Gerakan Konsumen Indonesia
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing. (Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa). ---Edmund Burke

Keluarga Asma

Minggu, 28 Juni 2009 | 03:15 WIB

Dr Samsuridjal Djauzi

Saya ibu rumah tangga yang mempunyai dua orang anak. Anak pertama berumur lima tahun dan yang kedua dua tahun. Saya penderita asma dan ternyata suami saya juga semasa kecil menderita asma. Saya sudah ketakutan anak-anak saya akan menderita penyakit yang sama.

Anak pertama ternyata tidak terkena asma hanya ada eksim sewaktu kecil, tetapi sudah tidak pernah muncul lagi sejak berumur tiga tahun. Nah, anak kedua saya yang ternyata menderita asma dan asmanya termasuk berat. Hampir setiap bulan saya membawanya ke dokter dan syukurlah dia dapat tumbuh dan bermain seperti anak lainnya, tetapi selalu harus membawa obat semprot asmanya.

Tahun depan saya merencanakan untuk memasukkan anak saya ke kelompok bermain. Apakah ada batasan-batasan tertentu yang harus dipatuhi anak saya. Benarkah dia tidak boleh makan kacang? Apakah dia boleh ikut kegiatan olahraga dan bermain yang memerlukan tenaga? Saya dan suami bekerja. Di rumah ada pembantu yang akan menemani anak saya ikut kelompok bermain. Apakah saya perlu mengajarkan pembantu saya untuk menggunakan obat semprot asma jika anak saya sesak ? Saya dan suami sudah termasuk jarang mendapat serangan asma. Kami berdua menggunakan obat semprot asma secara teratur. Asma kami rupanya termasuk ringan karena kami hanya mendapat serangan jika terkena influenza saja. Serangan dapat diatasi dengan cara berobat jalan. Adakah manfaatnya jika saya, suami dan anak saya menjalani vaksinasi influenza. Apakah dosis anak dan dewasa sama. Apakah manfaat vaksin tersebut dan apakah harga vaksinnya mahal?

Saya sangat khawatir anak saya terserang asma, tetapi dokter keluarga saya menganjurkan agar saya tidak terlalu protektif. Anak saya ingin sekali belajar berenang karena kakaknya juga les berenang. Meski saya dan suami penderita asma, kami tidak banyak tahu mengenai gaya hidup yang harus dijalani penderita asma. Apakah penderita asma boleh berenang? Terima kasih atas penjelasan dokter.

L di J

Memang benar risiko anak yang kedua orangtuanya menderita asma lebih besar untuk menderita asma. Namun, saya gembira Anda dan suami telah dapat mengendalikan asma dengan baik. Saya juga berharap anak kedua Anda juga akan dapat dikendalikan asmanya. Pemahaman mengenai penyakit asma sudah semakin baik sehingga upaya mengendalikannya juga menjadi lebih berhasil.

Penderita asma mempunyai faktor gen yang memudahkan dia terkena serangan asma. Jika ada pemicu serangan seperti alergi, kelelahan, infeksi virus atau obat maka serangan asma dapat timbul. Serangan asma biasanya berupa sesak dan batuk. Pada anak acap kali gejala batuk lebih menonjol. Pada serangan asma terjadi penyempitan pembuluh saluran napas serta pembentukan cairan sehingga udara yang keluar masuk paru-paru terganggu. Penyempitan pipa saluran napas dapat dipulihkan dengan obat pelebar pipa saluran napas yang disebut bronkodilator. Namun, sebenarnya pada asma terjadi radang kronik pada selaput lendir pipa saluran napas. Radang ini dapat dikendalikan dengan pemberian obat antiradang. Sehingga pada dasarnya pengendalian asma dilakukan dengan menghindari faktor pencetus dan pemberian obat yang mengandung obat antiradang dan bronkodilator. Obat-obat ini dapat diberikan secara tablet, suntikan, maupun obat isapan.

Jika asma dikendalikan dengan baik, penderita asma dapat melakukan kegiatan sehari-hari tanpa terganggu rasa sesak. Sasaran pengendalian asma dewasa ini ditingkatkan dengan pemberian obat yang lebih kuat agar kualitas hidup penderita asma meningkat. Dewasa ini tidak diperlukan pembebasan kegiatan fisik termasuk kegiatan berolahraga jika asma dapat dikendalikan secara total. Anda dapat mendiskusikan dengan dokter keluarga Anda cara menilai pengendalian asma dengan alat penilai yang disebut skor asma. Melalui skor tersebut dapat dinilai apakah seseorang telah mencapai pengendalian total. Memang alat penilai ini sekarang tersedia untuk orang dewasa, tetapi alat penilaian untuk anak juga sedang dikembangkan.

Asma memang dibagi dalam asma ringan, sedang dan berat. Pengendalian asma yang lebih berat mungkin memerlukan obat yang lebih banyak atau dosis obat yang lebih tinggi. Anak yang menderita asma memerlukan tumbuh kembang dengan baik. Untunglah dewasa ini obat-obat asma dapat mendukung anak untuk tumbuh kembang dengan baik. Jika asma dikendalikan dengan baik pada umumnya tidak diperlukan adanya pembatasan dalam kegiatan anak. Memang akan lebih baik jika anak berada dalam lingkungan yang sehat. Rumah bebas asap rokok dan polutan lainnya. Kamarnya sebaiknya bersih dari debu.

Pada umumnya jika tidak ada pengalaman alergi makanan maka anak dapat makan seperti biasa tidak diperlukan pantangan makanan tertentu. Saya juga menganjurkan agar anak Anda dapat hidup senormal mungkin. Dia boleh berenang seperti temannya yang lain. Bahkan, sebenarnya berenang termasuk salah satu olahraga yang dianjurkan bagi penderita asma. Nah, saya mengucapkan selamat anak Anda akan masuk kelompok bermain. Semoga dia dapat menikmati masa kanak-kanaknya dengan baik, bermain dan bertualang seperti juga anak lainnya. Saya juga berharap keluarga akan sehat selalu.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/28/0315256/keluarga.asma
0 comments:

Post a Comment

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

Recent Posts