Gerakan Konsumen Indonesia
THE PEOPLE UNITED WILL NEVER BE DEFEATED (RAKYAT BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN)

Orangtua Harus Jamin Hak Anak

10:32:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 pukul 12:32:00

PEMBENTUKAN MORAL ANAK SEBAGIAN BESAR DITENTUKAN OLEH ORANGTUA. MORAL JUGA BERKEMBANG DARI LOGIKA DAN PENALARAN, JEMBATANI MELALUI DISKUSI

KUPANG-- Hak seorang anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, harus menjadi jaminan utama keluarga, bukan pihak lain di luar komunitas keluarga. "Prinsip ini harus tertanam dalam jiwa para orangtua, karena kehadiran seorang anak di dunia bukan atas kehendaknya, melainkan kehendak kita sebagai orangtua," kata DPD Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ny Lucia Adinda Lebu Raya di Kupang, Jumat (31/7).

Lucia yang juga isteri Gubernur NTT, Frans Lebu Raya itu, memberikan apresiasi tersebut tatkala melihat kurangnya partisipasi para orangtua saat berlangsungnya puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi NTT di Baun, ibukota Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (30/7).

Menurut dia, sekitar 1,9 juta anak yang menyebar di berbagai pelosok provinsi kepulauan NTT ini harus dijamin haknya untuk hidup, tumbuh dan berkembang oleh keluarga dan orangtuanya. "Ini penting untuk kita pahami bersama, karena dewasa ini sebagian anak-anak tidak lagi menikmati masa kecilnya dengan baik, karena dijadikan sebagai pencari nafkah tambahan untuk keluarga," katanya.

"Ini bukan sebuah lelucon, tetapi realitas yang sedang terjadi di tengah-tengah kita saat ini. Kenapa orangtua begitu tega memperlakukan anak-anaknya seperti itu? Ini masalah besar yang harus kita atasi bersama agar tidak lagi menjadi beban di masa datang," tegasnya.

Dia menuturkan, jika anak diasuh, dibimbing dan dididik dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab oleh orangtua dan keluarga, tentu saja anak menjadi kebanggaan dan sekaligus penghormatan bagi orang tua dan keluarga. Dia mengingatkan, sebaiknya orangtua menghindari salah asuh, salah urus, dan diskriminasi terhadap anak, sebab anak memiliki posisi strategis sekaligus merupakan investasi bagi kepentingan bangsa di waktu yang akan datang.

Ketua Gerakan Perempuan Sarinah NTT ini menegaskan, semua pihak harus menyadari bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. "Anak adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang diharapkan dapat menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa depan" katanya.

Berpedoman pada tema sentral HAN 2009 "Saya Anak Indonesia Kreatif, Inovatif dan Unggul untuk Menghadapi Tantangan di Masa Depan", perlu ditumbuhkan daya kreatif dan inovatif kepada anak-anak sejak masa kanak-kanak. Dengan demikian, kelak anak tumbuh dan berkembang menjadi manusia seutuhnya yaitu berbudi pekerti luhur, unggul, tangguh dan berkarakter serta cinta tanah air, yang dapat menjawab tantangan di masa depan.

Ia menjelaskan, UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada hakekatnya merupakan momentum yang sangat tepat untuk menggugah dan membangkitkan segenap komponen bangsa akan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak, termasuk di dalamnya adalah pemenuhan pelayanan kesejahteraan dan perlindungan anak. "Momentum HAN harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, mengingat sampai saat ini masih banyak anak yang belum mendapatkan haknya dengan baik," katanya.(ant/rin)

http://www.republika.co.id/berita/66126/Orangtua_Harus_Jamin_Hak_Anak
Read On 1 comments

Minim, Informasi Tentang Kanker

10:30:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 | 20:03 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Setiap tahun di Indonesia, 4.100 kasus baru kanker pada anak muncul. Badan Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan jumlah ini akan naik 50 persen pada tahun 2020 atau sekitar 16 miliar. Kondisi itu dapat ditekan dengan penyuluhan informasi yang tepat.

"Kesakitan dan kematian akibat kanker anak disebabkan oleh kurangnya informasi dini tentang kanker, sistem pembayaran, dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan." kata Nurhanita, Direktur Eksekutif Koalisi untuk Indonesia Sehat(KuIS)di Yayasan Kanker Indonesia, pada Jumat (31/7).

Terpanggil oleh keadaan itu, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dan Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS) melakukan kampanye berbasis komunitas bernama My Child Matters (MCM).

"MCM ini berfungsi meningkatkan pengetahuan kader dan petugas puskesmas mengenai kanker anak." papar Nurhanita.

Selain itu, dengan adanya MCM ini diharapkan, pertama, pasien tahu kemana pihak yang harus dituju ketika menginginkan keringan biaya pengobatan.

Kedua, pasien makin kenal dengan para pengurus YKI. Harapannya, kedekatan dengan orang-orang YKI dapat membantu menutup biaya-biaya pelengkap itu seperti transportasi merupakan biaya di luar biaya pengobatan gratis yang dijaminkan pemerintah.

Ketiga, pasien sejak awal memahami bahwa tidak semua biaya pengobatan diganti pemerintah.Keempat, makin tahu syarat administrasi apa yang harus dilengkapi untuk mengurus GAKIN.

Nurhanita menambahkan, saat ini Jakarta hanya menyediakan empat rumah sakit. "RS. Cipto Mangunkusumo(RSCM), RS. Harapan Kita, RS. Gatot Subroto, dan RS. Fatmawati," imbuh Nurhanita.

M2-09

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/07/31/20032046/minim.informasi.tentang.kanker
Read On 0 comments

ICW: Sampoerna Penunggak Pajak Terbesar Tahun 2008

10:29:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 | 17:38 WIB

JAKARTA | SURYA.CO.ID — Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), terdapat 10 perusahaan terbuka (Tbk) dengan utang pajak terbesar di tahun 2008. HM Sampoerna merupakan perusahaan Tbk dengan utang pajak terbesar.

“Berdasarkan penelitian pajak ICW, ada 10 perusahaan Tbk dengan utang pajak terbesar. HM Sampoerna di urutan satu dengan Rp 3,455 triliun,” kata Koordinator Pusat Data dan Analisis ICW Firdaus Ilyas dalam jumpa pers di ICW, Jakarta, Jumat (31/7).

Adapun perusahaan Tbk dengan utang pajak terbesar di posisi selanjutnya, antara lain Bank Mandiri (Rp 3,147 triliun), Asta Int (Rp 2 triliun), Adaro Energi (Rp 1,151 triliun), Indo Tambang Raya Megah (Rp 1,025 triliun), Bumi Resources (Rp 1 triliun), Telekomunikasi Indonesia (Rp 1 triliun), disusul oleh United Tractors, Indofood Sukses Makmur, dan Bank Negara Indonesia, masing-masing di bawah Rp 1 triliun.

Menurutnya, dari tahun 2006 ke 2008, jumlah utang pajak perusahaan terbuka kepada negara telah mengalami kenaikan, yaitu dari Rp 18,228 triliun pada tahun 2006 (345 perusahaan) menjadi Rp 27,320 triliun pada tahun 2008 (374 perusahaan).

Dari sisi persentase, kata dia, utang perusahaan terbuka jika dibandingkan laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) pada tahun 2006 dari Rp 32,280 triliun piutang pajak pada Dirjen Pajak 56,47 persen berasal dari 345 perusahaan terbuka.

Adapun untuk LKPP terakhir pada 31 Desember 2008 dari Rp 45,173 triliun piutang pajak pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP), maka 60,48 persen berasal dari perusahaan terbuka. “Kesimpulannya, optimalisasi penerimaan pajak bukanlah masalah sulit, tinggal konsistensi dan kemauan politik dari pemerintah saja (Dirjen Pajak),” katanya. C10-09/kcm

http://www.surya.co.id/2009/07/31/icw-sampoerna-penunggak-pajak-terbesar-tahun-2008.html
Read On 0 comments

30 Kabupaten Rawan Kekeringan

10:27:00 PM
2009-07-31

[JAKARTA] Mulai Agustus 2009 ini, diperkirakan sedikitnya 30 kabupaten sentra pertanian yang memerlukan perhatian khusus, karena sangat rawan kekeringan.

Untuk mengantisipasi, pemerintah mnginventarisasi daerah rawan kekeringan, ketersediaan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta sarana produksi (saprodi) pertanian lainnya.

Jumlah 30 kabupaten itu merupakan perkiraan berdasarkan data daerah kekeringan sejak tahun 2001, termasuk di Pantai Utara Jawa (bisa Indramayu atau Cirebon).

"Kami sudah menyebarkan informasi berkaitan dengan prakiraan iklim melalui pemerintah daerah setempat dan instansi terkait, serta melakukan percepatan tanam dengan memanfaatkan ketersediaan air yang masih ada secara efisien,"ujar Dirjen Tanaman Pangan, Departemen Pertanian (Deptan) Sutarto Alimoeso, di Jakarta, Kamis (30/7).

Deptan, katanya, akan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, di pusat maupun daerah, untuk mengantisipasi maupun mitigasi dampak risiko. Pemerintah juga akan melakukan penanaman varietas yang memerlukan air relatif sedikit, menerapkan sistem usaha tani hemat air, menanam palawija hemat air, misalnya kacang hijau dan sorgum, serta pola tanam sesuai spesifikasi lokasi.

"Dilakukan juga penyiapan bantuan benih tahan kekeringan dan benih palawija untuk rotasi tanaman padi, pengawalan dan monitoring secara intensif pada daerah daerah yang berpotensi terkena kekeringan, dengan gerakan khusus sosialisasi menghadapi El Nino," tuturnya.

Sedangkan untuk mengamankan target produksi beras tahun 2010 dan 2011 apabila terjadi El Nino, akan digunakan lahan rawa atau lebak seluas 900.000 hektare (ha). Menurutnya, jika digunakan seluas 200.000 ha saja, maka target produksi akan tercapai. Selain itu, pemerintah menyiapkan benih unggul hibrida dan dikawal oleh sekolah lapang pertanian tanam terpadu (SL-PTT) yang dievaluasi setiap bulan.

Sutarto menegaskan, untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, harus dicarikan jalan terbaik, bukan dengan mengimpor.

"Saat ini, ada sekitar 300.000 ha lahan rawa atau lebak yang tersebar di Kalsel, Kalteng, Lampung, dan Sumsel yang bisa menghasilkan lima juta ton gabah kering giling (GKG)," katanya. [S-26]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=9519
Read On 0 comments

Tips Hadapi Internet Pornografi

10:25:00 PM
Sabtu, 25 Juli 2009

Bagi orang tua, salah satu aspek yang paling mengganggu dari internet adalah akses yang mudah bagi anak-anak untuk masuk ke situs porno.
Foto-foto seksual, yang dulu susah didapatkan sekarang hanya tinggal meng klik mouse.Industri pornografi on line menggunakan berbagai strategi dalam mempromosikan penggunaan situs mereka termasuk:
* Pop-up windows: membuat pengguna komputer terbenam dan terpesona dengan pornografi

* Bajakan Home page: seolah-olah penampilan homepage asli dan ketika di klik mengalami masalah tetapi lalu yang muncul situs yang lain yaitu situs pornografi.

* Situs tersembunyi: berbagai teknik termasuk membeli nama area yang sudah habis masa kadaluarsanya, menyalahgunakan kesalahan penulisan atau menggunakan nama perusahaan atau orang terkenal.

* Kata-kata kunci yang tersembunyi: Operator pornografi memasukkan kata-kata kunci termasuk nama-nama merek mainan atau artis terkenal di dalam kode situs mereka agar anak-anak dan remaja masuk ke dalam situs mereka.

Lantas, apa saja tips untuk menghadapi pornografi online bagi anak-anak dan remaja?
* Jangan pernah coba-coba bertemu dengan orang yang dikenal melalui dunia maya.

* Jangan pernah memberikan foto di internet kepada orang yang tidak dikenal.

* Jangan pernah memberikan informasi identitas seperti nama, alamat rumah, alamat sekolah atau nomor telepon.

* Jangan pernah men download foto-foto dari sumber yang tidak jelas karena ada kemungkinan penayangan gambar-gambar yang berbau pornografi.

* Jangan pernah merespons pada pesan atau bulletin yang tidak senonoh, cabul dan menggoda.

* Apapun yang dikatakan melalui online bisa benar dan juga bisa tidak benar.

* Bicarakan dengan anak-anak dan remaja anda mengenai penipuan seksual dan potensi bahaya on line.

* Luangkan waktu dengan anak-anak anda untuk bersama-sama online. Minta mereka mengajarkan anda mengenai situs kegemaran mereka dan ajarkan mereka mengenai tanggung jawab penggunaan sumber online.

* Letakkan komputer di ruang keluarga, jangan di kamar anak.

* Gunakan kontrol untuk orang tua yang disediakan oleh penyedia layanan dan/atau mengunci software.

* Monitor anak anda saat ber chatting. Ruang chatting sering dimanfaatkan oleh pelanggar seksual.

* Mempunyai akses atau password online anak anda agar anda dapat mengecek emailnya. Katakan terus terang dengan anak anda mengenai hal ini dan jelaskan alasannya.

* Cari tahu pengamanan komputer yang digunakan oleh sekolah anak anda, perpustakaan umum dan di rumah teman-teman anak anda.

* Mengerti jika anak atau remaja anda terlibat pada bentuk eksploitasi seksual, bahwa anda harus menelusuri dan menuntut tanggung jawab pemangsa seksual online.

Paskaria

http://www.tabloidnova.com/Nova2/Tips/Tips-Hadapi-Internet-Pornografi3
Read On 0 comments

Olahraga Rutin Enyahkan Kanker dan Risikonya

10:09:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 17:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

OLAHRAGA tidak hanya akan membuat Anda merasa lebih segar dan mendapatkan tubuh ideal. Berdasarkan hasil studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari Kuopio and Oulu universities di Finlandia, mereka yang berolahraga dengan intensitas tinggi berisiko lebih kecil menderita kanker dan meninggal akibat kanker tersebut.

Olahraga seperti jogging, berenang, mengayuh dan permainan seperti squash dan sepak bola, menurut peneliti, bisa menurunkan risiko menderita kanker dan mengalami kematian akibat penyakit tersebut. Akan tetapi, studi tersebut juga menemukan, Anda harus berolahraga paling tidak selama 30 menit sehari untuk mendapatkan manfaat tersebut.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengikuti perkembangan 2.560 laki-laki dari bagian timur Finlandia. Mereka rata-rata berusia antara 42 dan 61 tahun. Para partisipan ini tidak mempunyai sejarah kanker. Mereka selanjutnya diminta mengisi kuesioner dan menjalani pemeriksaan fisik untuk mengukur intensitas olahraga mereka. Para peneliti mengikuti perkembangan mereka selama rata-rata 17 tahun. Mereka mencapai usia rata-rata 53 tahun ketika para peneliti kembali melakukan follow-up.

Intensitas olahraga mereka, menurut peneliti, diukur berdasarkan unit metabolik (MET atau metabolic equivalents of oxygen consumption). Jalan mempunyai intensitas rata-rata sebesar 4.2 MET, jogging 10.1 MET, berenang 5.4 MET, berkebun 4.3 MET, bersepeda ke tempat kerja setara dengan 5.1 ME, ski 9.6 MET, mengayuh 5.4 MET, main bola 6.& MET, senam, menari atau angkat beban setara dengan 5 MET.

Studi yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine ini menemukan, laki-laki yang rata-rata melakukan aktivitas dengan rata-rata intensitas 5.2 MET, paling tidak selama 30 menit sehari, berisiko 50% lebih kecil mengalami kematian akibat kanker dibandingkan dengan mereka yang olahraga kurang dari intensitas ini.

Faktor lain

Hasilnya, menurut peneliti, tetap sama setelah disesuaikan dengan berbagai faktor risiko lain seperti usia, konsumsi alkohol, merokok, indeks massa tubuh dan asupan kalori.

"Rata-rata durasi aktivitas fisik sebanyak 462 menit per minggu, atau hampir 8 jam," tutur pemimpin studi, seperti dikutip situs dailymail.

Olahraga intensitas tinggi, menurut peneliti, merupakan cara terbaik menurunkan risiko menderita dan meninggal akibat kanker, khususnya kanker paru-paru dan kanker gastrointestinal."Tingkat waktu luang dan bermalas-malasan tanpa aktivitas fisik sangat berkaitan dengan kematian akibat kanker."

Laki-laki dengan rata-rata intensitas aktivitas lebih dari 5.2 MET mengalami pengurangan risiko kanker yang sangat signifikan. Akan tetapi, imbuh peneliti, untuk mengurangi risiko kematian akibat kanker, paling tidak Anda harus berolahraga dengan intensitas sedang. (OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/07/31/1462/2/Olahraga-Rutin-Enyahkan-Kanker-dan-Risikonya
Read On 0 comments

Rumah dan Mimpi Pengurangan Emisi

10:08:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 | 11:37 WIB

Oleh BRIGITTA ISWORO LAKSMI

Dunia saat ini sedang menghadapi tantangan besar menyongsong bencana iklim yang (seharusnya) menjadi momok. Jika suhu bumi naik hingga dua derajat, yang diperkirakan akan tercapai pada abad ini, dan jika kita tidak berbuat apa-apa sekarang, maka Planet Bumi akan menuai bencana: mulai dari badai yang semakin sering, iklim yang tak lagi terprediksi, kekeringan, hingga banjir dengan skala masif.

Bencana tak langsung adalah kelaparan, kekurangan suplai air bersih, serta penyebaran penyakit tropis yang lebih luas. Masalahnya, bumi dan lingkungan yang melingkupinya bersifat tetap, sementara manusia yang menghuni di atasnya terus berkembang. Perkembangan itu menuntut pembangunan.

Daerah urban merupakan kawasan dengan laju pembangunan amat pesat. Berdasarkan proyeksi Divisi Kependudukan PBB, penduduk kawasan urban pada kurun waktu 2000-2030 akan bertambah rata-rata 1,8 persen per tahun, dua kali lipat tingkat pertumbuhan rata-rata penduduk dunia seluruhnya. Dengan kecepatan seperti ini, dalam waktu 38 tahun ke depan jumlah penduduk kota akan berlipat dua. (Bayangkan Jakarta dengan jumlah penduduk sekitar 20 juta!)

Penduduk urban adalah konsumen segala macam sumber daya termasuk energi yang amat rakus. ”Ketika emisi karbon dioksida dari kota amat tinggi dibandingkan daerah pedesaan, sebenarnya penduduk kota pulalah pemegang kunci dari pengurangan emisi karbon. Ketika diturunkan menjadi sel-sel yang lebih kecil, rumah memegang kunci pengurangan emisi karbon,” demikian antara lain disampaikan konsultan senior Rockwool, Thomas Nordli, saat menerima sejumlah wartawan Indonesia di Kopenhagen, Denmark, awal Juni lalu.

Tantangan itu terletak pada bagaimana mengurangi emisi karbon di kota, sekaligus tetap bertumbuh sebagai kota yang kompetitif dan menarik untuk kegiatan ekonomi. Jawabannya ada pada paradigma pembangunan kota berkelanjutan, setidaknya berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.

Ketika emisi karbon tinggi, perubahan iklim yang terjadi akan memunculkan dampak ikutan berupa kemiskinan, ketidakadilan, yang bermuara pada menurunnya kualitas manusia. Untuk pengembangan kota, bukan hanya para arsitek, ahli tata ruang, dan ahli perkotaan yang perlu dilibatkan, para ahli geografi, antropologi, budayawan, dan kesehatan pun perlu dilibatkan, mengingat pembahasan akan menyentuh area-area kesehatan penduduk, perilaku penduduk, dan aset lingkungan.

Insulasi

Salah satu cara menghemat energi dalam sistem bangunan rumah adalah pemasangan insulasi. Nordli dari perusahaan insulator Rockwool menggarisbawahi, bangunan di negara-negara Uni Eropa merupakan emiter terbesar karbon, hingga mencapai 41 persen. Sebesar 33 persen digunakan untuk transportasi dan sisanya, 26 persen, untuk kebutuhan operasional industri.

”Dua pertiga dari konsumsi energi pada bangunan digunakan untuk melakukan pemanasan dan pendinginan,” ujarnya. Di negara empat musim, pemanas berperan besar untuk kenyamanan dalam bangunan. Sementara di negara tropis, pendingin amat didambakan.

Untuk mendapatkan kenyamanan tersebut, ada dua cara. Pertama, membangun pembangkit listrik atau pemanas. Kedua, menghemat penggunaan energi.

Nordli mengungkapkan hasil risetnya bahwa untuk mendapatkan listrik, butuh dana 3,9 sen euro per kWh per meter persegi, sementara hanya butuh 2,6 sen euro untuk mendapat kenyamanan yang setara jika dilakukan penghematan energi. Cara kedua inilah yang ditawarkan oleh sistem insulasi.

Prinsip kerja sistem insulasi adalah bersifat sebagai isolator, mampu menahan temperatur. Sebuah rumah dengan sistem insulasi akan mampu menahan panas yang ada di dalam rumah agar tidak lepas ke luar rumah.

Di sisi lain, insulator juga menahan hawa dingin dari luar rumah. Dengan demikian, kebutuhan akan pemanas dengan energi listrik atau gas akan sangat berkurang.

”Itu berarti kita telah mengurangi konsumsi energi kita sehingga emisi yang keluar dari rumah kita pun turun,” ujar Nordli.

Insulasi bukan lagi barang aneh di Denmark. Sekitar tiga tahun lalu muncul peraturan yang menetapkan standar rumah yang, antara lain, bertujuan mengurangi emisi dari bangunan rumah, sebuah rumah yang lebih ramah lingkungan (rumah hijau).

Menurut Charlotte Hjelm, yang membangun rumahnya sekitar dua tahun lalu, dengan memasang insulasi, dia dapat menghemat penggunaan energi hingga 25 persen. Penghematan itu bisa mencapai sekitar 1.000 krone Denmark per bulan.

Dengan kemampuan bertahan selama 50 tahun, sistem insulasi Rockwool yang menempati posisi kedua di dunia dalam pangsa pasar diperhitungkan mampu menghemat 200 juta ton emisi karbon. Insulasi bukan hanya untuk bangunan rumah, tetapi terutama untuk industri dan bangunan-bangunan masif, seperti perkantoran. Sejumlah contoh di negara tetangga di antaranya bangunan Ikea di Singapura dan Malaysia, stasiun kereta api Lok Ma Chau di Hongkong, Bandara Changi di Singapura, National Convention Centre di Vietnam, Low Energy Office (LEO) dari Departemen Energi Malaysia.

Berpijak pada kemajuan yang dicapai sekarang, muncullah cita- cita besar ke depan, yaitu bagaimana membangun rumah yang sama sekali tidak membutuhkan pasokan energi dari luar. Itu disebut sebagai passive house (rumah pasif). Saat ini Rockwool membangun rumah pasif di kawasan Czech Technical University. Nilai bangunannya 800 euro (sekitar Rp 11,2 juta) per meter persegi.

Kini negara-negara maju di Uni Eropa berencana menerapkan peraturan passive house pada 2016, sementara Inggris akan memulai pada 2015 dan Jerman serta Belanda pada tahun 2015. Ambisi besar Perancis adalah standar rumah energy plus— rumah yang justru memproduksi energi—yang akan mulai diperkenalkan pada 2020.

Itulah mimpi besar untuk mengurangi emisi global. Dan, mimpi itu bisa diawali dari mimpi kecil: bagaimana mengoperasikan rumah kita dengan energi yang seefisien mungkin, dengan emisi karbon seminim mungkin. Mimpi selalu diperlukan untuk sebuah perubahan besar.

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/07/31/11375222/rumah.dan.mimpi.pengurangan.emisi
Read On 0 comments

BAHAN BAKAR: Warga Khawatir Konversi Elpiji

10:05:00 PM
Jum'at, 31 Juli 2009

KOTABUMI (Lampost):

Warga mempertanyakan rencana konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg yang akan dilakukan pemerintah. Sebab, mayoritas warga desa masih mengandalkan kayu bakar untuk memasak. Selain itu, warga menjadikan minyak tanah satu-satunya bahan bakar untuk penerangan.

Kepala Desa Tanjung Jaya, Sungkai Barat, Rozali, Minggu (26-7), mengatakan sebanyak 350 kepala keluarga (KK) di Desa Tanjung Jaya saat ini masih mengandalkan kayu sebagai bahan bakar memasak.

Kalau benar rencana pemerintah akan menarik minyak tanah dan menggantinya dengan elpiji 3 kg, warga sangat khawatir. Terlebih, kini aliran listrik untuk penerangan malam hari belum masuk Desa Tanjung Jaya.

Keberadaan minyak tanah sampai kini masih menjadi satu-satunya bahan bakar untuk penerangan di rumah-rumah warga. "Kalau keberadaan minyak tanah sampai ditarik, warga tidak memiliki alternatif lain untuk penerangan," kata dia.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Labuhan Ratu, Sungkai Selatan, Erda, mengatakan konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg untuk daerah terpencil dapat ditinjau kembali. Terlebih sosialisasi penggunaan kompor gas belum dijalankan.

"Kalau melihat tayangan televisi tentang meledaknya tabung gas yang menyebabkan kebakaran, pastinya akan timbul di benak warga adanya ketakutan. Warga khawatir, hal itu menimpa mereka," kata dia.

Erda juga menjelaskan kalau konversi minyak tanah tidak menyebabkan harga melambung, mungkin tidak menjadi masalah. Tapi, kalau minyak tanah harganya sampai tinggi, dia sangat kasihan melihat warganya di pelosok desa yang mengandalkan penerangan dengan minyak tanah. "Kalau aliran listrik sudah ada, tidak menjadi masalah," kata dia. n */D-3

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009073101100632
Read On 0 comments

Tuntut Jaminan Kesehatan, 1.400 Buruh Demo

9:59:00 PM
Juli 31, 2009 - 16:18

BEKASI (Pos Kota)-Sebanyak 1.400 pekerja pabrik garmen PT Sion Sungintex di Pangkalan IV Kelurahan Cikiwul, Bantargebang unjukrasa, Jumat (31/7) sekitar pukul 10:00.

Aksi pekerja ini sudah dua hari dan dilakukan di depan pabrik mereka. “Kami minta perusahaan memberi jaminan kesehatan,” tutur Karsih, 24, pekerja yang bersama-sama temannya menggelar berbagai spanduk.

Demo ini, menurut mereka dipicu sikap perusahaan yang arogan terhadap karyawan. “Kami disuruh lembur terus sampai pagi, padahal di rumah ada suami dan anak-anak,” tutur Yeni, 30, wanita yang mengaku karena sering lembur, kesehatannya terganggu.

Mereka juga diancam akan diberi surat peringatan jika lembur tidak dituruti. “Jadi kami sebagai pekerja berharap direksi mau mengerti tuntutan kami supaya perusahaan jalan dan produksi juga lancer,” tandas Karsih.

Hingga siang belum ada kesepakatan antara pekerja dengan perusahaan, sementara puluhan petugas Polsek Bantargebang mengamankan jalannya aksi.

(saban/sir)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/07/31/tuntut-jaminan-kesehatan-1400-buruh-demo
Read On 0 comments

Komite Sekolah Akan Kembalikan Dana Sumbangan Pendidikan

9:56:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 19:16 WIB

Cimahi (ANTARA News) - Komite Sekolah SDN Utama Mandiri I Kota Cimahi, berjanji akan mengembalikan pungutan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) kepada orang tua murid.

"Dari hasil pertemuan kami dengan orang tua murid, disepakati bahwa uang sumbangan peduli pendidikan akan dikembalikan secepatnya," kata Ketua Komite SDN Utama Mandiri I, Nunu Nugraha, yang ditemui di SDN Utama Mandiri I, Jalan Leuwigajah Kota Cimahi, Jum`at.

Ia menjelaskan, pengembalian uang sumbangan pedulu pendidikan yang dipungut dari orang tua murid akan dikembalikan secara bertahap.

"Sistem pengembaliannya bertahap, karena ada orang tua yang sudah membayar penuh, ada juga yang baru separuh dan ada yang belum bayar sama sekali," kata Nunu.

Menurutnya, kesepakatan untuk menarik dana sumbangan peduli pendidikan dari orang tua siswa SDN Utama Mandiri I Utama, sudah berdasarkan persetujuan pihaknya dengan orang tua murid.

Alasan dibuatnya kesepakatan untuk menari dana tersebut, karena SDN Utama Mandiri I Kota Cimahi kekurangan sarana sekolah seperti meja dan kursi, komputer dan lemari kelas.

Dana sebesar Rp400 ribu tersebut, kata Nunu, akan digunakan untuk membeli 40 unit meja dan kursi, dua lemari kelas, satu unit komputer dan seragam siswa baru.

Dikatakannya, selama ini minat masyarakat Kota Cimahi untuk menyekolahkan anaknya di SDN Utama Mandiri I Utama sangat tinggi.

Tahun ajaran 2009/2010, kuota siswa baru di SDN Utama Mandiri I hanya 100 siswa.

Namun jumlah masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SD tersebut mencapai 200 orang lebih.

"Kami bingung, antusias warga warga untuk menyekolahkan anaknya sangat tinggi, sedangkan infrastuktur sekolah masih kurang memadai, karena itu diambil keputusan untuk memungut dana ini," kata Nunu.

Pihaknya menegaskan, keputusan untuk memungut dana tersebut, pada mulanya dilakukan atas persetujuan orang tua dan untuk kebaikan orang tua murid sendiri.

Sebelumnya, ratusan orang tua murid SDN Mandiri Utama I Kota Cimahi dan Forum Masyarakat Utama Kota Cimahi, berkumpul di sekolah tersebut untuk menanyakan pungutan uang "Sumbangan Peduli Pendidikan" atau Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) sebesar Rp400.000.

"Kami selaku perwakilan dari masyarakat dan orang tua siswa hanya mengadukan atau mengajukan protes atas pungutan Rp400 ribu yang dilakukan oleh komite sekolah," ujar Sekretaris Forum Masyarakat Utama, Deni Hamka Mijaya yang ditemui di SDN Utama Mandiri I, Jalan Leuwigajah Kota Cimahi, Kamis (30/7).

Menurut Deni, ratusan orang tua siswa dan pihaknya mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan tentang penetapan Sumbangan Peduli Pendidikan.

Sebelum melakukan pertemuan dengan komite sekolah, sekitar pukul 11.00 WIB, para orang tua melakukan demo di depan sekolah.

Namun, komite sekolah menyepakati untuk melakukan dialog atau pertemuan dengan para orang tua murid pada jam 14.00.(*)

http://www.antaranews.com/berita/1249042572/komite-sekolah-akan-kembalikan-dana-sumbangan-pendidikan
Read On 0 comments

Pembatalan Premi Asuransi

9:50:00 PM
Jum'at, 31 Juli 2009

Alfian Malik

Pertanyaan:

Salam, Pengasuh hukum online.com yth; Saya mempunyai permasalahan dengan asuransi, pada tahun 2004 yang lalu saya menjadi pemegang polis asuransi jiwa perorangan pada PT Asuransi "AL", jenis asuransi "SF". Saya berkewajiban membayar premi tahunan sebesar Rp. 60 juta pertahun selama lima tahun. Pada tahun ke lima (terakhir) saya tidak sanggup lagi membayar premi karena keadaan ekonomi setelah berhenti dari jabatan pekerjaan. Setelah melewati masa tenggang dari pihak asuransi (2 tahun) dan saya tetap tidak bisa membayar premi tahun terakhir, pihak asuransi mengatakan bahwa polis saya telah batal dan uang premi yang telah saya bayar (kurang lebih Rp. 240 juta) menjadi hangus. Pertanyaan saya, apakah memang demikian resiko yang harus saya pikul, dan bisakah saya mendapatkan hak-hak saya kembali? Saya mohon bantuan dan penjelasan dari pengasuh Yth Demikian, sebelumnya saya ucapkan terima kasih Alfian Malik


Jawaban :

Kepada Sdr. Alfian Malik,

Membaca persoalan Anda, sungguh pedih saya rasakan. Asuransi yang Anda persiapkan dengan tujuan untuk hari tua, pada akhirnya tidak dapat Anda nikmati seperti yang sudah Anda bayangkan pada awal Anda memutuskan untuk ikut serta dalam program tersebut.

Menyikapi pertanyaan Anda, saya tidak dapat memberikan pandangan secara lugas karena Anda tidak menyampaikan informasi secara utuh. Misalnya, Anda tidak menyampaikan bagaimana syarat/klausul di dalam perjanjian polis asuransi dalam hal terjadi keadaan yang menyebabkan Anda tidak dapat lagi membayar setoran (premi) pertahunnya.

Namun demikian, menurut saya, Anda dapat melakukan upaya yaitu mendatangi dan/atau menulis surat kepada PT. Asuransi ”AL” yang isinya mempertanyakan tentang penyebab hangusnya uang yang selama ini sudah Anda setorkan sebesar Rp 240 juta tersebut. Kemudian, Anda juga dapat mempelajari dokumen yang Anda tanda tangani ketika Anda mengikatkan diri dalam program asuransi ”SF”.

Jika Anda rasakan sulit untuk mengerti isi dari dokumen yang dimaksud, Anda dapat menunjuk pihak yang mengerti akan hal tersebut. Hal ini barangkali perlu dilakukan agar upaya penyelesaian dapat berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran. Selain itu, yang terpenting, pihak tersebut dapat membantu Anda memperoleh pelayanan secara benar dan tidak diskriminatif dari pihak perusahaan PT. Asuransi ”AL” serta penyelesaian masalah secara patut.

Salam,

7102009104406AM599.JPG
(Tisye Erlina Yunus, S.H., M.M. (NIA B.99.10408))

Sumber :
DPC Peradi Jakarta Selatan

http://www.hukumonline.com/klinik_detail.asp?id=6960
Read On 0 comments

Deretan Pengawet yang Diizinkan

4:30:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 12:00 WIB

Penulis : Ikarowina Tarigan

SADARKAH Anda kalau hampir setiap hari Anda memenuhi tubuh dengan berbagai zat pengawet? Kata-kata seperti poli, dextro, atau carbonat, pada label makanan yang Anda konsumsi merupakan sebagian di antaranya. Sebagian besar dari komponen yang membingungkan ini berfungsi untuk menjaga agar makanan yang Anda konsumsi terbebas dari bakteri.

Sebagian besar dari pengawet ini telah dinyatakan aman oleh badan pengawet obat dan makanan Amerika (FDA). Akan tetapi, tidak semunya aman. Berikut beberapa pengawet yang aman bagi kesehatan. Demi keamanan, pastikan Anda membaca label makanan sebelum membeli untuk memastikan pengawet yang digunakan aman.

Pengawet yang lebih baik

Berikut beberapa pengawet yang dinyatakan benar-benar aman untuk dikonsumsi oleh FDA:

1. Vitamin C

Selain berperan sebagai vitamin esensial yang berpotensi mencegah kanker dan sebagai sumber suplemen bernutrisi, vitamin C juga merupakan pengawet yang baik. Vitamin C kaya kandungan yang berfungsi mencegah oksigen dari kerusakan. Dengan begitu makanan juga akan tetap segar dan penuh warna.

Terdapat dalam: Karena berperan ganda sebagai vitamin dan pengawet, vitamin C (yang sering dikenal dengan nama ascorbic acid pada label makanan) digunakan dalam berbagai makanan. Bisa ditemukan mulai dari daging olahan seperi ham serta berbagai jus buah. Selain itu, bisa juga ditemukan pada tepung sereal, jelly, dan jamur kalengan.

2. Asam sitrat (citric acid)

Asam sitrat masih berdekatan dengan vitamin C dan sama-sama merupakan pengawet alami yang baik. Kandungan asam di dalamnya berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Asam sitrat dinyatakan aman pada 99.9% populasi. Ada sebagian kecil yang alergi dengan asam sitrat, tetapi kondisi ini sangat jarang dan hampir tidak ada sama sekali.

Terdapat dalam: Asam sitrat banyak digunakan pada berbagai minuman ringan untuk pengawet dan penambah rasa.

3. Sodium benzoat dan asam benzoat (Sodium benzoate and benzoic acid)

Meskipun namanya kedengaran seperti zat kimia yang diproduksi di laboratorium, kedua pengawet ini berasal dari alam. Keduanya banyak terdapat pada cranberries, buah yang telah dikeringkan, plum, kulit manis, cengkeh dan apel. Kedua bahan ini mengandung komponen antibakteri yang jika ditambahkan ke makanan bisa mencegah pertumbuhanbakteri dan jamur.

Terdapat dalam: Kedua zat ini terdapat pada berbagai produk termasuk selai, minuman, dressing, salad, kue tart, serta berbagai makanan lainnya.

4. Sorbates

Sorbates merupakan salah satu pengawet terbaik. Sifatnya yang tidak berasa, tidak berbau dan tanpa efek samping membuat pengawet satu ini digunakan luas pada berbaagi produk makanan industri. Sorbates ini meliputi sorbic acid, potassium sorbate, sodium sorbate, dan calcium sorbate. Semua komponen ini berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Terdapat dalam: Sorbates banyak digunakan pada berbagai produk termasuk keju, yogurt, roti, kue,minuman, margarin, produk buah, dan dressing. (OL-08)

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/07/31/1458/3/Deretan-Pengawet-yang-Diizinkan
Read On 0 comments

Semester II-2009, Subsidi Listrik Lebih Berat dari BBM

4:25:00 PM
Jum'at, 31 Juli 2009 - 14:06 wib

JAKARTA - Pembiayaan subsidi listrik masih cukup besar sekira Rp40,4 triliun atau 42,8 persen dari APBN-P 2009, dibandingkan dengan subsidi BBM sebesar Rp8,27 triliun atau 33,7 persen memasuki semester II-2009 ini.

"Pembiayaan subsidi listrik terus membengkak dan cukup besar," kata Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan (Depkeu) Herry Purnomo kepada wartawan seusai salat Jumat, di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (31/7/2009).

Adapun penyerapan APBN untuk pendapatan dan hibah hingga 23 Juli sudah mencapai Rp412,1 triliun atau 48,56 persen dari dokumen stimulus. Sementara penerimaan perpajakan sebesar Rp325,95 triliun atau 49,2 persen, dan pajak dalam negeri Rp315,57 triliun (49,14 persen).

Kemudian untuk pajak perdagangan internasional tercatat sebesar Rp10,38 triliun (53,15 persen), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp80,979 triliun atau 46,26 persen, dan hibah Rp2 miliar.

Sementara belanja negara hingga saat ini sudah terserap Rp414,4 triliun, belanja pemerintah pusat Rp270,4 triliun atau 39,5 persen, belanja pegawai Rp75,0 triliun atau 53,0 persen, belanja barang Rp29 triliun, serta belanja modal Rp23,2 triliun.

Lebih lanjut, Herry menuturkan, penyerapan transfer ke daerah sudah mencapai Rp144 triliun, dana perimbangan Rp138,86 triliun, dan dana otonomi khusus Rp51,29 triliun atau 21,8 persen.

Selanjutnya, untuk defisit tercatat sebesar Rp2,292 triliun dan pembiayaan sebesar Rp48,854 triliun atau 30 persen yang terdiri dari dalam negeri sebesar Rp69,1 triliun dan luar negeri Rp20,32 triliun atau 140 persen.

Menurutnya, defisit yang kecil ini karena masih berjalan dan pembiayaan lebih diandalkan dari penerbitan surat utang negara. "Defisit terus kita pantau dan bagaimana hasilnya hingga akhir tahun," ungkapnya. (ade)

http://economy.okezone.com/read/2009/07/31/20/243828/semester-ii-2009-subsidi-listrik-lebih-berat-dari-bbm
Read On 0 comments

DPRD Minta Dinkes Perhatikan Kondisi Puskesmas

4:18:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009

PALU- DPRD Sulteng prihatin dengan kondisi infrastruktur sejumlah Puskesmas di Kapubaten Tojo Unauna, yang kondisinya sudah banyak yang rusak. Diantaranya adalah lantai sejumlah Puskesmas banyak yang sudah bolong.
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulteng, Mulyani Ladwan R Tiangso pada Rapat koordinasi mengatakan, seharusnya Kadis Kesehatan memonitor kondisi tersebut. Sebab sebagai ujung tombak pelayanan terhadap masyarakat, jika kondisi infrastruktur memprihatinkan, hal itu akan berpengaruh dengan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
“Kadis mesti liat langsung kondisi Puskesmas kita di desa, sebab lantai Puskemas di Kabupaten Tojo sudah banyak yang bolong,” ungkap Mulyani yang kembali terpilih pada pemilu legislative periode 2009-2014 ini.
Bukan hanya itu, dinas juga harus menghimbau bidan yang bertugas di desa, untuk memperhatikan kebersihan lingkungan Puskesmas. Sebab dari hasil kunjungan DPRD Sulteng sebelumnya, banyak ditemukan lingkungan Puskesmas masih kumuh. Bahkan lantai dan peralatan medisnya juga kurang memadai.
“Mereka itu adalah contoh bagi masyarakat, kalau kumuh tempatnya itukan jadi tidak baik,” terangnya.
Kadinkes Sulteng, dr Ansyayari Mkes, dalam rapat tersebut menyebutkan, pihaknya menyadari jika banyak kondisi infrastruktur kesehatan di desa sudah cukup tua. Sebagai informasi, jika perawatan infrastruktur kesehatan itu, sebagaian juga jadi tanggung jawab kabupaten/kota.
“Dana perawatan itu berasal dari Sharring antara Dinas Provinsi, Kabupaten dan Kota. Tapi kita akan berupaya terus meningkatkan pelayanan Kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya.
Soal kebersihan, Ia menambahkan, jika pemerintah juga memberikan porsi untuk memperhatikan kebersihan lingkungan Puskesmas. Dengan fokus program yang ditetapkan Dinkes Sulteng adalah pelayanan kepada masyarakat, pihaknya akan terus berusaha mengupayakan yang terbaik. Ia juga berjanji akan menghimbau petugas kesehatan Puskesmas agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan Puskesmas.(SYARIF)

http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2680&Itemid=1
Read On 0 comments

Bijak Mengkonsumsi Produk Rendah Lemak

4:16:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 | 14:07 WIB

KOMPAS.com - Sebenarnya, kita tak perlu memerangi lemak habis-habisan. Lemak tidak sepenuhnya buruk. Tubuh masih tetap membutuhkannya untuk menghasilkan tenaga. Fungsi lemak sangat penting untuk proses penyerapan vitamin (A, E, D, dan K). Jika tubuh kekurangan lemak, kulit akan cepat keriput dan rambut menjadi kering. Lemak juga mendukung sistem saraf untuk memproduksi hormon yang melindungi tubuh dari hipotermia.

Jika mengikuti diet 2000 kalori, tubuh membutuhkan sekitar 70 gram lemak setiap hari. Seperlima dari 70 gram (sekitar 15 gram) seharusnya terdiri atas lemak jenuh (daging merah, mentega) dan sisanya lemak tak jenuh (ikan, minyak sayur).

Biasanya seseorang yang merasa lapar saat diet, mengatasinya dengan mengkonsumsi produk rendah lemak. Apa yang Anda lakukan benar. Namun, ada yang perlu Anda pahami. Kandungan kalori produk rendah lemak biasanya hanya berkurang 11 persen dari produk biasa. Lumayan, sih, namun akan lebih baik bila Anda juga mengkonsumsi produk yang berlemak sehat atau segelas yogurt, karena akan membuat perut terasa kenyang lebih lama.
Untuk itu, sebelum menentukan produk untuk mendukung diet Anda sebaiknya ketahui fakta-fakta di balik produk tersebut.

Yogurt rendah lemak
Untuk membuat yogurt non-fat terasa nikmat, produsen biasanya akan menambahkan kandungan karbohidrat di dalamnya lebih banyak daripada yogurt, melalui proses pembekuan makanan.

Minuman diet bersoda
Rasa manis yang terasa dalam minuman diet bersoda biasanya mengandung pemanis buatan yang tidak mengandung kalori. Itu sebabnya, terkadang kita merasa lapar setelah minum soda diet.

Mayonnaise, fat-free cake, dan mentega rendah lemak
Produk-produk ini umumnya mengandung transfat. Lemak tersebut berbentuk cair (contohnya minyak sayur). Meski kandungan lemaknya nol sekali pun, tetap saja ada, namun dalam jumlah yang jauh lebih kecil.

Kenali lebih jauh gula diet
Coba perhatikan komposisi bahan pada bungkus-bungkus makanan jadi di sekitar kita. Terutama yang berlabel kata-kata “bebas gula“ atau “diet”. Apa yang Anda lihat di sana? Aspartame. Aspartame adalah bahan pemanis rendah kalori pengganti gula biasa (sukrosa). Aspartame memang dikenal sebagai gula diet. Tak mengherankan, perempuan yang sedang menjalani program mengurangi berat badan kerap membawa gula diet kemasan sachet ini ke mana-mana.

Buat sebagian orang, mengkonsumsi gula diet merupakan salah satu cara menjaga agar badan tetap sehat dan langsing. Bahkan, penggunaan gula jenis ini “disarankan” bagi mereka yang mengidap penyakit diabetes.

Namun, aspartame bisa menimbulkan efek negatif bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Beberapa efek negatif itu, misalnya, memicu gangguan jaringan otak manusia, menimbulkan sakit kepala, kejang-kejang, mati persendian, mual-mual, kejang otot, hingga akibat paling tragis: kematian. Aspartame juga berpeluang menimbulkan kerusakan ginjal. Pasalnya, aspartame adalah kombinasi dari dua asam amino; asam aspartat dan fenilalanin. Seperti protein pada umumnya, asam-asam amino tersebut harus mengalami metabolisme di dalam tubuh.

Penguraian protein itu merupakan tugas ginjal. Apabila terlalu banyak dan terlalu sering mengkonsumsi aspartame, ginjal akan kelelahan dan mengalami kerusakan, sehingga timbul penyakit ginjal. Padahal, ginjal berfungsi menyaring semua zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Jika ginjal rusak, kinerja tubuh akan berkurang, sehingga tubuh akan semakin mudah terserang penyakit.

Meksi begitu, para ahli kesehatan sepakat bahwa aspartame tidak berbahaya apabila dikonsumsi dalam takaran yang pas. Dosis yang aman adalah 40 miligram (mg) per kilogram (kg) berat badan. Contohnya, seseorang berbobot tubuh 50 kg hanya boleh menenggak aspartame maksimum 2.000 mg (2 gr) sekali asup.

(Fatima Roeslan)

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/07/31/14071678/Bijak.Mengkonsumsi.Produk.Rendah.Lemak
Read On 0 comments

Harga Lambang Rp25.000

4:05:00 PM
Rabu, 29 July 2009

DI SMPN 29 PADANG

PADANG - Belum tuntas kisruh demi kisruh penerimaan siswa baru tahun 2009, Kota Padang kembali dikejutkan dengan kebijakan SMPN 29 Padang yang menetapkan harga sepasang lambang sekolah dan
kelas sebesar Rp25.000.
Kebijakan yang tak masuk akal ini, kontan menuai protes. Siem, 39, salah seorang walimurid kelas 7 di SMPN 29 Padang menyebut harga lambang yang dijual tidak masuk akal dan sangat mahal.
Kata dia, pihak sekolah memaksa untuk membeli lambang tersebut di sekolah. Sedangkan lambang tersebut kalau dibeli di pasar, tidaklah semahal itu.
“Di pasar, untuk sepasang lambang tersebut harganya tak lebih dari Rp3.000. Nah, kenapa pihak sekolah menetapkan harga sebesar itu,” katanya seperti dilansir antara-sumbar.com, Selasa (28/7).
Belum lagi kaget dengan harga lambang sekolah dan kelas, walimurid juga ‘dipaksa’ untuk membeli seragam sekolah di tempat yang telah direkomendasikan sekolah dengan harga Rp85.000.
“Kami terpaksa membeli lambang dan baju tersebut di sekolah dengan harga yang mahal. Karena kalau tak dilakukan, kami takut anak kami tak bersekolah,” imbuhnya.
Senada dengan Siem, walimurid lainnya bernama Mang, 53, sembari menyerahkan sepasang lambang sekolah dan lokal tersebut berharap agar hal ini bisa dituntaskan secepatnya.
“Tolonglah kami masyarakat kecil ini, katanya Wajar sembilan tahun gratis. Ini, jangankan gratis, lambang sekolah saja dijual mahal. Sepertinya sekolah melakukan ‘bisnis’ di sektor ini,” katanya dengan mimik kesal.
Kepala SLTP 29 Padang, Drs Jupen, M.Pd., mengatakan, pihaknya terpaksa menaikkan harga lambang untuk menutupi hutang pembelian bangku dan meja sebanyak 120 unit dan papan tulis sebanyak 10 unit.
“Utang yang belum dibayar ada sekitar Rp8 juta, dan utang tersebut harus dibayar demi kelancaran belajar siswa,” katanya memberi alasan, kemarin.
Terkait pembelian seragam sekolah di satu tempat, hal itu katanya dimaksudkan agar siswa tidak membuat baju dengan bermacam model.
“Sebelum saya menaikkan harga ini, saya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang dan Unit Pengawas Teknis Dinas Pendidikan Naggalo,” ujar Jupen.
Kata dia, ini tujuan untuk mengamankan dunia pendidikan Kota Padang karena pemerintah telah menggalakkan pendidikan gratis untuk sembilan tahun. Dalam waktu dekat ini, pihak orangtua akan dipanggil untuk menjelaskan tentang harga lambang dan pembelian baju tersebut.
Kepada Dinas Pendidikan Padang, Nur Amin yang dihubungi Singgalang, kemarin menyatakan, ia tidak pernah diberitahu soal harga lambang tersebut. “Akan saya cek, jika benar nanti akan diusut,” kata dia.(*)

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=2719
Read On 0 comments

Menghindari Alergi Obat

4:03:00 PM
31 Juli 2009 | 00:21 wib

Beberapa penelitian mengungkapkan, reaksi yang tidak diinginkan pada penggunaan obat (alergi obat) terjadi pada sekitar dua persen pengkonsumsi obat. . Reaksi alergi obat ini biasanya ringan, berkisar antara pusing, gatal-gatal atau kulit memerah. Tapi ada juga yang sampai mengancam nyawa.

Alergi obat biasanya terjadi karena tubuh seseorang sangat sensitif sehingga bereaksi secara berlebihan terhadap obat yang digunakan. Tubuh berusaha menolak obat tersebut, namun reaksi penolakannya amat berlebihan sehingga merugikan tubuh sendiri. Reaksi itu bisa berupa gatal, sesak napas, penurunan tekanan darah, reaksi kulit disertai kelainan pada selaput lendir saluran cerna, sindrom Stevens-Johnson pada saluran napas dan kemaluan.

Risiko alergi obat meningkat pada orang yang memiliki bakat alergi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan atopi. Untuk menghindari terjadinya alergi obat, perlu kerja sama antara pasien dan dokter. Pasien harus mengemukakan pengalamannya menggunakan obat selama ini, apakah obat tertentu membuat tubuh alergi atau dicurigai menimbulkan alergi.

dalam hal ini, pasien harus rajin mencatat reaksi apa saja yang timbul pada tubuhnya setelah mengkonsumsi obat-obatan. Bila terjadi alergi, pasien harus memberitahu kepada dokter untuk mengganti resep obat yang lebih aman.

Satu-satunya cara untuk mengatasi alergi obat adalah dengan menghentikan penggunaan obat tersebut, dan mengatasi keadaan yang timbul akibat alergi.
(Kdr/dila)

http://www.suaramerdeka.com/
Read On 0 comments

Warga Barukang Tuntut Keadilan soal Sertifikasi Tanah

4:00:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 | 15:16 WITA

MAKASSAR, TRIBUN - Puluhan warga jalan Barukang berunjukrasa di kantor kecamatan Ujung Tanah, Sulsel, menuntut kepada oknum Lurah Cambaya berlaku adil dalam pembagian sertifikasi tanah gratis, Jumat siang.

Aksi unjukrasa yang dilakukan di depan kantor kecamatan itu menuntut oknum Lurah Cambaya berlaku adil dalam pembagian sertifikat tanah gratis kepada warga yang berada di dalam wilayah Rukun Warga (RW) 1, 2, 4 dan 5 kelurahan Cambaya.
"Sepertinya ada permainan di tingkat kelurahan Cambaya, karena ada satu kepala keluarga (KK) diberikan dua sertifikat, sementara yang lain tidak dapat. Lurah juga pernah menjanjikan 10 sertifikat kepada warga," tutur warga Cambaya, Sapri
Ia menduga telah terjadi permainan di tingkat Kelurahan pada pembagian sertifikat tanah gratis oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Makassar, sehingga penjatahan sertifikat tanah tersebut tidak merata kepada orang yang seharusnya mendapatkan.
Di kelurahan ini ada 25 obyek tanah yang mendapat sertifikat gratis namun, kata Sapri, banyak obyek tanah yang diklaim sebagai miliknya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV diterbitkan sertifikatnya.
Namun ada warga yang sudah mengurus persyaratan tanah di BPN Makassar namun hingga hari ini penerbitan sertifikatnya belum ada.
Warga juga pernah dijanjikan soal akan diterbitkannya sertifikat di lokasi 10 persil tanah.
Unjukrasa yang terdiri dari kaum perempuan, ibu-ibu dan anak-anak dan dikawal oleh personel dari Kepolisian Resor (Polres) Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Makassar ini, akhirnya diterima oleh pihak Camat Ujung Tanah untuk menyuarakan aspirasinya.
"Kami datang kesini, karena kami tidak puas dengan sikap Lurah Cambaya yang tidak adil. Kami mohon agar pihak kecamatan dapat mengambil alih kasus pembagian sertifat tanah ini," kata seorang warga Cambaya, Darwis
Perwakilan massa yang ditemui oleh Sekretaris Camat, Alimin, mengungkapkan pihak Camat saat ini hanya bisa mengkonfirmasi kepada Lurah yang bersangkutan dan akan mengecek di BPN Makassar dalam waktu dekat ini.
"Jadi kami terima aspirasi saudara-saudara. Dalam waktu dua atau tiga hari ini kami akan memanggil lurah, pihak BPN dan warga sekalian," jelasnya
Disinggung masalah kepemilikan tanah PT. Pelindo, Alimin membenarkan jika ada obyek tanah PT Pelindo IV Makassar masih atas nama warga.
"Cuma tidak ada bukti tertulis yang kita dapatkan, hanya info warga," ungkapnya. (*)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/41673
Read On 0 comments

Gila, Orang Miskin Dilarang Hamil

3:37:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 | 09:43 WIB

BLITAR, KOMPAS.com — Keluarga miskin harus menunda dulu keinginannya mendapatkan keturunan. Pemkab Blitar telah memangkas dana bantuan persalinan ibu hamil dari keluarga miskin sehingga warga miskin yang mendapat bantuan juga berkurang.

“Kebijakan anggaran pemkab aneh karena pasangan suami istri keluarga miskin (gakin) sepertinya dilarang hamil,” ujar anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Kabupaten Blitar, Achmad Dardiri, ketika mencermati usulan perubahan anggaran dari jajaran pemkab, khususnya dinas kesehatan.

Menurut anggota FKB ini, dalam usulan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2009, dinkes justru memangkas pos anggaran bantuan perawatan ibu miskin hamil yang hanya dialokasikan sebesar Rp 55,6 juta, dari anggaran semula Rp 99,8 juta. Selain itu, anggaran untuk pertolongan ibu miskin hamil dari alokasi semula Rp 44,5 juta, dipangkas menjadi Rp 23,3 juta.

Ironisnya, pemangkasan anggaran tersebut dilakukan untuk mencukupi alokasi anggaran Asuransi Kesehatan (Askes) bagi PNS di jajaran pemkab sebesar Rp 639 juta. Padahal, berdasarkan data yang dimiliki Panggar, alokasi anggaran Askes telah menjadi temuan audit BPK pada APBD 2008.

“Besarnya temuan dalam audit BPK sama dengan besarnya usulan anggaran Askes dalam PAK senilai Rp 639 juta. Kami menduga, anggaran tersebut untuk menutupi hasil temuan tersebut,” tuturnya.

Selain pos bantuan perawatan ibu miskin hamil, beberapa pos lain di dinkes juga dipangkas untuk mencukupi anggaran sebesar Rp 639 juta yang menjadi temuan BPK dan harus disetorkan kembali ke kas daerah.

Secara terpisah, Kepala Dinkes Kabupaten Blitar dr Kuspardani ketika dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku tidak tahu mengenai pemangkasan tersebut karena sampai saat ini pembahasan PAK APBD 2009 belum disahkan. Dia menduga, karena bantuan kesehatan bagi gakin sudah dialokasikan melalui Jamkesmas sehingga bantuan persalinan ibu dari gakin dikurangi. (ais)

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/07/31/09431376/gila.orang.miskin.dilarang.hamil
Read On 0 comments

Enam PLTA di Jawa Tengah Tidak Beroperasi

3:34:00 PM
Jum'at, 31 Juli 2009 | 14:05 WIB

TEMPO Interaktif, Banjarnegara – Sebanyak enam pembangkit listrik tenaga air di Jawa Tengah mulai dihentikan operasinya. Akibatnya, pasokan listrik ke jaringan Jawa-Bali berkurang hingga 115,3 megawatt.

“Debit air masing-masing waduk mulai berkurang karena sudah tidak ada hujan,” kata Humas PT. Indonesia Power, Gunawan Sri Wibowo, Jumat (31/7).

Gunawan mengatakan enam pembangkit yang berhenti operasinya yakni pembangkit Sempor, Wadas Lintang, Wonogiri, Pajengkolan, dan Kedung Ombo. Sedangkan pembangkit Mrica di Banjarnegara hanya beroperasi lima jam sehari. Selain enam pembangkit itu, dua pembangkit lainnya sudah lama tidak beroperasi. Pembangkit tersebut yakni, Kelambu dan Sidorejo.

Dengan tidak beroperasinya enam waduk tersebut, berarti pasokan listrik berkurang hingga 115, 3 megawatt. Pengurangan pasokan terbesar dari pembangkit Mrica sebanyak 60 megawatt.

Ia menyebutkan, di waduk Mrica saat ini volume airnya masih aman. Tingkat elevasi air mencapai 270 meter. Sedangkan elevasi minimal mencapai 228 meter. “Sungai Serayu masih cukup airnya hingga dua minggu kedepan,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Irigasi Dinas Sumber Daya Air Kebumen, Muchtarom mengatakan, mulai Sabtu (1/8) besok, waduk Wadas Lintang ditutup aliran airnya. Dengan ditutupnya waduk, berarti pembangkit dengan kapasitas 1 megawatt itu juga untuk sementara tidak beroperasi. “Sekalian untuk pemeliharaan pembangkit,” kata Muchtarom.

Sedangkan untuk waduk Sempor, kata dia, sudah mulai ditutup tanggal 15 Juli lalu. Saat ini kata dia, debit air di waduk tersebut hanya 12 juta meter kubik. Padahal untuk bisa memutar turbin, dibutuhkan minimal 28 juta meter kubik.

Sedangkan untuk waduk Wadas Lintang, debitnya kini tinggal 285 juta meter kubik. Volume maksimal waduk itu sendiri mencapai 412 juta meter kubik.

Penutupan waduk itu menurut Muchtarom tidak akan mengganggu pertanian. Pasalnya, saat ini petani di Kebumen sudah memanen padinya. Waduk Sempor sendiri selama ini menjadi tumpuan 6.478 hektar lahan pertanian. Lahan tersebut tersebar di enam kecamatan.

ARIS ANDRIANTO

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/07/31/brk,20090731-190072,id.html
Read On 0 comments

RUU Kesehatan Tak Lindungi Pasien

12:25:00 PM
Jumat, 31 Juli 2009 | 8:06 WIB

JAKARTA-SURYA -RUU Kesehatan yang sedang disusun belum menunjukkan keberpihakan terhadap pasien, antara lain tidak menyebut secara eksplisit perlindungan hukum.

Hal ini diungkapkan peneliti senior Indonesia Corruption Watch (ICW) Ratna Kusumaningsih. “Dalam draf RUU Kesehatan memang disebutkan tentang ganti rugi tetapi tidak tertulis secara jelas tentang bantuan atau perlindungan hukum untuk pasien,” kata Ratna dalam diskusi tentang RUU Kesehatan di Kantor ICW di Jakarta, Kamis (31/7).

Padahal, ujar dia, pada UU tentang Tenaga Kesehatan disebutkan secara jelas tentang ketentuan tenaga kesehatan yang memperoleh bantuan hukum. Menurut Ade, hal tersebut dikhawatirkan bisa mengakibatkan terulangnya kembali konflik seperti dalam Kasus Prita Mulyasari melawan Rumah Sakit Omni Internasional.

Selain itu, ICW juga menemukan, kebanyakan pasien berbagai rumah sakit masih belum secara jelas memahami tentang mekanisme untuk menyampaikan keluhan. Ratna mengemukakan, RS bisa saja beralasan telah menyosialisasikan tentang mekanisme komplain misalnya dengan memasang kotak saran, SMS online, dan call-center.

Namun, lanjutnya, yang perlu diperhatikan apakah keluhan melalui berbagai sarana iau akan ditindaklanjuti atau hanya dijadikan sebagai masukan untuk ditumpuk dalam arsip rumah sakit. “Yang lebih penting adalah tindak lanjut dari keluhan pasien,” katanya.

Masih terkait dengan RUU Kesehatan, Ratna juga menuturkan bahwa masih belum jelasnya skema perencanaan dan penggunaan anggaran kesehatan secara terperinci. Padahal, dalam draf RUU tersebut disebutkan bahwa anggaran untuk sektor kesehatan minimal 5 persen dari APBN dan jumlah tersebut di luar gaji tenaga kesehatan.ant

http://www.surya.co.id/2009/07/31/ruu-kesehatan-tak-lindungi-pasien.html
Read On 0 comments

15 Cara Terhindar Dari Mati Konyol

12:23:00 PM
Jumat, 31/07/2009 09:22 WIB

Jakarta, Kematian adalah takdir Yang Maha Kuasa dan tidak dapat direncanakan. Tidak ada seorang pun yang tahu apakah kita akan meninggal di atas ranjang atau justru di atap genteng? Tapi yang pasti, setiap orang tidak ingin mati dalam keadaan konyol.

Jika Anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang berhasil hidup dan lolos dari kejadian mematikan, beruntunglah karena sebagian lainnya justru meninggal, bahkan dalam keadaan konyol.

Berhasil melewati pohon yang hampir tumbang, serangan bom atau kecelakaan pesawat adalah keberuntungan. Tapi tidak selamanya keberuntungan berpihak pada Anda.

Banyak orang yang tidak berpikir dua kali ketika akan menyeberang jalan atau melakukan hal lainnya yang membahayakan, bahkan mereka tidak tahu jika hal itu berberbahaya.

Berikut ini beberapa hal berbahaya yang harus diwaspadai jika Anda atau orang-orang terdekat Anda tidak ingin mati dalam keadaan konyol, seperti yang detikhealth kutip dari Health24, Jumat (31/7/2009).

1. Mengonsumsi makanan dari kaleng yang menggembung atau berkarat.

2. Mengambil makanan atau minuman untuk orang asing tapi tidak menutup dulu pintu depan rumah.

3. Menempatkan kabel atau kawat elektrik di bawah karpet.

4. Menggunakan ATM di tempat yang sepi dan pada malam hari.

5. Tidak mematikan pemanas ketika akan tidur.

6. Mengendarai mobil dalam keadaan mabuk dan sendirian.

7. Tidak memberi pagar di kolam belakang rumah terutama jika memiliki anak kecil.

8. Pergi berperahu tanpa membawa jaket penyelamat atau pelampung.

9. Duduk di bagian samping kursi penumpang dalam angkutan umum sambil tangan memegang setumpuk barang.

10. Berkendara tanpa mengecek keadaan mobil sebelumnya terutama rem.

11. Mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak di depan publik.

12. Menyimpan benda-benda tajam sembarangan terutama pisau dan pistol.

13. Mempekerjakan orang asing tanpa tahu latar belakangnya.

14. Membiarkan pintu belakang rumah tidak terkunci ketika akan tidur atau bepergian.

15. Memberikan anak Anda yang masih kecil permen marbel atau permen lainnya yang dapat menyangkut di tenggorokannya.

http://health.detik.com/read/2009/07/31/092254/1174855/766/15-cara-terhindar-dari-mati-konyol
Read On 0 comments

Ayam Kampung Di Ambang Kepunahan?

12:19:00 PM
Tuesday, 06 February 2007

DR. Ahmad Rusfidra, S. Pt

Akankah ayam kampung punah di negeri agraris ini? Ini adalah sebuah kekawatiran para akademisi peternakan dan para peternak unggas melihat langkah sembrono yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta yang akan menghabisi populasi ayam kampung di Jakarta. Menurut Gubernur Sutiyoso, ayam kampung tidak berhak hidup di ibukota, sehingga ayam ini harus dimusnahkan karena ia menjadi vektor utama penularan virus Avian influenza (AI) dari unggas ke manusia. Namun sangat disayangkan Sutiyoso terkesan menggampangkan persoalan dan tidak didukung argumentasi ilmiah yang sahih. Sebaiknya Sutiyoso mempertimbangkan dampak sosial ekonomi dan dampak biologis bila populasi ayam kampung musnah di ibukota. Saat ini yang penting dilakukan adalah melakukan vaksinasi terhadap semua ayam, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengandangkan ayamnya dan edukasi publik untuk hidup sehat. Langkah pemusnahan ternak unggas hanya bisa dilakukan pada populasi uanggas yang positif sakit.

“Negeri yang kaya ternak, tidak pernah miskin.Negeri yang miskin ternak, tidak pernah kaya”.(Campbell dan Lasley, 1985)

Melalui pemberitaan di media elektronik dan media massa kita menyimak statemen Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan bahwa ternak unggas non-komersial merupakan vektor utama penularan flu burung ke manusia. Karena itu unggas non-komersial (ayam kampung, itik dan burung dara) tidak boleh hidup berdekatan dengan manusia karena ternak unggas tersebut merupakan penyebab utama merebaknya wabah flu burung di tanah air. Ayam kampung harus dimusnahkan, agar tidak ada lagi manusia yang terinfeksi virus flu burung.

Untuk memutus rantai penyebaran virus avian influenza (AI) di DKI Jakarta, Gubernur Sutiyoso mengeluarkan Peraturan Gubernur No 5 tahun 2007 tentang larangan memelihara unggas non-komersial di lingkungan pemukiman. Gubernur Sutiyoso bahkan memberi batas waktu hingga tanggal 1 Februari 2007 agar masyarakat memusnahkan sendiri unggas non-komersil milik warga, baik dengan cara dikonsumsi ataupun dijual. Asumsinya dasarnya adalah ayam kampung, itik dan burung dara adalah tertuduh, -sebagai vektor penularan virus AI ke manusia. Karena itu, unggas non-komersil tersebut tidak berhak hidup di ibukota. Pokoknya, ibukota negara harus steril dari ayam kampung, itik dan burung dara.

Kebijakan Sutiyoso juga diikuti oleh Gubernur Banten yang mengeluarkan Peraturan Gubernur yang melarang warganya memelihara unggas non-komersial di pemukiman. Rencananya mulai 1 Februari 2007 aparat pemerintah DKI Jakarta akan bertindak tegas dan memusnahkan unggas non-komersil di pemukiman.

Asumsi Sutiyoso adalah dengan bebasnya Jakarta dari ayam kampung, itik dan burung dara, maka ibukota akan bebas dari flu burung, sehingga tidak ada waga kota yang terinfeksi virus AI. Sebuah cara berpikir sederhana dari seorang pemimpin. Sebuah cara berpikir yang terkesan menggampangkan persoalan dan tidak memiliki argumentasi ilmiah akurat. Bagaimana mungkin ia bisa menjamin daerahnya bebas flu burung, meskipun semua ayam kampung dan itik dimusnahkan di Jakarta?.

Apakah pemerintah juga telah menghitung dampak sosial ekonomi dan dampak biologis bila ayam kampung musnah di negeri ini?. Kita sangat menyesalkan bila sebuah kebijakan diambil hanya didasarkan pada sikap kepanikan dan tidak didukung argumentasi ilmiah yang sahih.

Informasi terbaru ternyata virus AI tidak hanya pada unggas, namun juga ditemukan pada kucing, anjing dan lalat. Bahkan studi Prof. Wasito dan Prof. Hastari (dosen FKH UGM) menyebutkan bahwa lalat patut diduga sebagai vektor penting penularan virus AI. Saat ini yang perlu dilakukan adalah upaya publik edukasi agar masyarakat dapat memelihara unggasnya secara sehat dan tidak tertular virus AI, bukan memusnahkannya.Dampak Sosek dan Biologis Flu BurungWabah penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus Avian Influenza (AI) sub-tipe H5N1 kembali merebak di tanah air.

Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) meramalkan virus AI berpotensi sebagai “makhluk pembunuh” bila terjadi pandemi global flu burung. Pandemi influenza pada tahun 1918 yang disebabkan oleh virus “influenza Spanyol” menewaskan 20 juta orang (Webster et al. 1999). Korban meninggal pada umumnya berusia antara 15-45 tahun (Reid et al. 2000). Kini, seluruh negara di dunia bersiap menghadapi kemungkinan munculnya pandemi global (terjadinya wabah dalam waktu bersamaan dalam wilayah yang luas).

Namun, di dalam negeri penanganan wabah AI terkesan serabutan dan sangat reaktif, padahal transmisi virus AI terus terjadi dan korban manusia makin bertambah. Hingga kini penderita flu burung terdapat di sembilan provinsi. Korban terbanyak terdapat di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.Hingga tanggal 22 Januari 2007 virus AI telah merenggut 62 nyawa manusia di Indonesia dari 80 orang positif terinfeksi AI. Berdasarkan jumlah korban meninggal, Indonesia adalah negara dengan korban terbanyak dengan tingkat kematian 80%. Bahkan, Indonesia juga memiliki jumlah family cluster terbesar, sebanyak 7 cluster.

Kasus cluster AI terbesar di dunia terjadi di Desa Kubu Simbelang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Berdasarkan tempat tinggal korban, Soeroso (2006) menyatakan bahwa dari 48 kasus positif AI di Indonesia, sekitar 44% tinggal di pedesaan, 29% tinggal di pinggiran perkotaan dan 27% tinggal di perkotaan. Menurut jenis pekerjaan (n=48) maka distribusi pekerjaan korban AI adalah sebagai berikut: anak-anak (11 orang), pelajar (10 orang), pekerja kandang unggas (4 orang), penjual ayam di pasar tradisional (2 orang), pekerja non-farm (14 orang), petani (1 orang) dan belum teridentifikasi (6 orang). Berdasarkan data UNICEF (2006) sekitar 50 persen manusia positif terinfeksi virus AI adalah anak-anak, dan 30 persen korban meninggal adalah anak-anak. Anak-anak lebih rentan terinfeksi virus AI, meskipun hingga kini belum ada riset yang dapat menjelaskannya.

Peranan Ayam Kampung Ayam kampung merupakan ayam asli yang sudah didomestikasi dalam waktu yang alam. Saat ini populasi ayam kampung sekira 300 juta ekor yang tersebar di seluruh penjuru negeri, mulai dari perkotaan hingga pelosok perkampungan. Ayam yang memilki bobot tubuh kecil ramping ini dipelihara secara sederhana di halaman belakang rumah (backyard farming) oleh petani dan peternak kecil. Bila rata-rata satu rumahtangga memelihara 20 ekor, maka populasi ayam kampung dipelihara oleh sekira 15 juta rumahtangga petani (RTP) di negeri ini. Ayam kampung adalah plasma nutfah asli Indonesia.

Indonesia diduga akan kehilangan sumber daya genetik unik, khas dan unggul yang ada pada ayam kampung bila program pemusnahan ayam kampung dilakukan secara ceroboh.Ayam yang 100 persen dipelihara sebagai usaha sampingan ini memiliki peran penting sebagai sumber pendapatan, tabungan hidup (bio investasi), sumber uang tunai pada saat kebutuhan mendesak, sebagai jaminan bila usahataninya gagal panen dan sumber protein hewani (daging dan telur ) yang tersedia secara murah dan terjangkau bagi masyarakat berpendapatan rendah. Ayam kampung juga merupakan aset kultural, aset religius, untuk pengobatan dan penghasil pupuk organik. Karena itu, rencana pemerintah memusnahkan ayam kampung diperkirakan akan berdampak serius terhadap ketahanan ekonomi rumahtangga dan ketahanan pangan hewani peternak ayam kampung. Kelompok peternak kecil inilah yang akan terganggu ketahanan pangan hewani dan ketahanan ekonomi rumahtangganya.

Urgensi Pangan Hewani Bahan pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi untuk hidup sehat. Disamping bahan pangan nabati manusia juga memerlukan bahan pangan hewani (daging, susu dan telur) sebagai sumber protein untuk kecerdasan, memelihara stamina tubuh, mempercepat regenerasi sel dan menjaga sel darah merah (eritrosit) agar tidak mudah pecah. Meskipun masyarakat menyadari pangan hewani sebagai kebutuhan primer namun hingga kini konsumsi protein hewani penduduk Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan konsumsi sesama negara ASEAN.

Pada tahun 2000, konsumsi daging unggas penduduk Indonesia hanya 3,5 kg/kapita/tahun, lebih rendah dibandingkan konsumsi penduduk Malaysia (36,7 kg), Thailand (13,5 kg), Fhilipina (7,6 kg), Vietnam (4,6 kg) dan Myanmar (4,2 kg). (Poultry International, 2003). Penduduk Indonesia baru mengkonsumsi 10 gram/kapita/hari daging unggas, sedangkan Malaysia sudah mencapai 100 gram/kapita/hari.

Konsumsi telur masyarakat Indonesia juga rendah, yakni 2,7 kg/kapita/tahun, sedangkan masyarakat Malaysia mencapai 14,4 kg, Thailand 9,9 kg dan Fhilipina 6,2 kg. Bila satu kilogram rata-rata terdiri atas 17 butir telur, maka konsumsi telur penduduk Indonesia adalah 46 butir/kapita/tahun atau 1/8 butir telur/hari. Padahal penduduk Malaysia setiap tahunnya memakan 245 butir telur atau 2/3 butir telur/hari. Analisis paling akhir yang dilakukan Prof. I.K Han, guru besar Ilmu Produksi Ternak Universitas Nasional Seoul Korea Selatan, sebagaimana dimuat dalam Asian Australian Journal of Animal Science (1999) menemukan sebuah fakta menarik. Ia menyatakan adanya relasi positif antara tingkat konsumsi protein hewani dengan umur harapan hidup (UHH) dan pendapatan perkapita. Semakin tinggi konsumsi protein hewani masyarakat semakin tinggi UHH dan pendapatan domestik brutto (PDB) negara tersebut.

Negara-negara berkembang seperti Korea, Brazil, China, Fhilipina dan Afrika Selatan memiliki konsumsi protein hewani 20-40 gram/kapita/hari, UHH penduduknya 65-75 tahun. Negara-negara maju seperti AS, Prancis, Jepang, Kanada dan Inggris konsumsi protein hewani penduduknya 50-80 gram/kapita/hari, UHH penduduknya 75-85 tahun.

Karena itu jangan heran bila manusia yang berumur lebih dari 100 tahun sekarang banyak terdapat di Jepang. Sementara itu, negara-negara yang konsumsi protein hewani di bawah 10 gram/kapita/hari seperti Banglades, India dan Indonesia, UHH penduduknya berkisar 55-65 tahun (Han, 1999).

Rendahnya konsumsi protein hewani telah berdampak luas pada tingkat kecerdasan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Negara Malaysia yang pada tahun 1970-an mendatangkan guru-guru dari Indonesia, sekarang jauh meninggalkan Indonesia, terutama dalam hal kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagaimana ditunjukkan oleh peringkat Human Development Index (HDI) tahun 2004 yang dikeluarkan United Nation Development Program (UNDP). Indonesia berada pada peringkat ke-111, hanya satu tingkat di atas Vietnam (112), namun jauh di bawah negara ASEAN lainnya. Singapura (peringkat 25), Malaysia (59), Thailand (76) dan Fhilipina (83).

Ironisnya, konsumsi protein hewani yang rendah terjadi pada anak usia bawah lima tahun (balita) sebagaimana ditunjukkan merebaknya kasus busung lapar dan malnutrisi di tanah air beberapa waktu lalu. Rendahnya asupan energi-protein pada anak balita turut berdampak pada meningkatnya kasus gizi buruk (malnutrisi) dan rendahnya tingkat kecerdasan.

Usia balita disebut juga periode “the golden age” (periode emas pertumbuhan) dimana sel-sel otak anak manusia sedang berkembang pesat. Pada fase ini otak membutuhkan suplai protein hewani yang cukup agar berkembang optimal dan tidak sampai menjadi tulalit, -meminjam istilah Dr. Handrawan Nadesul (Kompas, 9/7/05). Asupan energi-protein yang rendah pada anak-anak dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan, meningkatnya resiko terkena penyakit, mempengaruhi perkembangan mental, menurunkan performa mereka di sekolah dan menurunkan produktivitas tenaga kerja (Pinstrup-Andersen, 1993). Ironisnya mereka pada umumnya berasal dari keluarga tidak mampu (miskin).

Monckeberg (1971) menunjukkan adanya hubungan tingkat konsumsi protein hewani pada anak usia prasekolah dengan defisiensi mental. Konsumsi protein hewani yang rendah pada anak usia prasekolah dapat mengakibatkan anak-anak berbakat normal menjadi sub-normal atau bahkan defisien. Selain untuk kecerdasan, protein hewani dibutuhkan untuk daya tahan tubuh. Shiraki et al. (1972) membuktikan peranan protein hewani dalam mencegah terjadinya anemia (lesu darah) pada orang yang menggunakan otot untuk bekerja keras. Gejala anemia tersebut dikenal dengan istilah “sport anemia”.

Penyakit ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi protein yang tinggi, dimana sebanyak 50% dari protein yang dikonsumsi harus berasal dari protein hewani.Catatan Akhir Manusia membutuhkan protein hewani asal ternak (daging dan telur) untuk hidup sehat, produktif dan cerdas. Daging ayam dan telur memiliki komposisi asam amino yang lengkap dan dan mudah dicerna tubuh. Karena itu, langkah mengurangi konsumsi daging dan telur di tengah merebak flu burung, agaknya bukanlah langkah bijak. Tidak pada tempatnya konsumen ragu memakan daging dan telur ayam yang diolah dengan cara yang benar meskipun wabah flu burung saat ini kembali merebak di tanah air. Semoga.

Penulis DR. a. Rusfidra, S.Pt(Pemerhati Peternakan, Chairman Cendekia Publishing Bogor).

http://www.cimbuak.net/content/view/856/5/
Read On 0 comments

Rasa Pesimis Terhadap PLN

11:48:00 AM
Minggu, 22/03/2009, 10:58 WIB

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pemadaman listrik telah menjadi dua hal yang identik beberapa tahun belakangan ini. Seakan pemadaman listrik telah masuk menjadi salah satu layanan PLN kepada pelanggannya.
Keluh-kesah pelanggan, terutama dunia usaha, mulai dari kecil hingga besar, mulai hilang karena ketidakberdayaan menghadapi kenyataan ini. Apalagi melihat kondisi, seakan PT PLN adalah perusahaan yang tidak tersentuh oleh kritikan dan menjadi perusahaan pemerintah yang paling kebal di republik ini.

Kita menyadari, pemadaman listrik akibat kurangnya pasokan dari pembangkit yang tidak berkembang dan kurang terawat, adalah problematika dari Sabang sampai Merauke.

Kebijakan pemerintah yang lamban menangani kebutuhan listrik yang terus berkembang, telah menjadikan PT PLN kewalahan. Apalagi perusahaan ini terus mengeluh merasa dibonsai oleh beragam kebijakan, mulai dari tarif hingga sumber pembangkit baru.

Tetapi kondisi seperti ini tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut. Listrik adalah kebutuhan pokok di dunia industri untuk mengembangkan perekonomian, termasuk di Sumatera Barat.

Beberapa pengamat ekonomi daerah menyebutkan, listrik yang terbatas (karena sering padam) membuat sejumlah investor berpikir berkali-kali untuk membuka usaha di daerah ini. Listrik telah menjadi persoalan baru investasi, setelah sebelumnya persoalan tanah.

Hingga kapan konsumen akan mendapatkan layanan listrik yang byar-pet (hidup-mati)? Hingga kapan orang seperti Irman Gusman, wakil DPD RI pun pernah mencak-mencak membentaki pejabat PT PLN Sumbar yang disebut lebih senang membiarkan listrik di sumbar sering padam demi melayani Provinsi Riau melalui interkoneksi?

PT PLN harus segera bertindak secara profesional sebagai penyedia jasa kelistrikan. Termasuk bertanggung jawab jika peralatan elektronik pelanggan rusak akibat pemadaman yang tidak terjadwal dan diberitahukan. (PadangKini.com)

http://www.padangkini.com/opini/single.php?id=3764
Read On 0 comments

SPP Sekolah Negeri Naik Dua Kali Lipat

11:46:00 AM
Kamis, 23 Juli 2009 | 10:47 WIB

Pancoran, Warta Kota

Seorang wali murid SMKN 30 di Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengeluhkan kenaikan uang SPP dari Rp 155.000 per bulan menjadi Rp 370.000 per bulan. Kenaikan lebih dari dari dua kali lipat ini dirasa sangat memberatkan.

”Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini, cari duit puluhan ribu saja sangat sulit, apalagi sampai ratusan ribu,” ujar wali murid yang minta namanya dirahasiakan itu. Dia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam membahas kenaikan SPP. Dia baru tahu setelah menerima surat edaran dari sekolah setelah anaknya naik dari kelas XI ke kelas XII.

Salah satu guru SMKN 30, Tri Haryati, membenarkan adanya kenaikan SPP itu. Menurut Tri, kenaikan itu telah dibahas para orangtua murid, dan para guru sama sekali tidak terlibat. ”Saya tidak tahu naik menjadi berapa karena saya cuma guru dan tidak ikut rapat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Koordinator Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan mengimbau para orangtua murid agar mencermati anggaran pengeluaran dan belanja sekolah (APBS). Pasalnya, pihak sekolah seringkali menyampaikan APBS dengan tidak transparan, sehingga memungkinkan terjadinya pungutan liar.

”Seharusnya APBS itu disusun bersama orangtua murid dan komite sekolah, baru kemudian bicara uang. Bukan tiba-tiba sudah jadi kemudian disodorkan kepada orangtua murid,” ujar Ade saat ditemui di kantornya di Pancoran, Jakarta Selatan.

Menurut Ade, APBS seharusnya mencantumkan program-program yang akan dilakukan sekolah, misalnya pengadaan buku pelajaran dan kegiatan siswa, serta sumber dananya seperti dari dana BOS atau BOP. Jika diperlukan, barulah menarik pungutan dari orangtua murid.

Ade menambahkan, orangtua murid perlu mengkritisi kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting ataupun kegiatan yang bisa mengalirkan uang ke kepala sekolah, misalnya honor-honor jabatan kepanitiaan. Mereka juga harus memperhatikan akuntabilitas dalam penggunaannya. Berdasarkan pengamatan ICW, kepala sekolah hanya menyalin APBS tahun lalu dan memperbesar angkanya.

Menurut Ade, tidak ada peraturan baku tentang penyusunan APBS itu, sehingga penyusunan kebutuhan sekolah biasanya dibuat oleh kepala sekolah. Di sisi lain, ada kemungkinan komite sekolah justru kongkalikong dengan kepala sekolah. Dia mengatakan, sejumlah keluhan dalam PPDB tahun ini sudah diterima ICW, antara lain uang daftar ulang Rp 350.000 hingga uang masuk sekolah Rp 3,5 juta. (Ahmad Sabran)

http://www.wartakota.co.id/read/pendidikan/8188
Read On 0 comments

Penjual Pulsa Elektrik di Kota Kupang Bohongi Konsumen

11:45:00 AM
Rabu, 1 April 2009 | 02:22 WITA

Kupang, Tribun - Ribuan konsumen di Kota Kupang merasa tertipu oleh para penjual pulsa elektrik. Sistem mentransfer pulsa ke nomor telepon orang lain tidak terealisasi. Padahal, para konsumen telah membayar pulsa isi ulang tersebut dengan nilai sesuai permintaan konsumen, dari 5 pulsa sampai dengan 100 pulsa isi ulang.

Simon Joka (45), seorang warga Kuanino, Kupang, Selasa (31/3), mengatakan, ia membeli 30 pulsa seharga Rp 37 ribu terdiri atas 20 pulsa Kartu As masing masing 10 pulsa dan 10 pulsa untuk kartu Simpati. "Saya beli 30 pulsa di kios di samping Markas Polisi Militer Kupang. Kios itu sekaligus menyediakan warung makan. Penjual pulsa seorang pria warga dari luar NTT," katanya.
Pria berusia sekitar 50 tahun itu berpura-pura menanyakan berulang-ulang nomor orang yang hendak ditransferkan pulsa. Pembeli pun menyebut dengan sangat teliti nomor telepon yang akan menerima pulsa tersebut.
Joka menuturkan, ketiga orang yang dikirimi pulsa itu adalah anggota keluarga yang tinggal di Alor dan Lembata. "Beberap menit kemudian, penjual itu mengatakan, pulsa sudah masuk ke penerima. Namun, saat saya telepon cek, ternyata sudah 24 jam, tetapi pulsa tidak masuk ke telepon mereka. Artinya, penjual pulsa membohongi saya," kata Joka dikutip Antara.
Pembeli lain, Marcel Jerubu menuturkan, sudah tiga kali membeli pulsa di kios yang berada persis markas Polisi Militer Kupang itu. Tetapi selalu tidak masuk ke nomor telepon yang dituju. "Orang itu dengan segala emosi mengatakan akan melapor ke POM kalau tetap ngotot. Sejak itu saya tidak beli lagi pada dia," katanya.
Kios penjual kartu isi ulang lain di Jalan Tompelo, Kupang, juga selalu membohongi konsumen. Sejumlah konsumen mengeluh, kebohongan dari para penjual pulsa isi ulang ini. Banyak konsumen merasa dibohongi, tetapi tidak tahu harus melapor kepada siapa.(tb)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/19811
Read On 0 comments

Si Miskin Kembali Tergusur

11:43:00 AM
2009-07-30

SP/Yumeldasari Chaniago

Warga yang tinggal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat pasrah menyaksikan rumah mereka dihancurkan, Rabu (29/7) siang. Sebelum dihancurkan, sempat terjadi bentrok antara warga dan petugas dari tim penertib terpadu Pemkot Jakarta Barat.

Puluhan kayu dan bambu disiapkan warga Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat untuk melindungi rumah mereka dari penggusuran petugas Tim Penertiban Terpadu, Pemkot Jakarta Barat, Rabu (29/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

Warga yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak, merapatkan barisan, menutup akses masuk para petugas. Sementara itu, ratusan aparat dari Satpol PP, polisi, dan tentara, bersiap merangsek ke permukiman warga yang dinilai liar itu.

Warga akhirnya sadar, mereka kalah jumlah. Warga pun berupaya meminta pengertian petugas. Mereka berusaha bernegosiasi dan membujuk petugas, agar mengasihani mereka dengan tidak membongkar tempat mereka berteduh.

Namun, saat negosiasi berlangsung, seorang provokator dari kelompok warga melempar sebilah bambu ke arah petugas. Suasana pun menjadi ricuh. Konsentrasi warga terpecah. Barisan warga pun dengan mudah diceraiberaikan petugas. Teriakan minta tolong para ibu dan tangisan anak-anak pun memecah keheningan areal TPU.

Warga kocar-kacir, terutama kaum lelaki. Mereka berusaha melawan petugas yang dilengkapi tameng dan tongkat.

Petugas pun menghalau warga yang keras kepala. Tarikan, pukulan, dan bentakan dilontarkan petugas Satpol PP yang kesal dengan perlawanan warga. Sejumlah warga mengalami luka lecet, lantaran terjatuh ditarik petugas. Ada juga yang lebam terkena pukulan tongkat petugas.

Ratusan petugas Satpol PP mengejar warga yang ketakutan hingga ke dalam rumah mereka. Bahkan, seorang lelaki setengah baya ditarik paksa petugas dari dalam rumahnya, lantaran ia dan istrinya bertahan di dalam rumah.

"Jangan sakiti suami saya. Kami orang miskin, jangan pukul Pak, ampun," jerit tangis Herawati seraya mencoba meraih suaminya yang "dilempar" keluar rumah oleh lima orang petugas Satpol PP.

Sementara itu, seorang bocah berusia sekitar sembilan tahun menangis sambil berlari tak tentu arah mencari ibunya. Para ibu pun sama, berlarian sambil berteriak dan menangis, menembus kericuhan massa demi mencari anak-anak mereka.

Suasana di permukiman warga TPU Tegal Alur Rabu siang itu terasa menegangkan dan mengharu biru. Sambil berurai air mata, warga akhirnya hanya bisa pasrah menonton rumah-rumah mereka dirobohkan alat berat dan buldozer. "Kami digusur tanpa diberi uang pengganti sepeser pun. Pemerintah sangat kejam pada warga miskin seperti kami," isak Herawati.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin mengatakan, pada penggusuran kali ini Pemkot Jakarta Barat tidak memberikan uang ganti rugi, seperti pada penggusuran yang pertama, sekitar lima tahun lalu.

"Ini tanah negara, seharusnya sejak awal mereka tahu tidak boleh mendirikan bangunan di sini. Apalagi mereka pernah digusur, kenapa balik lagi ke sini? Nanti kalau dikasih uang kerohiman lagi, mereka bakal kembali lagi seperti dulu," jelasnya. [SP/Yumeldasari Chaniago]

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=9504
Read On 0 comments

Ratusan BTS di Bali Bisa Dirubuhkan

11:40:00 AM
31/07/2009 - 09:25

INILAH.COM, Sanur- Bali berdasarkan kajian cukup memiliki 300 menara selular bersama. Sekitar 300 menara lain yang terlanjur dibangun di berbagai wilayah di pulau itu bisa dirubuhkan.

"Hanya saja kini kendalanya bagaimana tata cara membongkar sebagian dari sekitar 600 menara milik berbagai operator tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi Bali, Ida Bagus Parsa di Sanur.

Ia mengungkapkan hal itu seusai membacakan sambutan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada pembukaan acara sosialisasi perundang-undangan di bidang komunikasi dan informatika yang diselenggarakan Depkominfo.

Menurut Parsa, kajian yang melibatkan Universitas Udayana itu, dilakukan sejak tahun 2005, saat di Bali baru ada enam operator selular.

"Saat itu didasari fakta bahwa luas wilayah kita sangat kecil. Kita tidak ingin Bali yang sudah dikenal sebagai pulau seribu pura, mendapat tambahan predikat seribu menara, mengingat pembangunan menara telah melebihi kebutuhan ideal," ujarnya.

Dalam perkembagan berikutnya, ternyata bukan pembangunan menara saja yang terus bertambah hingga kini mencapai sekitar 600 unit, tetapi operator selularnya juga melonjak menjadi sepuluh perusahaan.

Seperti di Kabupaten Karangasem, wilayah termiskin di ujung timur Bali, dari kebutuhan 50 menara, juga sudah terlanjur beroperasi 69 unit menara.

Parsa menjelaskan, bahwa berdasarkan peraturan yang ada, termasuk peraturan gubernur Bali, apabila perwujudan menara bersama dapat disepakati, maka pembongkaran menara kelebihannya dapat dilakukan secara bertahap.

"Saya lihat di beberapa daerah, seperti di Klungkung, dalam satu lokasi terdapat sampai empat menara. Kalau antar operator sudah mencapai kesepakatan, maka yang tiga bisa dirubuhkan," katanya.

Menurut Parsa, untuk merubuhkan menara selular, sesuai ketentuan bisa diberikan kesempatan selama dua tahun sejak 2008, guna melakukan kesepakatan antar operator maupun dengan pihak pemerintah.

Gubernur Bali berharap antar operator selular segera mencapai kesepakatan untuk menggunakan menara bersama dalam setiap lokasi, dan tidak ada penambahan pembangunan menara baru.

Dalam kaitan tersebut, semua pihak diharapkan bisa menempatkan diri sesuai proporsi masing-masing, tidak saling bersikeras melebihi kewenangan yang ada, sehingga tahun 2010 diharapkan dapat terwujud menara bersama.

Sekretaris Jenderal Depkominfo yang diwakili Kepala Biro Keuangan, Adijono, mengharapkan operator selular mendukung keinginan mewujudkan menara bersama, apalagi hal itu juga akan bisa meningkatkan efisiensi perusahaan.[*/ito]

http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/07/31/135647/ratusan-bts-di-bali-bisa-dirubuhkan/
Read On 0 comments

Rumah Dinas dan Pelayanan Publik

11:38:00 AM
Kamis, 30 Juli 2009 16:08 WIB

Hari-hari ini muncul kontroversi berkaitan dengan rencana pembelian rumah dinas untuk Wakil Gubernur DKI Jakarta di Jalan Teuku Umar. Rencana pembelian rumah seharga Rp 28 miliar menimbulkan pro dan kontra, karena dinilai terlalu mahal dan tidak mendesak untuk harus dilakukan saat ini.

Kita cenderung berpendapat bahwa hal itu memang tidaklah mendesak. Mengapa? Karena sekarang ini sudah ada rumah dinas wagub yang terletak di Jalan Denpasar. Kawasan itu termasuk kawasan yang baik karena di sana juga tinggal beberapa menteri dan juga duta besar negara sahabat.

Artinya, dalam upaya menyediakan fasilitas bagi pejabat publik agar ia bisa bekerja lebih tenang dan mendapatkan penghormatan yang tinggi sudah diberikan. Sekarang ini tinggal bagaimana pejabat itu “membayar” kehormatan yang didapatkan itu dengan kinerja dan pelaksanaan tanggung jawab yang lebih baik. Noblesse oblige, kehormatan itu menuntut tanggung jawab.

Alasan kedua mengapa pembelian rumah dinas tersebut tidak mendesak dilakukan adalah urgensi dari penggunaan anggaran. Kita harus menyadari bahwa anggaran yang dimiliki bukan tidak ada batasnya. Dalam situasi perekonomian dunia seperti sekarang, setiap sen anggaran yang dimiliki lebih baik dipergunakan untuk kegiatan pembangunan daripada untuk belanja rutin.

Dana sebesar Rp 28 miliar akan mempunyai efek pengganda (multiplier effect) yang besar apabila dipakai untuk kepentingan pembangunan. Yang paling sederhana adalah untuk perbaikan jalan-jalan rusak di jalan-jalan utama di Jakarta ini. Dengan memperbaiki jalan yang rusak bukan hanya banyak orang yang bisa turut serta dalam perbaikan jalan rusak tersebut, ketika jalan lebih baik maka mobilitas orang akan semakin tinggi. Ini tentunya akan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar.

Belum lagi jika dilihat dari citra Jakarta. Dengan jalan-jalan yang lebih mulus, maka orang akan memuji Jakarta. Dengan fasilitas publik yang lebih baik, orang akan lebih nyaman tinggal di Jakarta. Apabila orang asing yang lebih banyak terkesan dan mau tinggal lebih lama dan lebih banyak di Jakarta, ini akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi ibu kota negara ini.

Semua itu kelak akan kembali kepada keuangan pemerintah daerah sendiri. Investasi itu akan kembali dalam bentuk penerimaan daerah yang lebih tinggi.. Dari penerimaan itulah maka Pemda akan bisa membeli rumah dinas baru bagi wagub.

Inilah yang selama ini menjadi keprihatinan kita. Betapa para pejabat publik negara ini tidak cukup memiliki wawasan. Ketika ia ditunjuk sebagai pejabat, yang lebih dipikirkan apa keistimewaan yang didapatkan, bukan apa yang bisa dikontribusikan bagi kepentingan masyarakat.

Tidaklah keliru apabila kekuasaan bagi kita cenderung dilihat sebagai sebuah keistimewaan. Power is privilege. Seakan-akan menjadi pejabat itu sebagai sebuah tujuan. Dan tujuan itu adalah keistimewaan tadi. Penghormatan yang wajib diberikan oleh masyarakat kepada dirinya.

Padahal ketika seseorang memutuskan untuk menjadi pejabat negara, yang pertama ingin dilakukan adalah mengabdi dan melayani kepentingan masyarakat banyak. Bahkan ketika mejadi pejabat negara, hak pribadinya, privacy-nya menjadi berkurang karena praktis seluruh waktunya diberikan untuk kepentingan publik.

Apakah dengan seperti itu kehormatannya menjadi tidak ada? Yang namanya pejabat publik tetap mendapatkan kehormatan yang luar biasa. Mereka tetap mendapatkan keistimewaan dalam banyak hal seperti fasilitas yang melekat dengan jabatannya, perangkat keamanannya, dan banyak lagi.

Memang dalam negara yang memiliki tradisi feodal yang sangat kuat seperti Indonesia, cara melihat jabatan itu sangat berbeda. Prinsip “Raja itu tidak pernah salah” sangatlah kuat. Bahkan karena pejabat itu menempatkan dirinya sebagai raja, maka rakyat itu harus menghamba, bukan dia yang seharusnya melayani masyarakat.

Asketisme praktis tidak dikenal dalam prinsip hidup pejabat di negara kita. Bahkan karena sikapnya yang feodal, pejabat itu menuntut yang namanya kemewahan.

Itulah yang seringkali menimbulkan ironi. Di saat pejabatnya hidup dalam kemewahan, rakyatnya hidup dalam kemiskinan. Di saat pejabatnya berharap untuk mendapatkan rumah dinas senilai Rp 28 miliar, fasilitas umum seperti jalan-jalan dibiarkan rusak tidak tertangani.

Kita tentunya harus mengembalikan semua itu kepada proporsinya. Kita tentunya tidak akan memberikan fasilitas yang buruk kepada para pejabatnya. Namun sebelum kenikmatan pribadi dipenuhi, alangkah lebih baiknya apabila fasilitas untuk publik yang didahulukan.

Sering kita merasa kangen dengan pribadi pejabat negara seperti Mohammad Hatta. Bagaimana dengan asketismenya, dengan kehidupan yang sederhana, ia bukan hanya menjadi pemimpin yang baik di negeri ini, tetapi juga menjadi contoh bagi rakyatnya. Bung Hatta tidak harus merasa rendah diri dengan sikapnya itu. Ia
bahkan dihormati hingga saat ini sebagai pemimpin yang mampu menanggalkan sikap feodalnya.

Pemimpin seperti itulah yang kita butuhkan saat ini. Pemimpin yang bisa merasakan denyut nadi kehidupan rakyatnya. Pemimpin yang peduli pada kehidupan rakyatnya. Pemimpin yang memiliki sense of urgency, memiliki tingkat kepekaan mana yang lebih baik didahulukan. Pemimpin yang sangat sadar bahwa ia hidup dari pajak yang dibayarkan rakyat, sehingga sepantasnya apabila ia mendahulukan kepentingan rakyatnya terlebih dahulu daripada kepentingan dirinya.

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/tajuk/37/30/7/2009/Rumah-Dinas-dan-Pelayanan
Read On 0 comments

Pemakai Jalan Yang Wajib Didahulukan

11:35:00 AM
Juli 31, 2009 - 7:41

JAKARTA (Pos Kota)- Sering kali kita jengkel melihat iring-iringan mobil atau sepeda motor pengantar jenazah . Meski lampu sedang merah, iring-iringan itu terus saja menerobos perempatan jalan tersebut. Akibatnya arus lalu lintas jadi kacau, terutama bila tidak ada polisi. Sebab biasanya setelah iring-iringan itu berlalu, pengendara yang lain juga saling serobot.

Namun demikian apa yang dilakukan oleh iring-iringan pengantar jenazah tadi, apalagi menggunakan ambulan, sepenuhnya tidak bisa disalahkan. Sebab hal itu tersebut sesuai dengan peraturan .

Seperti dikutip dari TMC Polda Metro Jaya, sesuai pasal 65 PP.43/932, pemakaian jalan yang wajib didahulukan adalah;

1 Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
2. Ambulan mengangkut orang sakit.
3. Kendaraan untuk memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.
4. Kendaraan Kepala Negara atau pemerintah asing yang menjadi tamu negara.
5. Iring-iringan pengantar jenazah.
6. Konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat.
7. Kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.

Namun demikian, pengendara tersebut tetap wajib mentaati peraturan yang ada tidak jadi seenaknya. Pengendara motor tetap menggunakan helm, tidak boleh berboncengan lebih dari dua orang.

Sedangkan pengemudi mobil tetap harus menggunakan sabuk pengaman dan tidak dibenarkan menggunakan sirine kecuali mobil yang ditetapkan sesuai aturan seperti ambula, mobil pemadam dan lain sebagainya. (binsar)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/07/31/pemakai-jalan-yang-wajib-didahulukan
Read On 0 comments

Ekonomi Hijau Didasarkan Pada Lima Prioritas

11:32:00 AM
Kamis, 30/07/2009 14:44 WIB

oleh : Stefanus Arief Setiaji

SOLO (bisnis.com): Kementerian Negara Lingkungan Hidup menetapkan lima skala prioritas dalam mewujudkan ekonomi hijau sebagai upaya mengurangi kerusakan lingkungan.

Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengungkapkan kelima sektor tersebut mencakup, pertama pengembangan energi bersih di setiap bidang industri, khususnya dengan kadar polusi tinggi. Kedua, pengembangan energi di tingkat pedesaan, lalu pembangunan pertanian berkelanjutan dan pengurangan emisi dari deforestrasi degradasi hutan.

"Kelima bagaimana kita dapat menciptakan pembangunan kota yang berkelanjutan," ujarnya saat menyampaikan materi dalam Seminar Nasional Pembiayaan Perbankan bagi Investasi Lingkungan di Solo hari ini.

Menurut dia, arah pembangunan ekonomi hijau bertumpu pada tiga pilar utama dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, daya dukung sosial serta struktur ekonomi.

Dia menuturkan tantangan terbesar penyediaan energi di Indonesia adalah penelitian dan pengembangan energi terbarukan yang dapat mencapai nilai keekonomiannya. Selain itu, lanjut dia kombinasi kebijakan konservasi, diversifikasi dan efisiensi energi perlu dilengkapi dengan kebijakan fiskal dan finasial.

"Serta pengembangan skema pendanaan baik dari dana dalam negeri maupun luar negeri melalui perdagangan karbon internasional," tambahnya. (tw)

http://web.bisnis.com/umum/sosial/1id130348.html
Read On 0 comments

Warga Bantul Antre Air Bersih

11:30:00 AM
31/07/2009 05:46

Liputan6.com, Bantul: Kekeringan terus mengancam sejumlah daerah di Tanah Air. Di Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, sudah sepekan terakhir warga harus antre untuk mendapatkan air bersih. Mengeringnya sumber air membuat warga hanya bisa mengandalkan bak-bak penampungan air yang diisi secara bergilir. Bila bak kosong, warga harus mencari air ke desa tetangga.

Kurangnya ketersediaan air bersih juga dirasakan warga Indrapuri, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, sejak dua bulan silam. Selain jarang turun hujan, menurunnya debit air sumur juga diakibatkan pengerukan material di daerah aliran sungai Krung Aceh. Padahal, sebelum pengerukan material, warga setempat belum pernah mengalami krisis air.

Sementara itu, untuk mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung lama, para petani di Tegal, Jawa Tengah, beramai-ramai mengubah pola tanam dari padi ke palawija, seperti tanaman kedelai dan kacang-kacangan. Perubahan pola tanam dilakukan agar mereka tidak lagi merugi setelah tanaman padi mereka gagal panen akibat kekurangan air. Selengkapnya saksikan video berita ini.(ADO)

http://berita.liputan6.com/daerah/200907/238899/Warga.Bantul.Antre.Air.Bersih
Read On 0 comments

Mustahil Indonesia Jadi Pengekspor Beras

11:25:00 AM
Kamis, 30 Juli 2009 19:42 WIB

Penulis : Andreas Timothy

JAKARTA--MI: Indonesia dinilai sulit menjadi negara pengekspor beras. Pasalnya, stok cadangan beras yang ada sulit memungkinkan Indonesia menjadi negara pengekspor beras.

"Sulit sekali untuk punya surplus cadangan sebesar itu. Untuk dalam negeri saja kita masih kelimpungan," kata Pengamat Pertanian Bustanul Arifin kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (30/7).

Seperti diketahui, fenomena El Nino pada 2010 diperkirakan akan menyebabkan negara-negara produsen beras seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, India, dan Pakistan fokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negerinya. Akibatnya, Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) PBB memperkirakan Afrika akan mengalami defisit pasokan beras 9,6 juta-10 juta ton pada tahun depan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pangan, Franciscus Welirang melihat melihat kondisi ini sebagai peluang bagi Indonesia untuk melakukan ekspor ke negara-negara Afrika, asal Indonesia dapat mempertahankan cadangan beras di kisaran 10 juta ton.

Namun, Bustanul menilai peluang Indonesia untuk menggarap pasar ekspor beras ke negara-negara Afrika sangat kecil. Menurut dia, sangat sulit bagi Indonesia untuk memiliki cadangan beras hingga mencapai jumlah tersebut.

Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog yang ada di gudang milik pemerintah, kata dia, baru mencapai 500 ribu ton. Bulog juga mengelola stok beras untuk program beras bagi rakyat miskin (Raskin) yang stok akhir untuk tahun ini diupayakan 1,5 juta ton. "Bulog tidak pernah menyimpan lebih dari 2-3 juta ton di dalam gudangnya," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Bustanul, dirinya pesimis Indonesia mampu mengisi pasar ekspor beras ke Afrika tahun depan. "Paling kalau mau ekspor hanya bisa sekitar 100-200 ribu ton. Kalau mau dipakskan, maksimal paling 500 ribu ton," ujarnya. (*/OL-03)

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/87918/23/2/Mustahil-Indonesia-Jadi-Pengekspor-Beras
Read On 0 comments

Hiiiiii...Ada Hewan Pengerat di Dalam Kaleng Pepsi!

11:23:00 AM
Jumat, 31 Juli 2009 | 10:27 WITA

ORMOND BEACH, TRIBUN - Pihak The Food and Drug Administration Negara Bagian Florida (AS) saat ini sedang meneliti sebuah kaleng Diet Pepsi setelah seorang pria asal Florida mengaku menemukan hewat pengerat (rodent) di dalam kaleng itu. Demikian dilansir AP.

Fred Denegri asal Ormond Beach mengatakan dirinya baru saja meneguk beberapa tetes dari minuman soda itu dan menemukan hewan pengerat di dalamnya. Masalahnya, hewan pengerat itu cukup besar sehingga tidak bisa keluar dari kaleng tersebut.

Pejabat dari perusahaan Pepsi mengatakan mereka sudah melacak ke bagian manufaktur di Orlandi dan tak menemukan apapun yang bermasalah dengan kontrol kualitas serta contoh soda. Juru bicara Pepsi Jeff Dahncke mengatakan jika itu merupakan hal yang tidak biasa terjadi selama proses pembuatan.

Denegri mengaku ia merasa terkontaminasi dengan penemuan tersebut tetapi ia tak sakit. Pria berusia 55 tahun ini adalah penggemar Pepsi dan ia mengaku akan terus meminum Pepsi. (widyabuana)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/41651
Read On 0 comments

About Me

My Photo
Kejahatan hanya bisa terjadi ketika orang baik tidak berbuat apa-apa.

Selamat Datang

Blog ini diproyeksikan untuk menjadi media informasi dan database gerakan konsumen Indonesia. Feed-back dari para pengunjung blog sangat diharapkan. Terima kasih.

Followers


Labels

Visitors

You Say...

There was an error in this gadget

Recent Posts