[ Selasa, 19 Januari 2010 ]
SUDAH lebih dari seminggu Fasli Jalal mengemban tugas wakil Mendiknas. Pejabat asal Sumatera Barat itu ingin agar partisipasi masyarakat terhadap pendidikan makin luas. Sebab, masih banyak anak Indonesia yang belum mengenyam pendidikan semestinya.
Karena itu, Fasli sedang menggalang tabungan pendidikan. Dana dari masyarakat itu akan dikumpulkan untuk menyumbang anak-anak tidak mampu dari berbagai daerah. Alumnus Ilmu Gizi Masyarakat Cornell University, Ithaca, New York, itu menyiapkan konsep yang sesuai untuk menggalang tabungan pendidikan.
Salah satunya melalui internet. Yakni, membuka website khusus. ''Saya masih memikirkan nanti dana yang terkumpul itu dikelola pihak independen. Jangan sampai dananya tidak dikelola dengan baik,'' ujarnya.
Mantan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) itu yakin sedikit demi sedikit dananya menjadi modal yang bisa diberikan untuk bantuan pendidikan. Saat ini Fasli sibuk menggandeng stakeholders pendidikan untuk mendiskusikan rencana tersebut. ''Saya juga meminta masukan dari teman-teman media, model penggalangan dana yang tepat itu seperti apa. Ini supaya bantuan bisa disalurkan tepat sasaran,'' ungkap pejabat kelahiran 1 September 1953 itu.
Fasli merasa miris setiap kali berkunjung di daerah dan mendapati banyaknya persoalan pendidikan. Dia berjanji bakal membantu Mendiknas secara optimal untuk mengentaskan berbagai persoalan pendidikan. ''Dana itu tidak hanya membantu siswa, tapi juga orang-orang yang peduli terhadap pendidikan, namun bergaji kecil,'' ujarnya. Dia mencontohkan administratur dana BOS kerap terabaikan, padahal jasa mereka amat besar. (kit/dwi)
http://www.jawapos.com/

Post a Comment