Monday, 04 January 2010 04:14
MEDAN - Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Tifatul Sembiring, mengakui banyak tayangan film dan pertunjukan lain di jaringan tv nasional yang sudah mengarah kepada pelanggaran nilai-nilai budaya dan agama.
”Apabila ditonton oleh generasi yang masih di bawah umur, tayangan tersebut akan merusak masa depan mereka,” katanya, tadi malam.
Menurut Tifatul, langkah yang dilakukannya dengan menegur pemilik atau penanggungjawaban siaran agar tayangan tersebut tidak dilanjutkan lagi demi masa depan generasi muda.Tifatul mengatakan, penyimpangan tayangan siaran tv nasional cukup besar, makanya tayangan yang berbau porno dan merusak kaidah seperti film mistik agar segera dihentikan.
Penilian yang sama juga ia berikan mengenai keberadaan teknologi telepon selular. Menurut Tifatul juga ada kurang dan lebih, positif dan negatif. Segi negatifnya, hubungan keharmonisan suami istri ataupun anak dengan orangtua sudah mulai berkurang. Karena tidak jarang terjadi, katanya, saat duduk bersama dua pasangan itu mengadakan pembicaraan atau berkomunikasi dengan orang lain dan tertawa dengan orang lain.
Sementara itu, program 100 hari Kementerian Kominfo, lanjut Tifatul, akan membangun 2.500 desa internet yang dijadikan desa informasi, terutama di daerah perbatasan yang selama ini hanya lebih banyak menerima informasi melalui siaran radio dan tv negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Sedangkan program sampai 2011 adalah seluruh sekolah dasar sudah masuk internet.
(dat04/inilah)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=78727:tayangan-televisi-semakin-meresahkan&catid=77:fokusutama&Itemid=131

Post a Comment