Sabtu, 2 Januari 2010 | 21:14 WIB
CIREBON, TRIBUN - Memasuki awal 2010 harga gula di Cirebon dan sekitarnya mengalami lonjakan cukup signifikan. Saat ini harganya menembus angka Rp 10 ribu per kilogram.
Kenaikan harga jual itu tidak diimbangi volume stok gula pasir. Para petani tebu di Jabar tidak lagi mempunyai stok gula karena mereka sudah menjualnya kepada para pedagang melalui sistem lelang.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar, Anwar Asmali, menjelaskan, kenaikan harga jual gula itu akibat adanya lonjakan harga gula dunia.
"Kali ini, kenaikan harga jualnya adalah yang tertinggi selama 2009. Angkanya melewati 500 dolar AS, yaitu senilai 666 dolar AS per ton. Sebelumnya, harga jual gula dunia tidak melebihi angka 400 dolar AS per tahun, yaitu 376 dolar AS per ton," ujar Anwar.
Menurutnya, kenaikan harga jual dunia itu berimbas pada pasar domestik. Ia berpendapat, program yang dicanangkan pemerintah, yaitu revitalisasi pabrik-pabrik gula, dapat mendongkrak produksi gula nasional.
"Dampaknya, dapat memenuhi kebutuhan gula sekaligus mengontrol harga jualnya. Selain itu, revitalisasi itu pun dapat meminimalisir kebergantungan republik ini kepada negara lain," ujar Anwar. (win)
http://tribunjabar.co.id/read/artikel/14075/harga-gula-di-cirebon-meroket

Post a Comment