Rabu, 06 Januari 2010 pukul 18:26:00
PALEMBANG --- Kasus penyakit demam berdarah dangue (DBD) di Sumatera Selatan (Sumsel) selama tahun 2009 masih tergolong tinggi. Kepala Bidang PPPL Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Matdani Nurcik, menjelaskan dibandingkan tahun 2008 kasus DBD di di daerah ini sebenarnya mengalami penurunan. “Pada 2008 lalu tercatat 2.360 kasus DBD dan tujuh orang meninggal dunia. Pada 2009 tercatat 1.537 kasus DBD dengan dua orang yang meninggal dunia. Walau terjadi penurunan namun jumlah tersebut masih tergolong tinggi,” katanya kepada wartawan, Rabu (6/1).
Penurunan jumlah kasus DBD selama 2009 DBD menurut Matdani Nurcik, mungkin masyarakat sudah sadar akan pentingnya kesehatan lingkungan. “Selain itu petuags kesehatan juga melakukan sosialisasi seperti menerapkan 3 M dan menyebar bubuk //abate// di setiap daerah.”
Untuk kasus DBD tertinggi pada Dinas Kesehatan Sumsel tercatat, peringkat pertama daerah yang banyak terjadi kasus DBD adalah Kota Palembang mencapai 805 kasus dan dua orang meninggal dunia, Kabupaten Muara Enim mencapai 194 kasus, Kota Prabumulih 135 kasus, Kabupaten Banyuasin 115 kasus, Kabupaten Ogan Ilir 78 kasus.
Sisanya ada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 71 kasus, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) 58 kasus, Kota Lubuk Linggau 47 kasus, Kota Pagaralam 19 kasus, Kabupaten Musi Rawas (Mura) sembilan kasus, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) lima kasus dan Kabupaten Empat Lawang satu kasus. Tiga kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Lahat, Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten OKU Selatan tidak ditemui kasus DBD.
Tingginya kasus DBD di Kota Palembang Kepala Bidang PPPL Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, tidak terlepas dari kondisi geografis ibu kota Provinsi Sumsel yang sangat menentukan daerah penyebaran nyamuk //aides agypti.// “Seperti faktor kepadatan penduduk, kondisi lingkungan dan lainnya,” ujarnya.
Matdani mengatakan, Dinas Kesehatan terus berusaha untuk menekan kasus DBD di Sumsel ini, sehingga diharapkan pada 2010 ini kasus ini terus menurun. "Untuk mewujudkannya membutuhkan dukungan dari semua pihak seperti melakukan partisipasi 3 M, kegiatan Jumat bersih, Minggu bersih seperti yang sudah dijalankan di Kota Palembang.”
Sementara itu untuk kasus Chikungunya di Sumsel, kasus tersebut menyerang enam daerah yaitu Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten OKI, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Muara Enim. Untuk kasus DBD dan chikunguya yang paling tinggi diperkirakan terjadi pada bulan Januari hingga Maret yang merupakan musim penghujan sehingga membuat penyebaran penyakit tersebut kerap meluas. oed/tri
http://www.republika.co.id/berita/100455/Kasus_DBD_di_Sumsel_Masih_Tinggi

Post a Comment