Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Terminal di Maumere Sudah Tidak Layak Lagi

Sabtu, 5 Desember 2009 | 09:19 WITA

MAUMERE, POS KUPANG.COM-- Dua terminal angkutan umum di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, yakni Terminal Madawat dan Terminal Lokaria, sudah tidak layak lagi karena terlalu sempit.

Perlu dicarikan lokasi baru atau dilakukan perluasan area terminal agar layak disinggahi kendaraan penumpang. Dengan adanya terminal yang layak maka kasus munculnya terminal bayangan di beberapa tempat di dalam kota, bisa dihilangkan.

Pantauan Pos Kupang di Terminal Madawat, Jumat (4/12/2009), kendaraan hanya mangkal sementara saja dan para sopir membawa kendaraannya keluar untuk mencari penumpang di Jalan Gajah Mada sampai Jalan Nong Meak. Padahal terminal tersebut merupakan terminal bus jurusan Maumere-Ende, serta angkutan pedesaan yang melayani penumpang ke arah barat Sikka.

Bus yang masuk ke terminal hanya membayar retribusi lalu keluar dari terminal untuk mencari penumpang. Akibatnya, banyak terminal bayangan muncul di sejumlah tempat di dalam kota.

Di Terminal Lokoria yang berada di Desa Habi, Kecamatan Kangae, tepatnya di ruas jalan Maumere-Larantuka, kondisinya pun sama. Para sopir membawa kendaraan masuk terminal dan parkir hanya sekitar lima menit untuk membayar retribusi dan setelah itu keluar lagi ke jalan negara untuk menanti penumpang. Di dua terminal ini pun minim fasilitas seperti kamar mandi dan WC serta lampu penerangan termasuk tempat duduk calon penumpang sangat memrihatinkan.

Ketua Komisi A DPRD Sikka, Wely Pega yang dihubungi Pos Kupang, Jumat (4/12/2009), mengatakan, pemerintah harus memperhatikan sarana umum yang melayani kepentingan publik.

Ke depan, kata dia, perlu ada terminal baru sehingga memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. "Pemerintah harus memperhatikan tempat umum seperti terminal sehingga memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Bangunan terminal perlu ditata serta ada regulasi guna menertibkan bus dan angdes yang masuk ke kota," kata Pega.

Simon Subandi, anggota DPRD Sikka, juga berpendapat sama. Terminal merupakan fasilitas umum yang harus diperhatikan pemerintah.

Sebelumnya, sejumlah angkot di Maumere melakukan aksi mogok memrotes masuknya bus dan angkutan pedesaan mencari penumpang di dalam kota. Bus dan angdes tidak parkir menunggu penumpang di terminal. (ris)

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/40027/terminal-di-maumere-sudah-tidak-layak-lagi
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts