Selasa, 12 Januari 2010 | 20:26 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin tidak menyetujui standar kelulusan diseragamkan lewat Ujian Nasional (UN).
"Standar kelulusan antara kota dan desa itu beda, karena itu saya tak setuju kalau ujian untuk siswa di kota dan desa diseragamkan," ujarnya di sela pencanangan gerakan infaq untuk Muktamar Mandiri dan Satu Abad Muhammadiyah di SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya, Selasa (12/1/2010).
Didampingi Ketua Pengda Muhammadiyah (PDM) Surabaya Syaifuddin Zaini, Din mengatakan kelemahan sistem UN adalah penyeragaman standar kelulusan. Dia mengatakan, semestinya perlu ada modifikasi yang lebih relevan untuk UN karena perbedaan standar antara kota dan desa.
Dalam kesempatan itu pula, Din menyarankan perguruan tinggi seharusnya memiliki otonomi untuk menyeleksi calon mahasiswa sendiri. "Jadi, standar seleksi masuk perguruan tinggi itu jangan diseragamkan," katanya.
http://edukasi.kompas.com/read/2010/01/12/20264526/Din.Syamsudin.Standar.Kelulusan.di.Desa.dan.Kota.Berbeda.

Post a Comment