29 Juni 2009 | 20:19 wib
Hal yang paling dibutuhkan bayi adalah Air Susu Ibu (ASI). Pemberian makanan atau minuman tambahan justru bisa membahayakan kesehatan bayi, terutama bayi yang berusia kurang dari enam bulan.
Bayi berusia di bawah 6 bulan sebaiknya tidak diberikan air putih untuk minum. Saat bayi kehausan, berikan ASI atau paling tidak, susu formula. Pemberian air putih untuk bayi, terlebih bila diberikan secara berlebihan, bisa memicu keracunan air pada bayi. Kondisi ini sangat berbahaya.
Para ilmuwan dari John Hopkins children’s center di Baltimore mengingatkan, tubuh bayi belum siap menerima makanan atau minuman apapun selain ASI atau minuman yang memang diformulasikan khusus untuk bayi (seperti susu formula).
Ginjal pada bayi berusia kurang dari 6 bulan belum benar-benar sempurna menjalankan fungsinya. Saat tubuh menerima terlalu banyak cairan (air putih), ginjal akan bereaksi memicu tubuh mengeluarkan banyak natrium. Kehilangan natrium dapat mempengaruhi aktifitas otak.
Gejala awal dari intoksikasi air adalah bayi akan menangis merengek-rengek, atau sebaliknya, bayi terlihat mengantuk dan pasif. Gejala lain yang dapat muncul adalah menurunnya suhu tubuh, edema atau bengkak di sekitar wajah dan kejang.
Gejala awal yang muncul memang terkadang kurang jelas, sehingga orang tua baru menyadari ketika bayi mereka kejang. Namun, dengan penanganan yang cepat, gejala kejang kemungkinan tidak akan muncul.
Dr. Jennifer Anders, seorang ahli kegawat daruratan anak dari John Hopkins children’s center menyatakan, air sebagai minuman sebaiknya tidak diberikan bagi bayi berusia 6 bulan ke bawah. Orang tua juga sebaiknya menghindari pemberian formula dengan pengenceran yang berlebihan (over-dilusi).
(kdr/dila)
http://www.suaramerdeka.com/

Post a Comment