Jumat, 08 Januari 2010
Palu – Komisi II DPRD Kota Palu Selasa (05/01) siang, melakukan kunjungan ke Pelabuhan Pantoloan dan pabrik Semen Tonasa yang berada di Labuan Kabupaten Donggala, kunjungan tersebut terkait kelangkaan semen dipasaran sehingga harga semen persaknya naik tajam dari biasanya.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung ketua Komisi II ekonomi dan keuangan DPRD Kota Palu Arfandi Labanu, dan mitra kerja Komisi seperti Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) Kota Palu. Pertemuan bersama kepala Pelabuhan Pantoloan Sudarto Sadat dimana ketua komisi II menanyakan dari hasil informasi yang diperoleh, langkanya semen dipasaran maupun pada distributor disebabkan adanya dua kapal pengangkut semen hingga saat ini belum bisa melakukan bongkar barang, karena ada beberapa kapal lain yang juga sedang berlabuh.
“Katanya kapal semen tersebut sudah beberapa hari di perairan dan belum bersandar, karena ada kapal lain yang sedang melakukan bongkar muat barang, sehingga kita ingin mengetahui apakah memang benar adanya, yang mengakibatkan kelangkaan semen dipasaran dan harganya melonjak,” terang Arfandi.
Kepala Adpel Pantoloan Sudarto Sadat menjelaskan bahwa, informasi tersebut perlu diklarifikasi karena pembongkaran semen di Pelabuhan Pentoloan selalu lancar dan tidak ada yang dihambat. Selama satu bulan saja pelabuhan pantoloan pembongkaran semen hampir enam ribu sak untuk satu jenis semen, jenis semen yang masuk yaitu, Semen Tonasa, Semen Bosowa dan Tiga Roda.
“Jadi kami tidak pernah menghambat adanya pembongkaran semen diakibatkan banyaknya kapal yang bersandar, malahan pihak pelabuhan memberi kelonggaran bagi kapal yang memuat semen atau sembako dan hal ini sudah diatur kapal-kapal yang akan melakukan bongkar barang, saat ini saja semen Tiga Roda sedang melakukan bongkar barang,'' ungkap Sudarto sambil menunjukan kapal yang sedang membongkar semen.
Jadi lanjut dia, pembongkaran semen di pelabuhan selalu lancar, langkanya semen dipasaran hal ini perlu ditelusuri apakah ditingkat distributor atau pada tempat lain. Sebab, kata Sudarto setelah dibongkar dipelabuhan da n dimuat di mobil, kita ketahui tujuannya pasti ke distributor Palu dan tidak mungkin ke tempat lain.
Sementara Amirudin, Kasi Usaha Industri Perindakop Kota Palu mengatakan, hal itu bisa saja terjadi semen diantar langsung ke distributor, lalu pada saat akan dibeli ditingkat pengecer semen tersebut tidak diperdagangkan di Kota Palu, akan tetapi mereka membawa ke daerah lain seperti Sulbar dan Gorontalo.
“Ini pernah terjadi. Saya pernah menemukan salah satu agen semen yang membawa ribuan sak semen ke wilayah lain, dan tindakan tersebut salah sebab stok yang diperuntukan untuk wilayah Sulteng khususnya Kota Palu tidak bisa diperdagangkan ke wilayah lain dan sekali lagi ini melanggar,''ujarnya.
Dalam Pertemuan di kantor Pelabuhan Pantoloan, disimpulkan komisi II akan berencana akan mendatangi distributor semen untuk mengtahui kejadian yang ada, dan diduga ada penimbunan semen sehingga terjadi kelangkaan, sementara komisi II yang juga sempat mengunjungi pabrik pengantongan Semen Tonasa di Labuan pemasokan semen juga berjalan lancar. (Hady)
http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5147&Itemid=2

Post a Comment