Rabu, 13-01-10 | 19:52
MAKASSAR -- Aturan bagi petepete di Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) pada tujuh ruas jalan di Makassar akan mengadopsi sistem operasional busway. Khususnya, sistem menaikturunkan penumpang yang akan dilakukan di halte khusus.
Tak pelak, semua halte yang ada di kawasan tersebut segera dibongkar dan dibangun baru.
"Setiap 500 meter di kawasan percontohan akan dibangun halte untuk petepete menaik-turunkan penumpang. Petepete tak boleh sembarang menaikkan dan menurunkan penumpang," tegas Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, di Balaikota, Selasa, 12 Januari.
Empat halte di kawasan percontohan yang meliputi Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Haji Bau, Jalan Penghibur, Jalan Pasar Ikan, Jalan Ujungpandang, dan Jalan Riburane, segera dibongkar. Kemudian di sepanjang tujuh jalan itu akan dibangun sedikitnya sembilan titik halte.
"Setiap halte juga akan dibuatkan lajur tambahan sebagai jalur buangan petepete menaikturunkan penumpang. Untuk pembangunan halte akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga sehingga bisa memanfaatkan halte sebagai sarana beriklan," ujar Ilham.
Jalur buangan dibuat agar agar tidak mengganggu arus pengendara sepeda motor di lajur kiri. Imbas dari kawasan percontohan ini juga akan menggusur pedangan kaki lima maupun penjual yang memanfaatkan trotoar. (nto)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=78737

Post a Comment