Minggu, 10 Januari 2010 | 16:21 WIB
TEMPO Interaktif, Magetan - Gubenur Jawa Timur Soekarwo menilai banyaknya tenaga pengajar di pesantren yang tak berkompeten mengajar membuat indeks pendidikan di wilayahnya digolongkan rendah.
“Untuk meningkatkannya kami telah menganggarkan Rp 499 miliar untuk peningkatan tenaga pengajar,” kata dia dalam kunjungan ke Pesantren Sabilil Muttaqien bersama Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh di Magetan, Minggu (10/1).
Dana ini dianggarkan sebagai biaya pendidikan bagi tenaga guru agar lebih berkualitas dalam mengajar siswanya.
Dana itu, kata dia, digunakan untuk membiayai 4 ribu guru, termasuk tenaga pengajar yang ada di Pesantren, untuk menempuh pendidikan tingkat sarjana (S1). Cara ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengajar yang berkualitas dan mengantongi sertifkasi guru.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan telah mencanangkan program beasiswa bagi 20 ribu lulusan sekolah menengah atas, baik dari SMA, SMK, maupun MA, yang berpotensi pada tahun 2010 ini. “Jangan sampai karena tidak ada biaya, terus tidak sekolah,” kata dia.
Para penerima beasiswa ini, kata dia, bebas memilih perguruan tinggi negeri yang diinginkan. Sesuai dengan bakat dan minatnya, penerima beasiswa itu jurusan.
Dia mengatakan telah membuat komitmen dengan rektor dan direktur perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia agar membuka kelas beasiswa di semua jurusan dimiliki. Kelas beasiswa ini, dibuka tak terbatas pada jurusan-jurusan yang sepi peminat dan kekurangan mahasiswa saja.
ANANG ZAKARIA
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2010/01/10/brk,20100110-218291,id.html

Post a Comment