Kamis, 3 Desember 2009 | 22:11 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat, pengaduan masalah listrik selalu menduduki ranking ketiga terbesar sejak 10 tahun terakhir. Pada periode 2005-2008, YLKI menerima pengaduan dari konsumen listrik seluruh Indonesia termasuk wilayah Jakarta sebanyak 5.893 kasus. Hal ini disampaikan Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, dalam seminar "Masalah dan Solusi Krisis Kelistrikan di DKI Jakarta dan Tangerang", Kamis (3/12), di Hotel Manhattan, Jakarta.
Tulus menambahkan, bagi sebagian masyarakat, energi listrik nyaris menjadi kebutuhan dasar. Tersambungnya aliran listrik di rumah konsumen pada batas tertentu juga merupakan tanda kemakmuran sosial. Pada konteks ekonomi makro, energi listrik menjadi salah satu infrastruktur yang sangat menentukan. "Krisis listrik yang semula hanya terjangkit di luar Pulau Jawa, kini penyakit itu telah menjalar ke Pulau Jawa bahkan area Jabodetabek," ujarnya.
Hal itu membuat peningkatan pengaduan konsumen terhadap buruknya layanan PLN. Dari total jumlah keluhan konsumen ke YLKI, sebanyak 33,29 persen di antaranya adalah soal mutu produk (gangguan, pemadaman, voltase tidak stabil), 22,81 persen terkait pengelolaan sumber daya manusia (layanan petugas kurang simpatik), 15 persen soal bisnis proses (permohonan pasang baru, tambahan atau turun daya). Sisanya soal tarif dasar listrik, dan penerangan jalan umum.
EVY
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/03/22114446/pengaduan.masalah.listrik.tetap.tinggi

Post a Comment