Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

50 Anak di Solsel Kekurangan Gizi

Rabu, 06/01/2010 07:31 WIB

Nengsih Adeyaka - Padang Ekspres

Masalah kurang gizi pada anak hingga sekarang masih ditemukan di Kabupaten Solok Selatan. Meski telah menjadi daerah pemekaran, akan tetapi fenomena ini nyaris tak terbendung. Tingkat ekonomi dan taraf pendidikan diduga sebagai indikasi pemicu persoalan.

Memang, banyak program telah berjalan dalam upaya menekan angka kurang gizi atau permasalahan lain yang mengancam khususnya anak Balita. Dinas dan instansi terkait, kian getol mensosialisasikan program seperti Posyandu atau bidan siaga. Namun, kenyataan di lapangan realisasinya tidak serta merta menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Misalnya saja penduduk yang tinggal di pedalaman.

Ketua Tim Penggerak PKK Solsel, Sus Syafrizal mengungkapkan, salah satu kendala selama ini yaitu berawal dari tidak jalannya dasa wisma. Akibatnya banyak warga yang tidak terdata. TP PKK Solsel sebagai organisasi strategis yang fokus terhadap permasalahan keluarga, mencoba melakukan berbagai terobosan.

"Kami terus berupaya membekali ketua dasa wisma dengan memberikan pelatihan, pembekalan tentang program-program dasa wisma. Kita akui selama ini mereka banyak yang tidak mengerti, bagaimana dasa wisma mau jalan. Untuk itulah kita terus menerus mensosialisasikannya, "ujarny a.

Berdasar data yang dihimpun langsung oleh TP PKK ke semua puskesmas yang tersebar di Solsel, hingga akhir Desember 2009 masih ada angka kurang gizi mencapai 50 anak. Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) sebanyak 8 anak, Sungaipagu 8 anak, Pauh duo 8 anak, Sangir 8 anak, Sangir Jujuan 4 anak, Sangir Balaijanggo (puskesmas Talunan dan Mercu) sebanyak 10 anak, dan Sangir Batanghari 4 anak.

PKK bekerjasama dengan dinas terkait, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Badan Pemberdayaan Masyarakat, dan ketahanan pangan, akan berupaya melakukan pendekatan-pendekatan, untuk mengatasi permasalahan itu. Dalam hal ini, kata Sus, TP PKK akan melakukan action "jemput bola".

"Ke depan, PKK akan menetapkan kegiatan yang benar-benar menyentuh dengan visi mencerdaskan masyarakat Solsel. Cerdas di segala bidang, "kata Sus.

Menyoal program PKK terhadap 50 anak kurang gizi itu, Sus membeberkan akan memberikan makanan tambahan kepada mereka. PKK telah mengaggarkan, bagi 50 anak tersebut akan diberi makanan tambahan dengan volume 90 kali, atau tiga kali sehari.

"Pemantauannya kami serahkan kepada ibu camat dan pimpinan Puskesmas pada masing-masing kecamatan, "tukasnya. (*)

http://www.padang-today.com/?today=news&id=12540
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts