Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Pelayanan di RSUYA Tapaktuan: Tak Ada Listrik, Lilin pun Jadi

17 December 2009, 14:13

TAPAKTUAN - Apa jadinya jika satu tempat pelayanan publik, seperti rumah sakit, misalnya, tidak ada listrik? Rasanya, tak ada pilihan lain, lilin atau senter pun jadi untuk alat penerangan. Kondisi inilah yang terjadi di Rumah Sakit Umum Yuliddin Away (RSUYA) Tapaktuan, selama hampir sepekan terakhir. Kondisi tersebut, diakui sangat mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit terbesar di Kabupaten Aceh Selatan itu. Akibat terbakarnya satu unit sistem pembagi arus (trafo), suplai aliran listrik dari PLN ke RSUYA, selama hampir sepekan ini dilaporkan terputus.

Sejumlah keluarga pasien mengeluh akibat terganggunya sarana penerangan di tempat pelayanan publik itu dan petugas medis terpaksa melakukan perawatan dalam penerangan lilin dan senter. “Saya sudah tiga hari menunggui anak yang menjalani rawat inap di rumah sakit ini, diterangi cahaya lilin,” kata Zamzami (38), warga Labuhan Haji. Menurutnya, arus listrik yang ada di RSUYA tidak sampai putus total. Sebab, dalam setiap empat jam, listriknya mati satu hingga dua jam. Meskipun sudah berlangsung sepekan, namun hingga saat ini belum ada upaya pihak rumah sakit atau pemerintah setempat untuk penanganan darurat.

Ketua Fraksi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Hendriyono, mengatakan penerangan listrik di rumah sakit tipe C itu sejak enam hari terakhir menggunakan generator (genset), tapi setiap empat jam, mesin itu dimatikan selama satu hingga dua jam. Saya kasihan melihat anak-anak bayi yang berada dalam alat penjaga suhu tubuh (incubator) saat listrik mati dan menyaksikan para perawat melakukan penanganan medis hanya dengan menggunakan lilin dan senter,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Zirhan SP, anggota Fraksi Partai Aceh Partai Aceh (PA) yang meminta pihak rumah sakit untuk segera mengatasi persoalan penerangan listrik yang menjadi keluhan pasien di rumah sakit itu. “Gangguan arus listrik di RSUDYA itu sudah terjadi sejak Kamis (10/12), tapi hingga saat ini belum ada kepastian kapan akan normal kembali. Ini tidak dapat dibiarkan sebab menyangkut keselamatan jiwa,” katanya.

Direktur RSUDYA Tapaktuan, Akmal Jawardi, yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (16/12) kemarin, mengakui bahwa arus listrik yang dipasok dari PLN, sejak 10 Desember lalu mengalami gangguan. Gangguan ini, menurut keterangan pihak PLN kepada pihaknya, akibat rusaknya trafo di gardu depan rumah sakit itu.

Menurutnya, kerusakan trafo itu tidak menimbulkan kendala besar bagi para medis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Sebab untuk memenuhi kebutuhan arus listrik pihaknya telah mengoperasionalkan genset dengan kapasitas 100 kilovolt ampere (KVA). “Trafo cadangan sudah ada, namun masih ada beberapa komponen lain yang belum tiba dari Medan, Insya Allah besok listrik sudah normal kembali,” katanya.(az)

http://www.serambinews.com/news/view/20036/tak-ada-listrik-lilin-pun-jadi
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts