Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Ubah Goni Bekas Jadi Bernilai

Sabtu, 12 Desember 2009 | 17:02 WIB

Berawal dari mencoba-coba dan keingintahuan yang cukup tinggi untuk mengerjakan segala sesuatu, Eno kini memanfaatkan goni bekas untuk diubah menjadi kerajinan bernilai seni tinggi.

"Awalnya melihat saudara membuat kerajinan tangan, terus saya penasaran dan mencoba-coba hingga bisa membuat karya seperti ini," kata Eno, salah seorang perajin dari barang berkas saat ditemui di arena Medan Fair, Sabtu (12/12).

Dia menjelaskan, setelah mengikuti kursus membuat kerajinan tangan, berbagai upaya dan kreativitas dicoba untuk memanfaatkan goni bekas pakai itu menjadi pernak-pernik bernilai seni dan ekonomis.

Hasil buatan tangannya itu cukup unik, yaitu figurin masyarakat tingkat bawah berpenghasilan rendah, seperti miniatur petani, pedagang jamu, tukang becak, yang menarik banyak perhatian para pembeli.

"Goni sangat indentik dengan karung padi dan itu identik dengan petani serta masyarakat kelas bawah. Jadi semua karakter miniatur itu terkait masyarakat rendah," katanya.

Berbagai miniatur masyarakat bawah itu dijual dengan harga mulai dari Rp 25.000 sampai Rp 100.000. Namun, bila terdapat pesanan miniatur berukuran besar ditawarkan dengan harga Rp 1,5 juta.

Produk-produk bernilai seni itu kini mulai banyak diminati para konsumen dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Pemasaran miniatur itu kini sudah banyak beredar di berbagai kawasan objek wisata seperti Samosir, Simalungun dan Berastagi.

Dia menambahkan, kerajinan tangan itu kini diproduksi sebanyak 200 unit per bulan dengan beragam jenis karakter. Pendapatan yang diraih mencapai Rp 3 juta per bulan.

"Karena sudah merambah pasar di Sumatera Utara, ada keinginannya untuk memasarkan kerajinan itu ke luar negeri, tetapi belum ada jaringan ke sana," katanya.

Seorang pembeli figurin masyarakat bawah itu, Arif Budiman mengatakan, bentuk yang unik dari miniatur itu membuatnya tertarik untuk membeli, terlebih karakter manusia usia paruh baya bertopi caping sedang membawa sepeda ontel tua.

"Bentuk-bentuknya menarik dan lucu, jadi tertarik membeli, ditambah harganya terjangkau," katanya. (Antara/ink)

http://www.wartakota.co.id/read/inspirasiusaha/18094
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts