01 Juli 2009 | 11:58 wib
Garam seringkali dituduh sebagai pemicu tekanan darah tinggi. Anggapan itu tidak salah. Meskipun begitu, tidak berarti Anda harus menghindari garam sepenuhnya, karena garam sangat penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Lebih dari 60% tubuh manusia terdiri dari air. Cairan ini terdapat dalam darah, sistem limpa dan sel-sel dalam tubuh. Agar tubuh bisa berfungsi dengan benar, maka jumlah air di dalam dan di luar sel-sel harus seimbang. Proses menjaga keseimbangan ini merupakan hasil kerja sodium (yang merupakan kandungan utama garam), khlorida, kalium dan fosfat.
Jadi, Anda masih membutuhkan garam, tapi takaran penggunaannya harus diperhatikan.
Rata-rata orang memerlukan kurang dari 1 gram sodium (setara dengan 2.5 gram garam) per hari, agar tubuh bisa berfungsi dengan benar. Akan tetapi, seringkali kita tidak sadar mengkonsumsi hingga 5 kali lebih banyak melampaui takaran yang dianjurkan. Padahal, tubuh kita tidak bisa mengeluarkan kelebihan garam.
Akibatnya, setiap kelebihan jumlah garam yang dikonsumsi akan diserap ke dalam cairan tubuh. Jika darah kelebihan sodium, maka cairan dalam sel-sel akan ditarik untuk mengencerkan darah. Semakin banyak garam yang Anda konsumsi, maka akan semakin banyak air yang ditarik dari dalam sel-sel. Akibatnya, Anda akan merasa haus. Hal ini akan memicu Anda menambah konsumsi air sehingga Anda kelebihan cairan hingga beberapa liter. Kelebihan cairan ini akan menambah beban sistem pembuluh darah dan jantung. Ini merupakan penyebab umum tekanan darah tinggi.
(MHS/dila)
http://www.suaramerdeka.com/

Post a Comment