Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

5.000 Warga Bekasi Krisis Air

Kamis, 3 Desember 2009 | 12:30 WIB

Ribuan Kepala Keluarga (KK) di sebagian wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mengalami krisis air bersih akibat panel induk listrik distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat terbakar.

"Panel induk distribusi air yang berlokasi di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, terbakar sekitar pukul 01.00 dini hari tadi, sehingga kami terpaksa menghentikan distribusi air hingga situasi normal," kata Kepala Humas PDAM Bekasi, Komarudin Rachmat, Kamis (3/12).

Menurut Komar, kerusakan panel diakibatkan oleh arus pendek listrik hingga mengakibatkan alat senilai puluhan juta rupiah tersebut terbakar.

"Saat ini sedikitnya 5.000 warga yang tersebar di sembilan wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi tidak mendapat pasokan air bersih sejak malam tadi. Akibat kerusakan ini kami tidak bisa memproduksi air," katanya.

Wilayah tersebut, katanya, adalah Perumahan Margahayu, Kecamatan Setiamekar, Kecamatan Jati Mulya, Perumahan Pondok Hijau Permai, Perumahan Rawa Lumbu, Kecamatan Narogong, dan Bulak Kapal Kota Bekasi. Sementara Kabupaten Bekasi terjadi di Perumahan Buni Sari, Kecamatan Tambun.

"Guna mengantisipasi, kami sudah mendatangkan satu unit panel yang di sewa dari pihak swasta. Panel sementara itu lah yang akan menggantikan panel induk untuk sementara. Saat ini sedang kami pasang," katanya.

Ditambahkan Komar, upaya perbaikan panel induk memerlukan waktu sedikitnya dua pekan.

"Distribusi air sudah dapat kembali beroperasi mulai pukul 17.00. Namun, hasilnya tidak akan maksimal sebab hanya mengandalkan panel hasil sewa milik swasta," ujar Komar.

Sementara bagi sebagian warga yang tetap mengalami krisis air, kata dia, pihaknya akan mendistribusikan air secara manual ke rumah-rumah penduduk menggunakan truk tangki.

"Bagi warga yang memerlukan pasokan air bersih dapat secara langsung menghubungi kami di nomor telepon 021 884490. Kami akan mengantarkan langsung ke rumah menggunakan truk tangki," ujarnya.

Secara terpisah Ita Puspita (25), warga Tambun, mengaku kecewa dengan situasi tersebut. "Sebab, saya sedang mempersiapkan acara pernikahan saya pada hari Sabtu besok. Saya khawatir situasi ini akan menjadi kendala besar," katanya.

Ita mengaku, mengetahui kejadian itu setelah mendengar pemberitahuan kerusakan panel PDAM lewat siaran radio lokal setempat. "Pemberitahuan itu dilakukan sejak malam tadi secara rutin hampir setiap jam," katanya.

Ita berharap, pihak PDAM Bekasi segera memperbaiki distribusi air ke kondisi normal. "Kami bayar secara rutin tiap bulan. Sementara, bila telat kami diancam akan diputus aliran airnya. Saya harap PDAM bisa bekerja secara profesional," katanya. (Antara/ink)

http://www.wartakota.co.id/read/layananumum/17589
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts