Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Layanan Warnet Perlu Spesialisasi

2009-12-16

Dua siswa SDN Pengadilan 01, Bogor menggunakan fasilitas internet gratis untuk umum di halaman kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah I Bogor, Jabar, Senin (14/12).

[JAKARTA] Warung internet (warnet) semakin terdesak dengan semakin meluas dan mudahnya akses internet. Sejumlah warnet di beberapa kota besar pun menutup usaha, mengurangi biaya operasional, bahkan ada yang beralih usaha lain yang lebih menguntungkan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam berbisnis warnet untuk lebih memberikan kenyamanan dan kemudahan fasilitas bagi para pelanggan. Buktinya, masih ada beberapa warnet di kota besar justru masih ramai dikunjungi pemakainya.

Umumnya, warnet di kota besar hadir dengan spesialisasi tertentu, seperti dalam bentuk kafe, fasilitas percetakan, fotokopi, dan fasilitas lainnya. Spesialisasi warnet tersebut juga bisa menjadi fokus dalam paket bisnis warnet.

"Dengan spesialisasi tersebut justru pelanggan bisa mendapatkan berbagai pelayanan dalam satu tempat," kata Ketua Umum Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) Irwin Day di Jakarta, Senin (14/12) usai penandatanganan kerja sama Awari dan Microsoft.

Diakuinya, para pemakai jasa internet di kota besar sudah mulai kritis dan sangat memilih tempat yang mempunyai pelayanan yang baik, kemudahan akses, kualitas komputer, kenyamanan, dan keamanan. Dengan membenahi diri mengikuti tuntutan konsumen, maka warnet di kota besar bisa bertahan. Fakta yang ada menunjukkan justru warnet dengan spesialisasi tersebut semakin ramai.

"Ada warnet yang hanya menempati 30 persen dari luas lahan. Sedangkan, sisanya untuk kafe dan tempat nongkrong," ujar Irwin.

Diakuinya, pertumbuhan warnet di kota besar memang mulai melambat. Sebaliknya, pertumbuhan warnet di beberapa daerah justru berkembang dan meningkat pesat antara 40%-100%. Di beberapa daerah seperti Jombang (Jawa Timur), Cilegon (Jawa Barat), dan Pare-Pare (Sulawesi Selatan), mempunyai pertumbuhan jumlah warnet yang sangat tinggi.

"Beberapa tahun lalu hanya ada 20 warnet di Jombang, sekarang mencapai 40 warnet. Di Pare-Pare ada sekitar 60 warnet dalam beberapa bulan terakhir," tandasnya.

Irwin menambahkan, pemain warnet terus berubah dan tetap bertahan hingga tahun-tahun mendatang. Hal ini mengingat kebutuhan pelayanan warnet juga masih tetap ada karena banyak yang mengunjungi warnet karena kebutuhan komunitas.

"Meski telah memiliki laptop atau komputer di rumah masing-masing, kebutuhan bersosialisasi dengan teman dan komunitas juga mendorong pengunjung warnet masih ramai," ujarnya.

Ditambah lagi, kebutuhan akses masyarakat pada internet belum seimbang dengan jumlah kepemilikan komputer setiap rumah, sehingga bisnis warnet masih bertahan. Awari memperkirakan sekitar 50 persen dari 25 juta pengguna internet di Indonesia berasal dari warnet. Sementara itu, penetrasi komputer di Indonesia masih kurang dari lima persen. Hingga saat ini Awari sendiri mempunyai 800 orang anggota yang mewakili 2.400 warnet. Jumlah ini meningkat dari 2007 yang hanya mencapai 60 pengelola.


"Software" Resmi

Terkait dengan keamanan layanan jasa warnet dan upaya mempertahankan kelangsungan bisnis warnet, Awari menyerukan agar pengelola warnet menggunakan dukungan software resmi seperti Microsoft. Hal itu juga dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan industri internet yang sehat. Sejumlah aktivitas pun dilakukan dalam melakukan sosialisasi membangun warnet sehat, seperti Proyek Nawala yang bisa menyaring informasi. Sedangkan kerja sama dengan Microsoft adalah untuk menunjang sistem teknologi yang resmi dengan harga yang relatif terjangkau atau murah.

Menurut Anti Suryaman yang juga Corporate Lead PT Microsoft Indonesia, pihaknya mendukung komunitas penyelenggara bisnis warnet, termasuk Awari, untuk mendorong penggunaan teknologi yang legal, up to date, dan aman.

Dalam perhitungan Awari, bisnis warnet dengan menggunakan software bajakan justru akan merugi dibandingkan dengan software resmi. Untuk itu Awari mendorong pengelola warnet memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan Microsoft dan juga penyedia software resmi lainnya. [H-12]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=12515
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts