Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

RSUAM Minimalisasi Kecurangan

Senin, 2 November 2009

BANDAR LAMPUNG (Lampost): RSUAM mengubah sistem layanan manual menjadi komputerisasi. Perubahan kartu kuning atau kartu berobat gratis untuk meminimalisasi kecurangan di dalam rumah sakit.

Bagian Sistem Informasi Manajemen RSUAM Muhammad Toha mengatakan salah satu kewajiban meningkatkan kinerja pelayanan RSUAM--yang telah ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah--dengan mengubah sistem manual menjadi komputerisasi melalui sistem informasi manajemen (SIM).

Sistem layanan komputerisasi bertujuan agar dapat meningkatkan kinerja pelayanan rumah sakit yang lebih aktual dan transparan. Petugas dapat dengan mudah melayani pasien karena semua data sudah tersimpan dalam komputer, serta mengurangi praktek kecurangan yang terjadi di rumah sakit.

Sistem informasi manajemen merupakan sarana atau alat untuk membantu pelayanan yang aktual dalam kinerja keuangan dan pelayanan. Empat hal pokok yang penting dalam penerapan SIM yaitu hardware atau jaringan, aplikasi atau software, brandware atau sumber daya manusia, dan prosedur alur atau sistem organisasi.

Pencanangan SIM yang lengkap dengan cakupan jaringan terluas mulai dari pendaftaran, poliklinik, penunjang, laboratorium, hemodialisis, hingga ruang rawat inap mulai dilakukan pada rumah sakit negeri di RSUAM, sedangkan rumah sakit lain akan menyusul.

Dia menambahkan sistem informasi manajemen juga sudah diterapkan di rumah sakit swasta seperti Rumah Sakit Urip Sumoharjo dan Rumah Sakit Graha Husada.

Rancangan sistem layanan ini baru di uji coba hingga tiga bulan mendatang pada bulan Desember, sedangkan mulai aktif beroperasi di rumah sakit mulai bulan Januari 2010.

Sistem jaringan yang digunakan merupakan sistem FO, yaitu agar pencarian data pasien dapat cepat terdeteksi. Adanya sistem komputerisasi dapat dengan mudah membantu keluarga pasien maupun petugas medis untuk menjalankan tugas. Pasien hanya memberikan kartu rekam medik pasien. Setelah memasukan nomor pada kartu pasien, data-data pasien secara otomatis akan terlihat di kaca komputer. Kemudian, pasien tidak perlu repot-repot mengurus berkas-berkas ke setiap ruangan apabila semua sistem sudah beroperasi.

Toha mengimbau kepada masyarakat bahwa saat ini pergantian kartu kuning berobat pasien diberikan secara gratis. Namun, apabila pasien menghilangkan kartu berobat atau kartu rekam medik pasien, pasien akan didenda atau dikenakan biaya pembuatan kartu baru.

Pentingnya kartu rekam medik pasien yakni agar data-data mengenai pasien, tanggal terakhir berobat, tanggal terakhir rawat inap, serta diagnosis terakhir pasien terdata di komputerisasi.

Kini, uji coba sistem komputerisasi sudah berjalan di bagian pendaftaran askes dan jamsostek, pendaftaran jamkesmas, umum, serta unit gawat darurat (UGD). Sedangkan poliklinik, laboratorium, rawat inap, dan penunjang lainnya akan menyusul. n MG9/K-1

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009110207074514
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts