat pernyataan bersama tentang ini,” kata Hidayat saat dihubungi Tempo, Jumat (18/9).

Hidayat termasuk dalam rombongan yang akan berangkat ke pertemuan tersebut bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menteri-menteri terkait.

Hal lain yang akan dideklarasikan, lanjut Hidayat, antara lain, Kadin G-20 mendukung pemulihan ekonomi dunia, mendukung pemulihan negara-negara Asia yang dipelopori oleh India, Indonesia,Cina serta sepakat untuk menormalisir perdagangan internasional.

Direktur Eksekutif Institut Global of Justice (IGJ) Indah Suksmaningsih berharap Presiden sebagai Ketua G-20 untuk bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. “Jangan hanya kepentingan pasar yang dilihat, tapi juga perlindungan untuk negara-negara berkembang,” kata Indah saat dihubungi hari ini.

Indah berpendapat, penunjukan SBY sebagai ketua G-20 bisa jadi merupakan strategi negara-negara maju untuk mengendalikan hasil perundingan. Sebab, jabatan ketua mempunyai kewajiban membuat perundingan berhasil tercapai.

“SBY mesti tetap mempertimbangkan permintaan negara-negara berkembang untuk dilindungi, paling tidak secara minimal misalnya dengan safeguard,” kata Indah.

Adapun, penyelesaian putaran Doha disebut-sebut menjadi salah satu agenda di pertemuan G-20. Mengenai hal ini, Indah berharap para menteri tidak membiarkan diri ditekan oleh negara maju untuk menghilangkan perlindungan bagi negara berkembang. “Perlindungan safeguard itu tidak menutup pasar 100 persen. Itu agar kesejahteraan masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.

NIEKE INDRIETTA

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/09/18/brk,20090918-198780,id.html
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts