Minggu, 10/01/2010 12:47 WIB
Andri Haryanto - detikBandung
Bandung - Mantan Wakil Presiden RI Periode 2003-2008 Jusuf Kalla menyatakan, Asian-China Free Trade Center (ACFTA) yang dimulai 1 Januari 2010 tidak bisa ditolak. Ditolak atau tidak, barang Cina tetap masuk lewat penyelundupan.
"Sebenarnya ditolak atau tidak ditolak kadang-kadang lebih banyak lewat penyendupan barang Cina itu. Devaluasi pasti ada," kata Kalla usai mengisi acara IECOM (Industrial Engineering Competition) 2010, di Aula Timur ITB, Minggu (10/1/2010).
Ia menambahkan, perdagangan bebas Asean-Cina sebetulnya sudah dirancang sejak tahun '90 an. pola perdagangan bebas yang menjadi pertentangan di kalangan dunia industri mau tidak mau harus dilawan. "Persaingan tidak bisa dihindari harus dilawan dengan persaingan yang lebih baik juga," tegas JK.
Ia mengusulkan beberapa solusi persaingan yang dapat mengimbangi pasar bebas Cina yang merangsek masuk ke Indonesia. Infrastruktur jalan yang harus dibenahi, bunga rendah, sumber energi murah, serta peran pemerintah dalam menopang dunia industri.
"Kalau kita tidak hati-hati perbaiki infrastruktur, listrik, serta sektor keuangan lebih murah itu jadi masalah," paparnya.
Sebelumnya, pada Rabu (6/1/2010) ribuan buruh se-Jabar melakukan aksi turun ke jalan di depan Gedung Sate Jl Diponegoro Bandung. Mereka meminta pemerintah bisa menolak atau setidaknya mengundur pelaksanaan ACFTA yang sudah dimulai sejak 1 Januari silam.
Pelaksanaan ACFTA tidak disetujui para buruh karena bisa mematikan industri lokal. Serbuan produk Cina dengan kualitas yang sama dan harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu penyebabnya.
(ahy/dip)
http://bandung.detik.com/read/2010/01/10/124714/1275221/486/jk-acfta-tidak-pengaruhi-masuknya-produk-cina

Post a Comment