Selasa 07. of Juli 2009 15:55
Jakarta - Sejak tanggal 1 Januari 1987 hingga 31 Maret 2009, sebanyak 3492 orang meninggnia akibat virus HIV dan AIDS yang terjadi di Indonesia.
Kepala Humas PMI Jakarta Timur dan Project Manajer HIV dan AIDS, Eki Komala Sari, di Jakarta, Selasa mengatakan, jumlah kasus kematian tersebut didominasi oleh wilayah Jawa Timur yang mencapai 596 orang, Jawa Barat 576 orang, dan DKI Jakarta mencapai 425 orang.
"Meningkatnya kasus kematian HIV dan AIDS dikarenakan si pasien kondisi kekebalan tubuhnya melemah, mempunyai penyakit lain, seperti TBC (komplikasi), dan daya tahan tubuhnya yang rendah," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Ditjen PPM dan PL Depkes RI, secara kumulatif kasus pengidap HIV dan AIDS dari tanggal 1 Januari 1987 hingga 31 Maret 2009 terdiri dari HIV 6668 kasus, AIDS 16.964 kasus, sehingga jumlah keseluruhannya mencapai 23.632 kasus, dan angka kematiannya 3.492 jiwa.
Jumlah kumulatif kasus AIDS menurut resiko, antara lain Heteroseksual mencapai 8.210, homoseksual mencapai 628, jarum suntik atau IDU mencapai 7.125, transmisi perinatal atau ibu yang sedang hamil yang menular kepada bayi mencapai 390, dan tak diketahui mencapai 611 kasus.
Ia menambahkan, jumlah kumulatif kasus AIDS menurut jenis kelamin, antara lain laki-laki mencapai 12.640 kasus, perempuan mencapai 4.239 kasus, dan tak diketahui mencapai 85 kasus.
Menurut Eki, dalam triwulan pertama Januari hingga Maret 2009 dilaporkan tambahan kasus AIDS dan pengidap infeksi HIV, antara lain, HIV mencapai 114 dan AIDS mencapai 854 kasus, dan total pengidap HIV dan AIDS 968 kasus.
Eki berharap kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap bahayanya bergonta-ganti pasangan, tidak memakai jarum suntik secara bergantian, homoseksual, sehingga jumlah kematian akibat HIV dan AIDS setiap tahunnya tidak bertambah. (ant)
http://www.sinarharapan.co.id/detail/article/3492-orang-meninggal-dunia-akibat-hivaids/

Post a Comment