Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Gizi Anak, Kuncinya Kepedulian Orangtua

Senin, 4 Januari 2010 | 06:55 WIB

"Ayo ibu-ibu! Jangan tidur-tiduran saja di rumah. Tanam sayur-sayuran di kebun. Pisang setandan jangan dimakan sendiri ya,” begitu seruan Katherine Mera, kader posyandu dari Kecamatan Lasiola, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang memancing tawa dan tepuk tangan puluhan orang.

Senyum pun tersungging di bibir para juri di hadapan Mera, salah satu peserta lomba penyuluhan di acara ”Jambore Kader PKK dan Posyandu Kabupaten Belu” di halaman rumah dinas Bupati Belu, Desember lalu. Mendapat sambutan meriah, Katherine Mera lega dan tersenyum lebar.

Sesuai tema yang didapat, Khaterine Mera harus menyampaikan materi penyuluhan mengenai gizi. Meski dengan terbata-bata dan sesekali terdiam karena lupa, pesan yang disampaikan Mera jelas. Orangtua, terutama kaum ibu, harus peduli dan memerhatikan kebutuhan gizi untuk dirinya, terutama anaknya, dengan mengolah bahan pangan yang tersedia dengan sederhana, tetapi kreatif. Tidak perlu makanan berbahan maha l, seperti daging, ayam, atau telur, yang penting kandungan gizinya seimbang. Bisa saja memasak jagung, ubi, sayur bayam, dan sup dengan lauk tempe atau tahu.

Kepedulian orangtua menjadi faktor penentu kondisi gizi anak. Bahan makanan yang berlimpah di rumah tidak akan ada gunanya jika tidak diolah dengan baik oleh ibu atau anggota keluarga yang lain. Apabila ini terjadi, tak heran jika anak mengalami kekurangan gizi, bahkan gizi buruk. Apalagi jika anak hanya diberi makanan seadanya atau malah makanan ringan untuk menipu perut agar kenyang.

”Gizi buruk terjadi karena anak kurang perhatian dari orangtua. Anak telantar dan kebutuhan gizi tidak diperhatikan karena orangtua lebih sering di kebun. Bukan karena tidak ada makanan di rumah,” kata Rambu, bidan di Puskesmas Wedomu, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/04/06551987/Gizi.Anak..Kuncinya.Kepedulian.Orangtua
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts