Kamis, 14-01-10 | 10:19
PALU -- Stok semen di pasaran makin langka. Pemantauan di sejumlah toko bahan bangunan, rata-rata tidak memiliki stok. Kalau pun ada stoknya sangat terbatas dan harganya mencapai hingga Rp70 ribu per sak untuk semen Tonasa.
Sekadar perbandingan pada awal Desember 2009 lalu harganya masih rata-rata Rp52 ribu per sak. Sementara, untuk semen Tiga Roda sebelumnya harganya masih sekitar Rp50 ribu per sak, kini menjadi hingga di atas angka Rp60 ribu per sak.
"Sampai sekarang memang semen masih mahal dan langka. Kita akan segera tindaklanjuti soal kelangkaan semen ini," ujar Sudin Dg Matjora, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kota Palu, ketika dikonfirmasi terkait dengan kelangkaan semen ini dan langkah apa yang akan dilakukan, kemarin.
Dalam rangka tindaklanjut tersebut kata dia, waktu dekat ini pihaknya berkoordinasi dengan pihak Komisi II DPRD Kota Palu. Sudin mengatakan, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meminta klarifikasi dari pihak distributor dan pengecer.
"Bersama dengan anggota komisi 2, kita akan mengundang distributor dan pengecer untuk membicarakan persoalan ini," sebutnya. Sayangnya Sudin tidak menyebutkan, kapan waktunya distributor akan diundang tersebut.
Untuk semen Tonasa, sebagaimana diberitakan Koran ini Senin (11/01) Jufri Rewa, area manager PT Semen Tonasa juga mengakui soal kelangkaan melambungnya harga semen di pasaran ini.
Ia menyebutkan, dari total kebutuhan semen Kota Palu yang setiap harinya mencapai 1.000 ton per hari atau sekitar 25 ribu ton per bulan, kini hanya mampu tersuplai sebanyak 1.000 ton per sembilan hari.
Terbatasnya suplai itu karena mesin produksi di Pangkep masih dalam masa pemeliharaan (over haul).
Jufri berjanji, dalam beberapa hari ke depan mesin akan kembali berfungsi. Dan diharapkan pasokan semen Tonasa di Kota Palu akan kembali normal. (ars)
http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=78915

Post a Comment