Minggu, 10 Januari 2010 | 16:27 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mencatat peningkatan jumlah ibu meninggal saat proses persalinan dalam tahun 2009 kemarin. Hal ini disebabkan masih tingginya kepercayaan masyarakat pada mitos kehamilan yang tidak masuk akal.
Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nurgroho Puji Lestari mengatakan petugas kesehatan dan posyandu yang tersebar di 33 kecamatan Kabupaten Kediri menemukan 17 ibu hamil yang meninggal dunia saat menjalani proses persalinan. Jumlah tersebut terekam selama kurun waktu Januari – November 2009 dengan jumlah persalinan sekitar 25 ribu. “Ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya,” kata Nugroho kepada Tempo, Minggu (10/1).
Tahun sebelumnya Dinas Kesehatan setempat mencatat jumlah kematian sebesar 14 orang dari 24.707 persalinan. Kenaikan ini diperkirakan masih banyaknya warga masyarakat yang mempercayai mitos persalinan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mitos tersebut antara lain bekerja berat saat mendekati kelahiran, memutar posisi bayi sungsang dengan timba, serta mengkonsumi berbagai jenis ramuan daun yang tidak teruju secara klinis. “Mitos ini dipercaya secara turun temurun,” kata Nugroho.
Untuk menanggulangi persoalan budaya seperti ini, pemerintah telah membentuk Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi. Program ini digawangi para bidan desa yang tersebar di lebih dari 20 desa.
Menurut Nugroho petugas ini akan mendeteksi secara dini semua kasus kehamilan hingga persalinan di masyarakat. Sedini mungkin bidan desa akan merujuk dan melaporkan ke petugas kesehatan jika menemukan penyakit atau persoalan kehamilan. Hal ini untuk menekan angka kematian ibu dan anak yang kerap mengancam masyarakat pedesaan.
HARI TRI WASONO
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/10/brk,20100110-218293,id.html

Post a Comment